Tidak ada kata terlambat untuk serius memulai bisnis. Hal ini menjadi prinsip yang dipegang kuat oleh Amir Rizky, seorang wirausahawan kuliner di selatan Jakarta. Sekitar tahun 2015, menjelang akhir usia 20-an, ia membulatkan tekad untuk lepas dari pekerjaan kantoran dan fokus berwirausaha.

Baca juga: Pisang Sale Aceh Milik Ayu Lestari

Sejatinya, Amir telah mencoba berbisnis sejak masih duduk di bangku SMA dan perguruan tinggi. Lingkupnya masih terbilang kecil, mulai dari jualan produk-produk tertentu secara musiman, menjadi agen pulsa dan juga pernah menjadi mitra multi-level marketing.

Dalam bayangan Amir, berbisnis bisa lebih cepat membuatnya mapan secara finansial. Sama seperti kebanyakan wirausahawan lain, Amir juga terpukau dengan kisah-kisah inspiratif dari para pengusaha sukses.

Amir menyebut almarhum Bob Sadino, yang sukses membangun kerajaan retail Kemchik, sebagai panutan utamanya. Menurutnya, pengusaha nyentrik itu punya “ilmu masa bodoh” yang membuatnya mampu membuka peluang terhadap banyak pintu sukses. Ini adalah perumpamaan tentang sikap pantang menyerah dalam mencoba berbagai peluang, menjalani setiap jatuh bangun bisnis dengan keyakinan bahwa akan ada titik cerah di kemudian hari.

“Dia (Bob Sadino) berawal dari tukang sayur keliling, punya visi kuat menjadi pengusaha. Tabungan dari hasil dagang, sedikit demi sedikit dikumpulkan untuk membangun bisnis yang lebih besar. Saya ingin seperti itu,” ujar Amir.

Mengawali dengan Berjualan Sayur

Pria yang lulus dari angkatan pertama program studi Sastra Korea di Universitas Indonesia ini, mengaku sempat bimbang menentukan karier pascakuliah. Dia ingin mewujudkan tekad berbisnis, memanfaatkan pelajaran yang telah dipetiknya dari berbagai lomba kewirausahaan, untuk menjadi seorang pengusaha sukses.

Namun karena ingin membantu perekonomian keluarga, Amir akhirnya lebih dahulu bekerja kantoran. Dia sempat menjadi karyawan di salah satu jaringan supermarket besar nasional yang membuatnya belajar tentang rantai pasokan pangan komersial. Di sana, Amir juga belajar tentang manajemen pengemasan untuk menarik perhatian konsumen.

Tidak sampai tiga tahun bekerja sebagai karyawan swasta, Amir memantapkan diri untuk keluar dan mulai menekuni kembali cita-cita menjadi wirausahawan.

Berbekal pengalaman di retail, ia mencoba membuka warung sayur mayur di rumah orang tuanya, menjadi distributor pangan bagi para tetangga sekitar. Bisnis ini bertahan hingga lima tahun, menyertai perjalanan jatuh bangun Amir dalam mencoba berbagai peluang bisnis lainnya.

Di saat warung sayur mayurnya dikelola oleh sang ibu, Amir bereksperimen melakukan banyak percobaan bisnis, seraya sesekali mengikuti lomba kewirausahaan untuk mempertajam pengetahuan dan intuisi sebagai pengusaha.

“Saya sempat berpikir bahwa bisnis itu bisa apa saja, tergantung mana yang kelihatannya menguntungkan. Sebagian mungkin benar seperti itu, tapi pada akhirnya saya melihat bahwa peluang bisnis kuliner adalah yang paling cocok dan seolah tidak ganjalan beban saat menekuninya,” jelas Amir.

