Salah satu instrumen investasi yang mungkin sering kamu dengar adalah reksa dana. Reksa dana adalah wadah untuk menghimpun dana dari investor, yang kemudian dana itu diinvestasikan ke dalam bentuk portofolio investasi.

Dalam reksa dana, ada manajer investasi (MI) yang akan membantu mengelola dana kamu. Sebagai investor kamu bisa memilih menginvestasikan uangmu ke reksa dana jangka panjang, jangka menengah, atau jangka pendek. Tentu saja sesuai dengan kebutuhanmu.

Baca juga: Kiat Mengoptimalkan Portofolio Investasi

Seperti layaknya jenis investasi lainnya reksa dana ternyata juga punya sejumlah istilah yang kedengaran asing bagi investor pemula. Tetapi jangan khawatir, berikut ini akan diulas beberapa istilah dalam reksa dana yang patut kamu ketahui sebelum menginvestasikan dana ke instrumen yang satu ini:

1. Manajer investasi

Menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995, Pasal 1 ayat 11 tentang Pasar Modal, manajer investasi adalah pihak yang kegiatan usahanya mengelola portofolio efek untuk para nasabah atau mengelola portofolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah, kecuali perusahaan asuransi, dana pensiun, dan bank yang melakukan sendiri kegiatan usahanya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Lebih simpelnya, manajer investasi adalah perusahaan yang sudah mendapat izin dari pemerintah Indonesia untuk mengelola dana investor yang akan diinvestasikan ke sejumlah portofolio efek, sesuai dengan profil risiko investor bersangkutan. Profesional di perusahaan manajer investasi adalah orang yang memiliki keahlian khusus dalam pengelolaan investasi dan memiliki sertifikasi profesi wakil manajer investasi (WMI).

2. Portofolio efek

Umumnya efek merupakan sebutan untuk surat-surat berharga yang diperdagangkan seperti saham, obligasi, unit penyertaan reksa dana, obligasi dan lainnya. Jadi portofolio efek adalah kumpulan efek atau surat berharga yang dimiliki perorangan atau badan. Masing-masing jenis reksa dana memiliki portofolio berbeda yang membentuk karakternya. Misalnya reksa dana saham, mayoritas terdiri dari saham.

3. Unit penyertaan

Unit penyertaan adalah satuan transaksi reksa dana, yang menunjukkan kepemilikan kamu di dalam reksa dana tersebut. Saat membeli reksa dana, kamu akan mendapatkan unit penyertaan dari manajer investasi. Semakin banyak reksa dana yang dibeli, maka unit penyertaan akan semakin banyak. Banyaknya unit penyertaan yang bisa kamu dapatkan tergantung dari harga nilai aktiva bersih (NAB) pada hari di mana kamu membeli reksa dana.

Contohnya seperti ini. Misalnya seorang investor pemula berinvestasi sejumlah Rp1.000.000 di sebuah reksa dana saham dengan NAB awal sebesar Rp1.000 per Unit Penyertaan. Jumlah unit yang dimiliki investor tersebut ditetapkan setelah dana investasi Rp1.000.000 dikurangi fee manajer investasi, kemudian dibagi dengan NAB awal.

Jika fee manajer investasi adalah 0,1 persen, maka investasi bersih investor tersebut adalah Rp999.000 dan dia memiliki 999 Unit Penyertaan yang diperoleh dari Rp999.000 dibagi Rp1.000.

4. Nilai Aktiva Bersih (NAB)

NAB kerap disebut dengan asset under management (AUM) atau jumlah dana kelolaan. NAB menunjukkan total semua uang yang terkumpul pada suatu reksa dana yang dikelola oleh perusahaan manajer investasi. Bila disebut dana kelolaan reksa dana, artinya total dana kelolaan pada suatu reksa dana, tapi jika disebut NAB Manajer Investasi, artinya total dana kelolaan dari berbagai produk reksa dana yang dikelola manajer investasi.

5. Redemption dan Subscription

Redemption adalah biaya untuk penjualan atau pencairan unit penyertaan reksa dana. Sementara subscription adalah biaya untuk membeli unit penyertaan reksadana. Biasanya, biaya redemption dan subscription dinyatakan dalam persentase tertentu dari nilai investasi. Umumnya antara 0%-5%.

6. Transaksi switching

Transaksi switching adalah transaksi yang dilakukan untuk memindahkan investasi dari satu jenis reksa dana ke reksa dana lainnya. Transaksi ini memberikan kemudahan kepada investor karena investor tidak perlu melakukan redemption reksa dana untuk memindahkan dananya ke jenis reksa dana lain.

7. Prospektus

Prospektus reksa dana adalah laporan yang berisi profil dan informasi detail mengenai sebuah produk reksa dana dan latar belakang manajer investasi, alokasi investasi, imbalan jasa dan sebagainya. Prospektus ini akan memberitahu kamu bagaimana dana kamu bakal diinvestasikan. Semisal kamu ingin membeli reksa dana yang dikelola manajer investasi PT Valbury Capital Management, maka profil dan informasi perusahaan tersebut juga ada di dalam prospektus.

8. Bank Kustodian

Bank Kustodian adalah lembaga keuangan yang membantu mengurus administrasi, mengawasi dan menjaga aset reksa dana. Selain itu, Bank Kustodian juga menerbitkan surat konfirmasi transaksi perhitungan unit dan pengiriman laporan bulanan kepada investor reksa dana.

Bank Kustodian juga ikut mengawasi manajer investasi serta menyimpan dan mengamankan kekayaan reksa dana. Saat kamu investasi reksa dana, uang kamu sebenarnya ditransfer ke rekening Bank Kustodian, sehingga uang kamu lebih aman.

Baca juga: Investasi Emasi yang Sedang Ngetren

Nah, dengan mengetahui berbagai istilah ini, kamu sebagai investor pemula bisa lebih memahami reksa dana ketika memutuskan menginvestasikan uangmu pada produk ini.