Utang merupakan kewajiban yang harus dilunasi dan melunasi utang merupakan salah satu prioritas dalam mengelola keuangan. Tetapi ada hal lain yang tidak kalah pentingnya dalam mengatur cashflow atau arus kas bulanan, yaitu investasi aman.

Baca juga: Rahasia Banting Harga Ala Sale Stock

Terkadang kamu menghadapi dilema apakah akan membayar utang saat punya kelebihan uang tunai atau menginvestasikan uang itu untuk mencapai tujuan keuangan mulai dari membeli kendaraan pribadi, membeli rumah, hingga merencanakan dana hari tua.

Jika kamu menghabiskan sebagian besar gaji untuk membayar utang, kamu tidak dapat mengumpulkan cukup aset untuk pensiun. Sebaliknya, jika terlalu agresif investasi, kondisi keuangan kamu juga bisa menjadi tidak sehat karena utang makin membengkak akibat bunga pinjaman yang terus berjalan.Untuk memutuskan apakah akan membayar utang atau berinvestasi, kamu harus mempertimbangkan opsi investasi, toleransi risiko, dan situasi arus kas kamu.Tidak semua utang sama karakteristiknya. Jenis utang yang kamu miliki memengaruhi keputusan apakah harus melunasinya sesegera mungkin atau dapat dialokasikan untuk investasi aman.

Investasi versus utang jangka panjang

Untuk utang jangka panjang seperti KPR, jika kamu punya uang berlebih sebaiknya tahan keinginan untuk mengurangi pokok utang KPR. Uang itu bisa kamu manfaatkan untuk menambah investasi di reksa dana seperti reksa dana saham guna menambah dana persiapan pensiun.

Sepanjang kamu bisa lancar membayar cicilan KPR dengan dukungan pekerjaanmu yang kian mapan, tidak ada salahnya mengalokasikan dana juga untuk jaminan hari tua.

Investasi aman versus utang kartu kredit

Jika dihadapkan pada pilihan investasi atau bayar utang kartu kredit maka pilihan tepat adalah melunasi utang kartu kredit karena bank mengenakan bunga tinggi pada tagihan bulanan kartu kredit. Membayar utang kartu kredit akan mengurangi jumlah bunga yang kamu bayarkan dibandingkan menundanya atau hanya membayar minimum payment.

Membayar jumlah minimum utang kartu kredit sepertinya jadi solusi bila kamu masih punya banyak kewajiban lain. Tapi utang kartu kreditmu yang belum lunas akan terus berbunga juga. Jadi utang jenis ini memang perlu dilunasi terlebih dahulu, baru setelah itu kamu bisa mulai berinvestasi.

Rasio bunga utang dan keuntungan investasi

Membandingkan besar bunga pinjaman dengan potensi imbal hasil investasi dapat menjadi salah satu pertimbangan mendahulukan membayar utang atau berinvestasi.

Jika kamu memiliki portofolio investasi menguntungkan karena imbal hasil uang yang diinvestasikan lebih tinggi daripada bunga pinjaman, maka investasi akan menjadi pilihan yang lebih baik. Misalnya, dengan trading saham jangka pendek kamu memperhitungkan dapat memperoleh imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan bunga utang KPR bulananmu.

Begitu pula halnya jika kamu seorang wirausaha. Mungkin akan lebih baik berinvestasi lebih dahulu pada bisnis, baru kemudian mencicil utang jangka panjang yang kamu miliki.

Baca juga: Ragam Bisnis Amir Rizky

Membangun dana darurat dan mengelola utang

Penasihat keuangan menyarankan bahwa idealnya kita harus memiliiki dana darurat setidaknya enam kali pengeluaran bulanan dalam bentuk tunai. Selain itu, rasio utang terhadap pendapatan bulanan tidak melebihi 25% hingga 33% dari pendapatan.

Sebelum mulai berinvestasi atau mengurangi utang, sebaiknya kamu membangun dana darurat ini terlebih dahulu, sehingga kamu dapat menghadapi setiap kejadian tak terduga yang terjadi dalam hidupmu.

Karena itu, jika rasio utang terhadap pendapatan kamu terlalu tinggi, fokuslah untuk membayar utang sebelum kamu berinvestasi. Jika kamu telah membangun dana darurat dan memiliki rasio utang terhadap pendapatan yang masuk akal, kamu dapat memulai investasi aman dan nyaman.