Memanfaatkan Marketplace

Memegang teguh prinsip makanan halal, Amir memutuskan untuk berdagang kebab beku. Ada tiga alasan di balik hal tersebut, yakni bahwa ia kagum dengan kesuksesan Kebab Baba Rafi, masih sangat sedikit yang menjual kudapan khas Arab ini dalam bentuk makanan beku dan jaminan distribusi luas via situs marketplace.

Dengan bekal keahlian menentukan kualitas bahan baku, yang didapatnya dari pengalaman bekerja di supermarket dan berdagang sayur mayur, Amir pun yakin kebab racikannya berkualitas unggul.

Amir bergerilya menawarkan kebab ke lingkungan terdekat dibantu istrinya. Mendapat tanggapan positif, ia pun lanjut dengan meluaskan distribusi via berbagai marketplace terkemuka di tanah air.

“Senang sekali rasanya ketika mendapat pesanan kebab beku dari tempat jauh, walaupun masih di Jabodetabek. Saat itu, saya merasa bahwa produk saya mampu berkembang lebih jauh dan saya terus meyakini hingga saat ini,” ujarnya seraya bercerita bahwa sebulan mantap berdagang kebab, ia langsung membeli frozen box ukuran besar untuk investasi.

Merambah Bisnis Waralaba

Perkembangan pesat bisnisnya tidak lantas membuat Amir puas begitu saja. Ia merasa masih ada banyak peluang di bisnis kuliner, sehingga tidak sampai setahun setelahnya, Amir memutuskan untuk mulai berdagang secara offline.

Mengambil lokasi di dekat pertigaan Pasar Brigif, Ciganjur, Jakarta Selatan, gerobak kebabnya tidak butuh lama untuk menghasilkan profit. Konsistensi dalam menjaga kualitas bahan baku dan cita rasanya, membuat produk yang dinamakan Kebab Bin Abi ini selalu laris di malam hari, yang merupakan waktu operasionalnya.

Pelan namun pasti, Amir pun mulai melebarkan sayap usaha ke ranah waralaba. Melihat antusiasme konsumen terhadap gerai offline-nya di Ciganjur, beberapa pihak pun tertarik untuk membuka cabang di sekitar Jakarta Selatan.

Kini, Kebab Bin Abi sudah mendekati pendirian sepuluh cabang di selatan Jakarta dan semuanya memiliki prospek yang positif.

“Saya tidak ingin terburu-buru punya banyak cabang. Saya ingin mitra yang menjalin bisnis dengan saya mendapatkan manfaat yang serupa, untung signifikan,” jelasnya.

Kedai Bakmi dan Usaha Minuman

Setelah kebab beku dan gerai offline-nya berkembang pesat, kini Amir menambah lini usaha dengan membuka sebuah kedai bakmi halal bernama Waroeng Mie Abie, tepat di samping gerobak kebab pertamanya.

Ia juga menjalin kemitraan dengan perusahaan ojek online untuk mendistribusikan produk-produk makanannya. Sebagai bentuk apresiasi, Amir memberikan kudapan ringan gratis pada para driver yang duduk menunggu pesanan.

“Prinsip saya, siapapun yang datang membeli produk makanan saya harus mendapat kualitas terbaik dari bahan baku, rasa dan pelayanan, termasuk memuliakan para driver yang bekerja sebagai perantara antara konsumen dengan Bin Abi Food,” ujar Amir seraya menyebut nama induk usaha kulinernya.

Bagi Amir, perjalanan bisnis masih panjang. Ia bertekad terus belajar menyempurnakan apa yang telah dilakukan dan menemukan peluang sukses lainnya.

Baca juga: Putri Tanjung, Mandiri Berwirausaha Sejak Belia

“Saya akan tetap fokus ke kuliner untuk saat ini. Saya juga baru meluncurkan produk baru, Pure Lemon, yang menghadirkan sari lemon asli di dalam botol siap minum. Praktis untuk mereka yang ingin hidup sehat. Responsnya saat ini cukup baik, terutama untuk penjualan di marketplace,” pungkas Amir.