Kalau sedang traveling ke tempat yang jauh dan belum pernah kamu kunjungi, pasti kamu akan melihat peta untuk mengecek arah perjalanan. Begitu juga manfaat mengecek kondisi keuangan di akhir atau awal tahun. Apakah kamu sudah berada di jalan yang benar untuk mencapai tujuan keuanganmu? Simak, yuk, cara pemula mengecek kondisi keuangan berikut ini.

Tinjau Lagi Tujuan Keuanganmu

Apakah kamu sudah menentukan tujuan yang ingin kamu capai dalam jangka pendek, menengah, dan panjang? Kalau belum, sekarang saatnya menentukan tujuan-tujuan tersebut. Jika sudah, apakah perkembangannya sudah sesuai dengan target yang kamu tentukan? Jika belum mencapai target, apakah kamu tahu di mana letak kesalahannya? Setelah meninjau tujuan keuanganmu, catat perubahan yang kamu inginkan untuk rencana setahun ke depan.

Cermati Perubahan dalam Kehidupan Pribadimu

Menikah, punya anak, baru membeli rumah, atau pindah kerja adalah beberapa hal dalam kehidupan pribadi yang akan memengaruhi kondisi keuanganmu. Dengan perubahan tersebut, mungkin saja kamu harus mengubah rencana anggaran keuangan bulananmu, dan menyesuaikan lagi pengeluaran, tabungan, serta investasimu. Sebagai panduan, kamu juga bisa melihat tips cara pemula menyusun rencana anggaran keuangan di portal ini.

Lindungi Aset-asetmu

Selanjutnya, cek apakah aset-asetmu sudah terlindungi. Aset yang paling penting tentu saja jiwa dan kesehatan, baru kemudian aset lain seperti properti atau kendaraan. Instrumen perlindungan aset seperti asuransi jiwa, kesehatan, atau properti akan mengantisipasi risiko yang mungkin menimpamu. Misalnya saja, asuransi jiwa akan memberikan sejumlah nilai pertanggungan jika kamu meninggal atau cacat sehingga tidak bisa bekerja lagi. Hal ini terutama penting bila kamu sudah berkeluarga dan jadi pencari nafkah utama.

Evaluasi Kinerja Investasimu

Bila kamu sudah mulai berinvestasi, lihat kembali catatan kinerja investasimu selama setahun lalu. Hitung imbal hasil masing-masing investasimu, apakah sudah sesuai dengan target yang kamu tentukan dan jadi investasi menguntungkan? Apakah kamu puas dengan imbal hasil yang diberikan dibandingkan dengan kondisi pasar secara keseluruhan? Jika kamu merasa instrumen investasi tersebut terus merugi, ini saatnya untuk mengubah strategi investasi.

Evaluasi Utang-utangmu

Coba hitung kembali jumlah cicilan atau utang yang harus kamu bayarkan setiap bulan. Para penasihat keuangan menyarankan jumlah utang tidak boleh melebihi 30 persen dari pendapatan kita supaya kondisi keuangan tetap sehat. Jika ternyata kamu sudah kepayahan membayar utang setiap bulan, artinya kamu juga perlu mengevaluasi pos pendapatan dan pengeluaran. Kencangkan lagi ikat pinggang dan cari tambahan pendapatan agar bisa segera melunasi utang-utangmu.

Cek Ketersediaan Dana Darurat

Kondisi darurat seperti masuk rumah sakit atau terkena PHK akan sangat memengaruhi keuanganmu. Oleh karena itu kamu perlu menyediakan pos dana darurat yang direkomendasikan para perencana keuangan sejumlah 6-12 kali pengeluaran dalam sebulan. Seringkali kita sudah menyisihkan dana darurat, tapi terpakai untuk keperluan yang lain. Jika hal ini terjadi, pos dana darurat harus segera diisi kembali.

Baca juga: Bisnis Retail Paulina Katarina

Tinjau Rencana Dana Pensiun

Saat mengecek kondisi keuangan tahunan, tinjau juga rencanamu mengumpulkan dana pensiun. Sepertinya pensiun memang masih jauh, tapi dananya perlu dikumpulkan sejak dini, terutama jika kamu ingin tetap hidup nyaman setelah tidak bekerja lagi nantinya. Bila kamu sudah diikutkan program dana pensiun dari kantor, bisa kamu tambah jumlahnya dengan hasil dari investasi jangka panjang, seperti reksa dana saham.

Bagaimana, mudah bukan cara pemula mengecek kondisi keuangan ini? Ayo periksa kondisi finansialmu sekarang juga. Jika belum “sehat”, kamu dapat segera memperbaikinya di tahun yang baru.