Banyak instrumen investasi yang ditawarkan dan bisa kamu pilih demi mendapatkan hasil yang diinginkan, mulai dari instrumen investasi di sektor keuangan hingga komoditas. Salah satu instrumen investasi sektor komoditas yang paling diminati dari dulu hingga sekarang adalah emas.

Investor atau calon investor tertarik dengan instrumen investasi jenis ini lantaran emas memiliki beragam manfaat dibanding instrumen lain.

Baca juga: Vanilla Hijab Atina Maulina

Beberapa keuntungan investasi emas misalnya karena memiliki daya tahan terhadap arus inflasi dan pergerakan harganya tidak tergantung pada kebijakan pemerintah, sehingga harganya akan tetap stabil.

Di samping itu, emas juga bisa dijadikan jaminan dan mudah diuangkan jika kamu membutuhkan dana tunai dalam waktu cepat.

Saat ini ada sejumlah cara berinvestasi emas yang sedang tren. Penasaran? Untuk mengetahui setiap investasinya dengan lebih jelas dan mana yang sesuai dengan kamu, simak dulu, yuk, pembahasan berikut ini.

1. Membeli Emas

Cara klasik dan konvensional dalam investasi emas yang sudah dilakukan sejak dahulu adalah dengan membeli emas dalam bentuk fisik, baik dalam bentuk koin, batangan, atau perhiasan.

Untuk emas batangan atau koin, kamu bisa membelinya di Antam, Pegadaian, bank, atau toko emas dan memilihnya sesuai dengan berat yang diinginkan. Semakin tinggi tingkat kemurnian emas — yang dihitung dengan satuan karat — maka semakin mahal harganya.

Sementara jika kamu memilih membeli emas dalam bentuk perhiasan seperti kalung, cincin, gelang atau perhiasan lainnya, itu berarti selain investasi kamu juga mendapatkan prestise. Namun untuk menghindari penipuan, pastikan membelinya di perusahaan atau toko yang kredibel dan terpercaya, serta mendapatkan bukti pembelian atau sertifikat resmi.

Bila kamu membeli emas perhiasan, ada biaya ekstra di luar hitungan berat dan tingkat kemurnian emasnya. Yup, alasannya kamu diharuskan membayar “ongkos” pembuatan perhiasan. Semakin rumit bentuknya, maka semakin mahal pula ongkosnya.

Kebalikannya, bila kamu menjual emas berbentuk perhiasan, maka harga yang dipatok adalah untuk berat emasnya saja alias “ongkos” pembuatan emas itu hilang.

Sehingga bila kamu memang ingin berinvestasi dalam bentuk emas, disarankan untuk membeli emas dalam bentuk batangan saja, sehingga tidak perlu membayar ongkos pembuatan perhiasan.

2. Menabung Emas

Jenis lainnya dari investasi ini adalah menabung emas. Jika memilih model ini maka kamu harus disiplin membeli emas secara teratur dan konsisten. Misalnya, kamu membeli emas 5 gram atau 10 gram setiap bulan dan menabungnya hingga lima tahun atau lebih demi mendapatkan keuntungan optimal.

Kamu bisa membuat tabungan emas di bank, Pegadaian, atau menyimpan sendiri. Jika kamu serius untuk menabung emas, sebaiknya menyimpan di perusahaan atau lembaga yang kredibel supaya lebih aman dan bisa lebih konsisten untuk menabung. Apalagi sekarang menabung emas juga bisa dilakukan dengan mendebit rekening.

Kalau menyimpan emas sendiri, belum tentu kamu bisa konsisten. Selain itu menyimpan emas sendiri juga memiliki potensi hilang karena dicuri.

3. Kredit Emas

Tak cuma menabung emas, kamu kini juga bisa mencicil alias kredit emas. Saat ini banyak bank syariah , bank konvensional hingga PT Pegadaian menawarkan kredit emas. Besaran kredit emas minimal 10 gram dengan besaran harga yang berlaku saat kamu memulai akad kredit.

Ini jadi solusi untuk kamu yang punya dana pas-pasan untuk berinvestasi emas.

Untuk bisa kredit emas, kamu diharuskan membayar uang muka sebesar 20 persen dari total harga emas yang kamu incar. Selain uang muka itu, kamu juga diminta untuk membayar asuransi, administrasi dan materai.

Setelah itu kamu wajib mencicil harga sisa dari emas tersebut setiap bulan, sementara fisik emas itu akan disimpan oleh pihak bank sampai kamu melunasinya. Bagaimana kalau kamu gagal melunasi cicilan? Nah, bila itu terjadi, emas tersebut akan dilelang atau ditarik pihak bank.

Sekilas menabung dan kredit emas terkesan sama yaitu pembeliannya bisa dicicil melalui mendebit rekening. Tapi ada beberapa perbedaannya, salah satunya menabung emas tidak perlu membayar uang muka dan jangka waktunya lebih fleksibel. Investor yang menabung emas tidak perlu membayar bunga cicilan seperti pada kredit emas dan tidak akan dikenakan penalti jika dapat melunasi emas lebih cepat.

Baca juga: Peruntungan Ayam Potong Tulus Joko Sarwono

4. Trading Emas

Emas saat ini tidak hanya diinvestasikan dalam bentuk fisik saja. Trading emas merupakan model investasi emas secara elektronik atau online, di mana investor tidak akan memegang fisik emas namun bisa mendapatkan keuntungannya.

Jika dibandingkan dengan menabung emas, trading emas berpeluang mendapatkan keuntungan lebih besar dalam waktu singkat. Itu karena kamu bisa bertransaksi dengan posisi menjual atau membeli tanpa dipengaruhi ketersediaan barang. Namun trading emas juga memiliki risiko besar jika salah dalam menentukan posisi trading. Karena itu, jika kamu memilih investasi emas model ini, disarankan untuk mengelola risiko sesuai dengan profil diri sendiri, percaya diri, dan lakukan analisis mendalam.

Bagaimana? Kamu siap berinvestasi emas?