Investasi yang teratur, disiplin, dan bijak dalam portofolio kepemilikan yang beragam dapat menghasilkan pengembalian jangka panjang yang baik untuk masa pensiun dan memberikan penghasilan tambahan di sepanjang kehidupan investor.

Baca juga: Putri Indah Sari Tanjung, Berwirausaha Sejak Muda

Kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang dunia investasi sering dijadikan alasan untuk tidak berinvestasi. Masalah ini dapat diatasi melalui belajar mandiri melalui internet atau di kelas-kelas investasi yang ditawarkan oleh berbagai sumber, termasuk perguruan tinggi, perusahaan sekuritas, dan perencana keuangan.

Semakin awal kamu memulai investasi, semakin banyak waktu bagi investasi kamu untuk berkembang dan bertambah nilainya. Pahami prinsip tersebut dan strategi lainnya untuk mengelola portofolio investasimu berikut ini:

1. Alokasi Aset Berisiko Lebih Banyak

Untuk dapat imbal hasil lebih besar tentu investor muda harus menanamkan dananya di aset berisiko tinggi seperti saham. Aset berisiko tinggi lebih cocok untuk investor usia muda karena umumnya belum punya tanggungan keluarga, tagihan listrik, biaya pendidikan anak, hingga biaya cicilan KPR. Manfaatkan momen ini untuk memperbanyak investasi pada aset-aset berisiko tinggi di pasar keuangan. Karena saat kewajiban keuangan kamu bertambah, akan makin sedikit ruang untuk berinvestasi.

2. Diversifikasi

Sebarkan risiko investasi dengan menanamkan danamu di berbagai instrumen investasi. Begitu pula jika kamu berinvestasi saham. Isi portofolio kamu dengan beberapa saham dari perusahaan yang berbeda. Dengan begitu, jika satu atau dua saham mengalami penurunan, portofolio kamu tidak akan terlalu terpengaruh.

Selain saham, kamu juga perlu mengisi portofolio investasimu dengan produk pasar modal lainnya seperti surat utang atau obligasi agar risiko investasi merata. Obligasi dengan rating AAA merupakan investasi yang baik untuk jangka panjang, baik yang diterbitkan perusahaan swasta atau pemerintah. Obligasi pemerintah jangka panjang, misalnya, aman dan membayar tingkat pengembalian yang lebih tinggi daripada obligasi jangka pendek dan menengah.

3. Disiplin dan Teratur

Pastikan kamu menyetorkan uang ke dalam rekening investasi secara teratur dan berdisiplin. Disiplin dalam arti jangan mencairkan reksa dana sebelum usia pensiun. Sementara menyetor dana investasi secara reguler akan memberi imbal hasil lebih banyak daripada menaruh investasi dalam jumlah besar sekaligus.

Buatlah program autodebet dari rekening tabungan per bulan untuk menambah dana investasi. Sebagai contoh, asumsikan kamu berinvestasi Rp200 ribu setiap bulan dimulai pada usia 25 tahun. Jika kamu memperoleh 7% imbal hasil tahunan atas uang itu, ketika kamu berusia 65 tahun, hasil investasi kamu akan menjadi sekitar Rp525 juta. Yang perlu kamu ingat, jangan mencairkan reksa dana di tengah periode investasi karena tentu akan mengganggu perhitungan imbal hasil investasi.

4. Sisihkan dana tunai

Menyiapkan dana tunai penting sekali untuk memaksimalkan hasil investasi. Bila ada harga saham perusahaan bagus sedang turun dalam maka merupakan saat yang tepat untuk membeli. Namun jika saat itu kamu tidak memiliki dana tunai maka hilanglah kesempatan memiliki saham bagus tersebut.

Karena itu ketersediaan dana tunai sangat penting dalam mengelola investasi. Strategi demikian untuk mengantisipasi munculnya kesempatan membeli aset bagus dengan harga diskon. Karena itu ada istilah “Cash is The King“, yaitu ketika kamu memiliki cukup uang kas atau tunai, kamu akan memiliki fleksibilitas dan kemudahan dalam hal keuangan termasuk berinvestasi.

5. Alokasi Aset dan Rebalancing

Keunggulan investasi sejak muda adalah kamu bisa mencoba berbagai strategi keuangan. Dalam kurun waktu setahun kamu bisa mengevaluasi hasil investasi pada akhir tahun. Dari evaluasi ini kamu bisa merealokasi aset-aset investasi dengan menambah bobot aset yang sedang bagus prospeknya atau mengurangi bobot aset yang sedang tidak bagus harganya.

Baca juga: Ayu Lestari Populerkan Pisang Sale Aceh

Ada saatnya nilai aset investasimu kompak menurun, misalnya di saat perlambatan ekonomi global. Harga saham, obligasi, juga properti, menjadi anjlok. Saat situasi ekonomi susah, aset yang masih memberikan peluang keuntungan adalah emas. Dengan pengelolaan yang baik, investasimu akan membawamu melaju menuju masa depan yang cerah.