Untuk mendapatkan penghasilan tambahan atau mungkin memperkaya diri, banyak orang memilih melakukan investasi. Investasi dianggap bisa mengeruk keuntungan lebih banyak dibanding menabung, apalagi bila dilakukan dalam jangka panjang.

Baca juga: Puyo Pimpin Pasar Bisnis Pudding

Selain istilah investasi, ada istilah lain yang tak asing didengar dalam pengelolaan aset, yakni tradingTrading mulanya memang hanya dipakai di dunia pasar modal dan valuta asing alias forex, namun sekarang sudah meluas ke pasar keuangan.

Pada dasarnya baik trading dan investasi memiliki tujuan serupa, yakni mendapatkan keuntungan. Meski tujuannya sama, namun investasi dan trading memiliki beberapa perbedaan.

Sebelum masuk ke pasar baik pasar modal mau pun pasar uang, ada baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu perbedaan antara investasi dan trading. Yuk, disimak perbedaannya:

1. Jangka Waktu

Perbedaan pertama terletak pada jangka waktu pengelolaan dana.

Investasi berkaitan dengan akumulasi suatu aktiva dengan harapan mendapat keuntungan di masa depan, sehingga kalangan investor fokus pada transaksi jangka panjang.

Sedangkan trading cenderung melakukan jual beli atau perdagangan dengan memanfaatkan perubahan harga karena mencari keuntungan.

Jangka waktu trading pun kadang hanya hitungan menit atau minggu.

Misalnya, seorang trader saham biasanya menggunakan analisis teknikal untuk mendapatkan keuntungan, berbeda dengan investor yang menggunakan analisis fundamental atau kondisi perusahaan penerbit saham.

Karena itu, trader akan membeli saham yang punya potensi kenaikan harga dalam jangka pendek.

2. Aktif vs Pasif

Investasi biasanya memiliki karakteristik pasif. Investor lebih banyak memegang prinsip “buy and hold” sambil menunggu tercapainya profit yang ditargetkan sesuai jangka waktu investasi.

Investor yang tidak terlalu mau repot mengurusi dana investasinya juga akan lebih terbantu lagi dengan menggunakan jasa manajer investasi. Manajer investasi akan membantu investor memilih instrumen investasi yang cocok dengan tujuan mereka.

Di sisi lain, trading memiliki sifat aktif. Trader cenderung lebih giat memantau pergerakan pasar dan mengelola dana investasi mereka, sebab trader bertujuan memperoleh profit sebesar-besarnya dalam jangka waktu sesingkat-singkatnya. Jika trader mengelola investasi dengan tepat, maka akan mendapatkan keuntungan besar. Sebaliknya, jika asal-asalan, justru kerugian yang dialami.

3. Strategi

Karena investasi dilakukan dalam jangka panjang maka investor akan memperhatikan secara detail faktor-faktor yang memengaruhi portofolio investasinya. Misalnya investasi di saham, maka investor akan membeli saham emiten yang sehat dengan kinerja baik dan fundamental kuat.

Jika menginvestasikan dananya pada instrumen lain seperti properti maka mereka akan memilih properti berkualitas, mulai dari bangunan hingga lokasinya yang strategis. Mereka akan menyimpan properti untuk disewakan demi mendapatkan penghasilan tambahan atau dijual kembali saat harganya sudah naik berkali lipat.

Sedangkan strategi trading adalah fokus pada sentimen dan kondisi pasar. Trader tidak segan untuk mengambil risiko dan melakukan pembelian atau penjualan saat pasar saham terkoreksi. Bila perhitungan mereka tepat, keuntungan yang diperoleh bisa berlipat dibanding saat pasar sedang normal. 

Seorang trader juga umumnya berani menanamkan uang pada instrumen investasi alternatif yang sedang booming seperti Bitcoin. Saat investasi tersebut sedang banyak diminati, mereka berharap memperoleh keuntungan besar dari proses jual belinya. Bila trennya menurun atau potensi keuntungan sudah tidak besar lagi, mereka akan berpindah mencari investasi lain.

Pilih Investasi atau Trading?

Dalam berinvestasi, kamu bisa melakukannya sendiri atau meminta bantuan dari manajer investasi. Bila melakukannya sendiri, kamu dengan mudah bisa mengecek fundamental perusahaan di websiteperusahaan tersebut sebelum memutuskan akan menanam uangmu.

Terlalu sibuk? Tetap bisa berinvestasi, kok. Kamu bisa meminta bantuan manajer investasi. Selain itu investasi sekarang bisa dilakukan secara online sehingga tidak ada alasan lagi untuk malas melakukan investasi.

Sementara trading merupakan pilihan yang cocok bagi orang yang memiliki banyak waktu luang dan ingin mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat. Kamu bisa lebih bebas dan cepat mengambil keputusan terkait portofolio investasimu. Namun syaratnya, trader harus memiliki pemahaman yang baik terhadap aset dan risiko dari trading itu sendiri.

Baca juga: Sejahterakan Nelayan Lewat Aruna.Id

Trading yang kerap disebut sebagai bisnis high risk high return, menyebabkan para trader punya potensi mengalami kerugian besar sejalan dengan keuntungan yang diincar.

Kamu bebas menentukan pilihan akan menjadi seorang investor atau trader, tergantung pada tujuanmu berinvestasi dan kemampuanmu menanggung risiko. Dengan mengenal perbedaan trading dan investasi, kamu bisa lebih percaya diri lagi dalam berinvestasi.