Hidup hemat, dengan menyesuaikan kemampuan dan mengurangi pengeluaran yang tidak perlu, bukan berarti kamu harus mengakhiri agenda bersosialisasi dan sama sekali tidak menikmati hiburan. Yang penting adalah kemampuanmu dalam mengelola gaji!

Baca juga: Puyo, Pimpin Pasar Dessert Pudding

Dalam menyusun anggaran keuangan pribadi sekaligus mengelola gaji, pos dana hiburan atau gaya hidup masuk kategori kebutuhan tersier. Bagaimanapun juga, setiap orang membutuhkan sarana relaksasi untuk melepaskan stres dari rutinitas sehari-hari. Karena itu, boleh-boleh saja menyisihkan dana untuk memenuhi kebutuhan ini selama tidak menyalip anggaran kebutuhan utama dan kewajiban rutin bulananmu.

Untuk kiat sukses mengelola dana pos hiburan dengan bijak, coba terapkan sejumlah langkah ini:

1. Tentukan prioritas dalam mengelola gaji

Jika saat ini kamu berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup setiap bulan, pengeluaran hiburan mungkin menjadi tempat pertama untuk dipangkas.

Ingat bahwa tujuan keuanganmu adalah dapat membayar “kebutuhan”, baru kemudian mengurus “keinginan”. Tentukan prioritas untuk mengatur rencana keuanganmu.

Gunakan penghasilan untuk terlebih dahulu membayar utang dan cicilan, membiayai pengeluaran rutin, dan tak lupa alokasikan untuk tabungan serta investasi. Ketika utang berkurang, maka kamu dapat perlahan-lahan menganggarkan sedikit lebih banyak untuk hiburan dan barang-barang non-esensial lainnya.

2. Tentukan anggaran

Ketika kamu membuat anggaran, catat total penghasilan bulananmu. Kemudian hitung biaya hidup kamu dan pembayaran utang, hal ini merupakan cara sederhana dalam mengelola gaji. Hasil pengurangan ini –usahakan juga dipotong untuk tabungan dan investasi — dapat dibelanjakan untuk berlibur, membeli pakaian, makan di luar, atau hiburan lainnya.

Beberapa penasihat keuangan menyarankan besar pos dana hiburan atau gaya hidup sebaiknya cukup 5-10 persen saja dari seluruh penghasilan. Ada juga metode 50-20-30, yaitu menyisihkan 50 persen terlebih dahulu untuk membayar kewajiban dan pengeluaran rutin, 20 persen untuk menabung dan berinvestasi, baru sisanya yang 30 persen dapat kamu pakai untuk kebutuhan lainnya termasuk hiburan.

Kamu juga bisa membuat rekening sendiri untuk pos gaya hidup atau hiburan ini supaya tidak mengganggu tujuan keuanganmu yang lain. Misalnya kamu ingin belanja tas bermerek atau smartphone terbaru, sisihkan sisa penghasilanmu ke rekening itu sampai jumlahnya mencukupi dan gunakan tabungan tersebut untuk membeli barang yang kamu inginkan.

3. Kreatif Cari Alternatif

Tidak semua hiburan harus mahal, lho. Banyak sekali pilihan hiburan minim biaya yang bisa kamu pertimbangkan untuk bersenang-senang di akhir pekan atau di waktu senggang seperti ini:

– Sebagian besar kota menawarkan berbagai acara gratis. Cek di internet tentang berbagai organisasi lokal untuk informasi tentang festival seni, konser, museum, dan acara lainnya yang terjangkau atau tidak dipungut biaya, di kotamu dan sekitarnya.

– Jika kamu adalah penggemar berat film, menonton bioskop tidak harus di akhir pekan, kok. Selain itu, sebaiknya juga kamu memilih bioskop yang tidak berlokasi di mal atau pusat kota. Jangan lupa juga untuk mengecek penawaran di aplikasi dompet digital, yang belakangan sering menghadirkan promo murah meriah untuk menonton film di bioskop.

– Makan di luar hampir selalu lebih mahal daripada bersantap di rumah. Jika ingin makan-makan sambil mengobrol dengan teman, mengapa tidak merencanakan agenda kumpul-kumpul di rumah, dan memasak secara patungan untuk menghemat biaya. Kabar baiknya, kamu bisa menekan harga dan menyesuaikan jenis makanan apa yang akan disantap. Selain itu, kamu juga bisa menyertakan agenda bermain game atau menonton film bersama.

– Tahukah kamu jika di Jakarta telah dibuka Perpustakaan Nasional yang merupakan terbesar di Indonesia, dan konon juga di Asia Tenggara? Institusi ini dapat dimanfaatkan sebagai tempat membaca yang nyaman, dengan koleksi buku sangat beragam. Tidak jarang bahkan ada buku-buku baru yang telah disimpan di sana, sehingga kamu pun tidak perlu lagi mengeluarkan uang berlebih untuk berbelanja di toko buku. Cukup baca di perpustakaan atau meminjam dalam jangka waktu tertentu dan kamu pun tidak akan kesulitan asupan buku.

– Singkirkan keanggotaan gym dan beralih ke olahraga komunal di kotamu. Ada banyak komunitas olahraga yang menawarkan keanggotaan terbuka untuk sama-sama berkeringat sehat. Beberapa taman kota juga mulai dilengkapi dengan perangkat olahraga, lapangan, dan jalur lari yang memadai, sehingga tidak alasan lagi untuk membayar mahal untuk berolahraga di ruangan AC.

Baca juga: Dulcet Patisserie, Raih Hati Penikmat Cake Artisan

Setelah tahu triknya, mengelola keuangan dan mengelola gaji jadi lebih mudah, kan?