Sebagai investor, kamu tentu ingin belajar investasi saham agar hasil investasimu berkembang baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Ada berbagai langkah yang dapat dilakukan untuk melipatgandakan hasil investasi, masing-masing memiliki tingkat risiko berbeda dan perlu menyesuaikan dengan kondisi pasar. Berikut ini beberapa cara di antaranya:

Baca juga: Ragam Bisnis Muda Amir Rizky

belajar investasi saham
belajar investasi saham

Pelajari investasi saham dan jangan buru-buru

Dalam berinvestasi saham, ada mitos bahwa trading dengan modal besar akan mendatangkan keuntungan besar pula. Namun kenyataannya tidak demikian, karena kunci untuk memperoleh lebih banyak untung adalah melakukan penelitian dengan baik pada saham dan mencari tahu saat yang tepat untuk membelinya. Ketika punya modal uang tunai dalam jumlah besar, berhati-hatilah dalam memilih saham. Setelah mendapatkan keputusan, jangan panik mendengar rumor di pasar saham. Ingat jika membeli dan menjual saham dengan terburu-buru, kamu tidak akan pernah mendapatkan hasil terbaik.

Akumulasi dalam jangka panjang

Dengan banyaknya ketidakpastian di pasar, investor tidak bisa mendapatkan harga naik terus menerus. Oleh karena itu investasi dalam jangka panjang juga merupakan pilihan bijak untuk melipatgandakan imbal hasil investasi.

Buatlah harapan yang masuk akal ketika memperkirakan imbal hasil investasi yang mungkin kamu peroleh. Landaskan asumsi tersebut berdasarkan data historis pergerakan pasar. Misalnya saja, menurut penelitian dari Sekolah Bisnis Stern di New York University, pengembalian atau return tahunan rata-rata indeks S & P 500 dari 1928 hingga 2016 adalah 11,42%. Dengan demikian, kamu dapat memperkirakan jangka waktu investasi untuk memperoleh keuntungan yang diharapkan.

Dengan berinvestasi secara jangka panjang, keuntungan akan terakumulasi meski pasar terus bergerak naik turun. Investasi saham akan memberikan hasil optimal dalam jangka panjang terlebih jika saham yang dikoleksi memiliki fundamental yang bagus.

Buru saham bagus dengan harga diskon

Saham-saham unggulan dengan kapitalisasi besar atau blue chip biasanya menjadi incaran investor karena harganya selalu cenderung naik setiap tahun. Namun ada kalanya pasar saham runtuh diguncang berita geopolitik atau krisis global. Harga saham-saham pun rontok, termasuk saham blue chip. Saat-saat inilah waktu yang tepat untuk membeli saham blue chip dengan harga diskon. Ketika harga kembali normal dan mengalami kenaikan lanjutan, kamu bisa mendapatkan imbal hasil berlebih.

Jalan aman

Obligasi tanpa kupon atau zero coupon bond menjadi pilihan untuk menaikkan hasil investasi dengan cara aman. Penerbit obligasi tanpa kupon tidak punya kewajiban membayarkan bunga atau kupon pada investor, tetapi hanya akan membayarkan pokok obligasi ketika jatuh tempo.

Untuk menarik investor, obligasi tanpa kupon ini sering dijual dengan harga diskon di pasar sekunder. Misalnya obligasi dengan harga nominal Rp100 juta didiskon menjadi Rp50 juta. Nilai obligasi tanpa kupon ini akan terus naik mendekati jatuh tempo, sehingga saat jatuh tempo penerbit obligasi akan membayar senilai harga nominalnya.

Satu manfaat yang banyak disukai pemegang obligasi tanpa kupon adalah ketiadaan risiko karena investor cukup menunggu obligasi jatuh tempo. Harga sudah pasti naik karena penerbit obligasi akan membayar kita dengan harga nominal.

Bedanya dengan obligasi biasa, investor memang akan menerima pembayaran kupon (bunga) secara berkala, misalnya setiap tiga atau enam bulan sekali sampai saat jatuh tempo. Namun bila menginginkan imbal hasil atau yield lebih besar, pemilik obligasi harus aktif memantau pergerakan suku bunga acuan dan kondisi ekonomi makro sehingga tahu kapan harus menjual obligasi di pasar sekunder. Sebab, harga dan yield obligasi sangat dipengaruhi oleh tingkat suku bunga acuan dan kondisi ekonomi makro.

Rajin trading dalam jangka pendek

Berkebalikan dengan investor yang memilih cara aman investasi dalam jangka panjang, beberapa investor memilih trading jangka pendek dengan memanfaatkan fluktuasi pasar untuk mendapat keuntungan berkali lipat.

Investor tipe ini bersedia menanggung risiko yang lebih besar. Investor yang masuk kategori agresif ini percaya bahwa cara tercepat untuk memperbesar portofolio adalah dengan melakukan jual beli saham kapitalisasi kecil yang pergerakannya sangat fluktuatif. Terus menerus belajar ilmu berinvestasi saham dan memahami pergerakan pasar adalah salah satu kunci mengoptimalkan hasil investasimu. Yang penting, jangan takut untuk mencoba berinvestasi, mulai dari sekarang.