Untukmu yang baru belajar mengelola gaji, mengetahui arti cara mengatur dana darurat adalah hal yang wajib dilakukan. Sesuai dengan namanya, dana darurat adalah dana siap sedia yang dapat sewaktu-waktu kamu pakai untuk keperluan darurat seperti saat kehilangan pekerjaan, terjadi musibah atau untuk biaya perawatan sakit keras.

Baca juga: Membangun Bisnis Hijab, Vanilla Hijab

Ketika kondisi di atas terjadi, dana darurat tentu akan habis terpakai. Namun sering juga dana darurat sudah ludes karena kamu keliru dalam mengelola gajimu untuk keperluan lain. Agar pundi-pundi dana darurat bisa pulih kembali dan kamu tetap punya “jaring pengaman” keuangan, lakukan cara berikut:

1. Susun rencana matang

Hal yang pertama harus kamu lakukan adalah menghitung berapa dana darurat tersisa dan berapa dana yang harus ditambahkan agar jumlah dana darurat kembali ideal. Beberapa perencana keuangan menyarankan kita memiliki dana darurat 6-12 kali pengeluaran per bulan.

Setelah mengetahui berapa besar dana yang dibutuhkan, susun rencana keuangan baru di mana kamu bisa menyisihkan uang lebih banyak setiap bulan. Usahakan untuk mengumpulkannya dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama. Jika memungkinkan segera kembalikan jumlah dana darurat sesuai kebutuhan selama satu atau dua tahun.

2. Kelola gaji dengan potong pengeluaran yang tidak perlu

Bagi mereka yang sudah menggunakan dana darurat tentu perlu upaya lebih keras untuk membangun kembali dana darurat ini. Periksa kembali pengeluaran rutin bulanan kamu dan temukan mana pengeluaran yang tidak perlu. Dana hasil penghematan tadi bisa kamu masukkan ke rekening tabungan khusus dana darurat.

Hitung berapa dana yang bisa kamu hemat dengan mengubah kebiasaan yang cukup menggerus penghasilan. Misalnya saja setiap hari kamu biasa membeli kopi dari kedai kopi seharga Rp40.000 per gelas untuk dibawa ke kantor. Dalam sebulan, artinya kamu menghabiskan 20 x Rp40.000 = Rp800.000 untuk kopi saja.

Coba ganti kebiasaan itu dengan membawa kopi sendiri dari rumah. Satu kantong bubuk kopi nusantara premium ukuran 200 gram dijual mulai dari harga Rp30.000 dan baru habis lebih dari sebulan jika kamu menyeduh segelas kopi sehari. Kalau masih ingin ngopi di kedai kopi, cukup lakukan sekali seminggu. Dengan mengubah kebiasaan ini, kamu bisa menghemat sekitar Rp600.000 per bulan.

3. Gunakan bonus atau rezeki nomplok

Di luar gaji bulanan, beberapa perusahaan memberikan bonus kepada karyawannya di akhir tahun, saat perayaan ulang tahun perusahaan, dan lain sebagainya. Kamu yang rajin lembur juga bisa mengumpulkan penghasilan lebih dari uang lembur.

Saat tiba-tiba menerima rezeki dalam jumlah besar, biasanya kita mudah tergoda untuk segera menghabiskannya. Untuk itu, kelola gajimu yang ‘ekstra’ ini untuk mencicil dana darurat agar cepat kembali pada kondisi ideal.

4. Tunda tujuan keuangan lainnya

Mungkin kamu sudah punya rencana jangka pendek seperti liburan atau renovasi rumah. Jika kamu sudah berkeluarga, bicarakan dengan pasangan untuk menunda rencana tersebut. Prioritaskan alokasi dana untuk mengembalikan dana darurat yang terpakai.

Tahun ini barangkali kamu harus mengorbankan dulu keinginanmu traveling ke destinasi impian. Tapi jika dana darurat sudah terkumpul kembali, jalan-jalan pun pasti akan jadi lebih tenang dan menyenangkan.

5. Sisihkan penghasilan dari pekerjaan sampingan

Bila kamu punya pekerjaan sampingan, penghasilan dari pekerjaan ini bisa digunakan untuk membangun kembali dana darurat. Belum punya pekerjaan sampingan? Mulailah berpikir untuk mengerjakannya demi memulihkan dana darurat lebih cepat.

Baca juga: Bisnis Aneka Rupa Amir Rizky

Ada banyak pekerjaan sampingan yang bisa kamu lakukan, mulai dari jadi penulis lepas, mengajar les privat, jualan online, dan lain-lain. Menghasilkan uang ekstra dari sesuatu yang kamu sukai tentu membuat pekerjaan jadi lebih ringan saat dikerjakan.

6. Jual beberapa barang yang tidak terpakai

Selain dari pekerjaan sampingan, kamu juga bisa menghasilkan uang dari menjual beberapa barang yang tidak lagi kamu butuhkan. Selain memperoleh uang tambahan untuk memulihkan dana darurat, hitung-hitung kamu juga bisa sekalian bersih-bersih rumah.

Dana darurat, sesuai namanya diperuntukkan bagi hal-hal yang sifatnya darurat. Oleh karena itu jangan sampai kamu gunakan untuk keperluan lain, apalagi yang sifatnya konsumtif. Sebab, butuh waktu untuk mengumpulkannya kembali sementara kondisi darurat dapat terjadi kapan saja. Oleh karenanya pintar-pintarlah mengelola gajimu!