Di zaman serba digital seperti saat ini, saluran belanja online menjadi salah satu segmen bisnis yang terus berkembang pesat. Banyak konsumen merasa terbantu menemukan produk-produk yang dibutuhkannya, tanpa perlu bersusah payah keluar masuk toko. Dari sekian banyak platform belanja online, Sale Stock menawarkan konsep belanja fashion murah berkualitas dengan jaminan layanan prima. Produk-produknya diambil sebagian dari mitra produsen, dan sebagian lainnya dari hasil menjahit rancangan sendiri dengan rekanan penjahit.

Baca juga: Pisang Sale Aceh, Ayu Lestari

Jenis pakaian yang ditawarkan umumnya berupa koleksi basic, mulai dari pakaian santai sehari-hari hingga setelan kantor yang bisa dipadu-padan. Adapun komposisinya produknya, 70 persen untuk konsumen wanita, dan sisanya pria.

Berbicara mengenai awal mula terbentuknya Sale Stock, Stanislaus Tandelilin menuturkan bahwa Sale Stock adalah buah gagasan dari kawan karibnya, Lingga Madu, tahun 2013 silam. Kala itu, istri sahabatnya tersebut, Ariza Novianti, melahirkan anak pertama.

“Ariza sempat mengalami kenaikan berat badan secara signifikan saat hamil. Setelah melahirkan dan kembali ke bentuk tubuh semula, ia kebingungan mengurus pakaian-pakaian besar yang sudah tidak terpakai,” ujar Stanislaus.

“Suaminya (Lingga) kemudian mengusulkan untuk membuka Fan Page Sale Stock di Facebook. Tak hanya baju-bajunya ia juga menjual produk fashion yang dibeli di mal saat diskon besar-besaran, untuk dijual kembali di Facebook Page,” lanjutnya.

Pada Mei 2014, Ariza dan Lingga memutuskan fokus di bisnis fashion online dengan mendirikan Sale Stock Tangerang. Seiring dengan perkembangan pesat bisnis tersebut, keduanya kemudian meninggalkan karier mapan di perusahaan swasta untuk mantap membesarkan Sale Stock. Stanislaus pun diajak bergabung untuk mengembangkan teknik pemasaran efektif.

Mengulik Rahasia Diskon

Selain karena permintaan pelanggan yang pesat, Sale Stock juga dibangun dari rasa penasaran mereka bertiga mengapa banyak peritel modern sering memberi diskon besar-besaran. Stanislaus, Lingga dan Ariza tergelitik untuk mencari tahu harga riil produk yang dijual murah tersebut. Mereka yakin produsen tidak mungkin menjual barang untuk merugi.

“Lingga yakin bahwa pasti tetap ada untung meski (produk) sudah diobral habis-habisan. Semua ide ini berawal dari obrolan santai kami,” kata Stanislaus. Mereka kemudian berkeliling ke berbagai konfeksi, mulai dari skala UKM hingga pabrik berkapital besar yang mengerjakan pesanan merek-merek terkenal. Dari gerilya ini, ketiganya lalu memutuskan melakukan gebrakan dengan mendirikan situs belanja online yang menjual beragam produk fashion wanita berkualitas, namun dengan harga terjangkau.

“Kami ingin menawarkan harga fashion yang murah sehingga semua wanita Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, bisa menikmati kualitas produk yang sama,” ujar Stanislaus.

E-Commerce Berlandaskan Teknologi Kecerdasan Buatan

Diungkapkan oleh Stanislaus, rahasia lain di balik kesuksesan Sale Stock saat ini adalah penggunaan teknologi kecerdasan buatan —artificial intelligence (AI)– untuk berinteraksi langsung dengan konsumen. “Kami punya konsep harga jujur, di mana semua produk dijual dengan harga tidak jauh berbeda dengan ongkos produksi, sehingga jauh dari risiko buffer (selisih harga tajam). Siasatnya adalah dengan menggunakan bantuan AI, yang bisa memetakan dan memprediksi barang-barang yang akan laku,” terang Stanislaus.

Stenny –sapaan akrab Stanislaus– menjelaskan bahwa ketika konsumen masuk ke situs Sale Stock, mereka dapat melihat sebuah chatbox merah kecil di pojok kanan bawah. Chatbox memunculkan pesan dari seorang petugas customer service bernama Soraya –nama anak pasangan Lingga dan Ariza– yang akan menawarkan bantuan. Apapun yang konsumen tanyakan, mesin AI ini akan menjawab sesuai dengan kebutuhan.

“Tujuan utama penggunaan AI ini adalah agar konsumen bisa langsung disuguhkan dengan berbagai rekomendasi pakaian yang menyerupai preferensinya, sesuai dengan selera dan keinginan mereka,” ujar pria lulusan Universitas Gadjah Mada ini. Impian Stanislaus dan pasangan Lingga-Ariza –serta dua pendiri lainnya– diwujudkan dengan dukungan metode algoritma, yang bisa mencatat setiap aktivitas dan pembelian pengunjung.

“Dari data yang didapat, akan diciptakan sebuah katalog personal untuk setiap konsumen Sale Stock. Algoritma ini yang menjadi ramuan rahasia Sale Stock, agar semua pakaian yang direkomendasikan sesuai dengan selera pembeli,” lanjutnya menjelaskan.

Mengambil Margin Tipis

Lewat Sale Stock, ketiganya terobsesi menyediakan baju berkualitas tinggi dan terjangkau untuk semua wanita Indonesia. Visi tersebut dituangkan dalam slogan yang berbunyi: “Baju cantik, kualitas mal, harga jujur”. Ketiganya menjamin bisa menghadirkan lebih dari separuh harga untuk barang serupa yang dijual di mal.

“Kami mengambil margin tipis,” tutur Stanislaus. “Sale Stock menggunakan prinsip cost-leadership untuk menyediakan baju berkualitas dengan harga jujur dan bebas biaya pengiriman untuk semua wanita di Indonesia,” lanjutnya.

Pengiriman sampai Papua pun, menurut Stanislaus, tetap tanpa biaya dan dengan harga produk serupa seperti yang berlaku untuk konsumen Jakarta dan kota-kota lainnya. Hanya dalam tempo setahun sejak berdiri pada 2014, Sale Stock telah menjadi bagian dari salah satu startup di bidang fashion mobile commerce dengan perkembangan luar biasa. Saat ini, Stanislaus menyebut bahwa perusahaan yang dirintisnya itu telah mencapai engagement rate lebih dari 50 persen melalui Facebook dan mendapatkan 10.000 ulasan positif dari pelanggan.

Sale Stock yang pada awalnya dijalankan dari garasi rumah Lingga, kini memiliki enam kantor yang tersebar di Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Singapura, serta satu gudang. Mereka juga memiliki lebih dari 50 mitra bisnis yang terdiri dari para pemasok dan konfeksi, baik kelas UKM maupun pabrik besar.

Didukung tim yang solid, Sale Stock fokus pada platform startup mobile-commerce yang menerapkan prinsip cost-leadership (efisiensi harga) dan memanfaatkan kekuatan media sosial. “Sale Stock menghilangkan perantara, memotong biaya promosi dan fokus berjualan secara online. Kami meminimalkan biaya dan menyimpan semua keuntungan untuk peningkatan kualitas layanan terhadap pelanggan kami. Dengan prinsip ini, kami dapat menawarkan harga sejujur-jujurnya,” ungkap Stanislaus.