Banyak orang yang ketika mendapatkan “durian runtuh” alias rezeki melimpah dadakan, bingung akan dialokasikan ke mana uangnya. Dibanding untuk berfoya-foya, ada baiknya menginvestasikan dana tersebut supaya lebih menguntungkan.

Baca juga: Audrey Maximilian Dan Startup Curhatnya

Salah satu instrumen investasi yang bisa kamu pilih saat sedang berkantong tebal adalah deposito. Alasan disarankan memilih deposito karena tingkat suku yang diberikan lebih besar dibanding menabung di bank.

Selain itu, investasi di deposito pun minim risiko sehingga uang kamu bisa terus berkembang. Kendati demikian, uang yang disimpan dalam bentuk deposito tidak bisa sewaktu-waktu diambil seperti ketika menabung di bank. Kamu atau nasabah hanya bisa menariknya setelah berakhirnya jangka waktu atau periode yang telah disepakati dengan pihak bank.

Bagi kamu yang tertarik untuk investasi dalam bentuk instrumen investasi ini, sebaiknya ketahui beberapa hal berikut supaya deposito yang kamu pilih menguntungkan:

1. Pilih bank dengan reputasi baik

Kamu sebaiknya mencari tahu reputasi bank yang menawarkan instrumen deposito. Supaya lebih aman, kamu bisa memilih bank-bank pemerintah alias Badan Usaha Milik Negara (BUMN), bank swasta nasional atau asing unggulan dengan reputasi dan laporan keuangan positif.

Pemilihan bank dengan reputasi dan keuangan yang sehat demi menghindari risiko bank bangkrut di kemudian hari. Bank bereputasi baik biasanya juga memberikan pelayanan yang baik bagi nasabahnya.

2. Cari yang menawarkan bunga menarik

Kamu bisa mencari tahu dan membandingkan tingkat bunga deposito yang diberikan masing-masing bank. Pilihlah bank yang menawarkan tingkat suku bunga deposito menarik. Namun jangan tergiur hanya dengan tawaran bunga tinggi, reputasi bank pun harus menjadi pertimbangan utama.

Justru jika ada bank yang memberikan suku bunga kelewat tinggi, kamu perlu curiga dan berhati-hati karena tingginya keuntungan yang diberikan sejalan dengan risikonya. Demi keamanan berinvestasi di deposito, sebaiknya pilih deposito dengan suku bunga maksimal sesuai dengan jaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

3. Pilih deposito yang sesuai

Ada beberapa pilihan jangka waktu atau periode deposito yang ditawarkan bank, mulai 1 bulan hingga 24 bulan. Makin lama periodenya, biasanya makin besar bunga yang diberikan.

Soal ini, sebaiknya sesuaikan dengan kebutuhan atau perencanaan keuangan kamu. Jangan diambil sebelum periode berakhir lantaran ada sejumlah bank yang akan memberikan biaya pinalti. Kalau sudah begitu tentu merugikan, bukan?

Deposito berjangka ini dapat diperpanjang berdasarkan permintaan nasabah maupun diperpanjang otomatis (automatic roll over). Saat membuat deposito, pihak bank akan menanyakan apakah nasabah ingin memperpanjang deposito secara otomatis atau tidak. Jika otomatis, maka setiap jatuh tempo pihak bank akan langsung memperpanjang deposito tanpa perlu bertanya lagi pada nasabah.

Selain deposito berjangka, ada juga sertifikat deposito dan deposito on call.

Sertifikat deposito sama seperti deposito berjangka soal jangka waktunya, namun deposito jenis ini disertai dengan sertifikat yang bisa digunakan untuk diperjualbelikan atau dipindahtangankan ke pihak lain. Pencairan bunga deposito ini pun bisa dilakukan di muka.

Sementara deposito on call sering pula disebut dengan deposito harian, yaitu simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan dengan pemberitahuan lebih dahulu kepada bank, misalnya sehari, tiga hari, seminggu atau jangka waktu lain yang disepakati.

Nilai dana yang disimpan dalam deposito ini biasanya cukup besar misalnya minimum Rp100 juta dan besar bunganya dihitung per bulan sesuai negosiasi nasabah dengan bank. Tiap bank biasanya menerapkan bunga deposito on call secara berbeda-beda.

4. Pilih yang memberikan kemudahan

Ada baiknya kamu mengetahui persayaratan dan ketentuan untuk membuka deposito dan bandingkan dengan beberapa bank, lalu pilih yang memberikan persyaratan dan ketentuan paling mudah. Misalnya soal syarat pencairan deposito, mengingat simpanan dalam bentuk deposito tidak bisa diambil sewaktu-waktu. Selain itu, perhatikan juga apakah ada biaya tambahan, seperti biaya administrasi dan biaya penalti jika terjadi penarikan uang sebelum jatuh tempo.

Baca juga: Banting Harga Ala Sale Stock

Deposito bisa jadi pilihan untuk kamu yang ingin berinvestasi secara sederhana dan minim risiko. Padukan juga dengan instrumen investasi lainnya agar dana investasimu berkembang dengan optimal.