Mungkin kamu sudah menonton acara bersih-bersih Marie Kondo dan terinspirasi untuk menyingkirkan barang-barang yang tidak “memantik rasa bahagia”. Daripada membuangnya begitu saja, kamu bisa menjual barang-barang tersebut dan memperoleh keuntungan. Menjual barang preloved atau bekas pakai termasuk bisnis yang mudah dan bisa kamu lakukan di waktu senggang.

Baca juga: Trik Mengecek Keuangan Akhir Tahun

Tapi, bagaimana menentukan harga barang-barang bekas yang ingin kita jual? Harga yang terlalu mahal akan membuat barang yang kita jual susah laku. Sebaliknya, kalau barang masih terhitung baru dan dalam kondisi baik tapi kita memberikan harga terlalu murah, tentu kita yang rugi.

Agar dapat menentukan harga jual yang layak bagi barang bekasmu dan memperbesar peluang penjualannya, coba langkah-langkah berikut:

1. Ketahui kisaran harga pasar barang tersebut

Cari tahu berapa harga barang yang sama dalam kondisi baru. Barangkali jenis barang dengan desain dan model seperti yang kamu miliki sudah tidak diproduksi lagi. Ada kalanya hal ini justru menguntungkan, karena harga barang yang terbatas atau limited edition justru bisa melambung tinggi saat sudah tidak diproduksi lagi.

2. Memperkirakan penyusutan harga

Hampir semua barang setelah dibeli pasti mengalami penyusutan harga, terutama barang elektronik dan otomotif. Para praktisi bisnis barang bekas menyarankan kita memberikan harga jual setengah dari harga beli jika barang relatif masih baru, 25% dari harga beli jika sudah dipakai beberapa tahun, dan 10% dari harga beli bagi barang yang lebih lama usianya.

Meski demikian, ada pengecualian untuk barang-barang yang masuk kategori barang antik, karya seni, atau barang fashion vintage karya desainer ternama. Barang-barang jenis ini jika dijual kembali justru bisa melampaui harga belinya.

Barang-barang yang sejak kita beli sama sekali belum dipakai dan masih terbungkus rapi, lengkap dengan kemasannya, juga dapat dijual lebih tinggi dari harga pasaran barang bekas yang sudah sempat dipakai. Ini juga salah satu contoh menjual barang bekas termasuk bisnis yang mudah. Menjual barang bekas terhitung usaha modal kecil, cukup menjaga kondisi barang-barangmu dan menyimpan kemasannya jika berniat menjualnya kembali.

3. Sertakan sejarah sentimental

Rumah atau barang bekas milik selebritas biasanya bernilai jual tinggi karena ada cerita menarik seputar kisah hidup sang selebritas berkaitan dengan barang tersebut. Tentu saja barang bekas yang diklaim milik selebritas juga harus didukung sejumlah bukti untuk memastikan kebenaran ceritanya.

Meski kamu bukan selebritas, kamu juga bisa menyertakan sejarah sentimental saat kamu menggunakan barang itu. Misalnya, kamu menjual sepatu gunung yang menemani kamu mendaki gunung selama dua tahun ini. Jika kamu menyertakan cerita gunung apa saja yang berhasil kamu daki dengan sepatu itu, calon pembeli mungkin akan lebih tertarik dan merasa harga jual dari kamu cukup layak karena “ketangguhan” sepatu yang sudah teruji.

4. Sertakan informasi yang detail

Saat kamu menjual barang bekas, jangan lupa memberikan informasi yang detail mengenai barang tersebut. Misalnya ukuran barang, merek, fitur-fitur yang dimiliki, hingga cacat atau noda yang mungkin ada pada barang. Jangan lupa juga menampilkan foto barang kamu dari berbagai sisi.

Hal ini penting terutama jika kamu berniat cari uang di internet dan menjual barang bekas secara online. Calon pembeli ingin benar-benar mengetahui spesifikasi barang yang akan mereka beli, sehingga informasi yang detail akan membuat mereka merasa terbantu menentukan keputusan.

5. Mengecek harga di lapak sebelah

Tentu saja yang tak kalah penting adalah mengecek harga barang bekas sejenis yang dijual orang lain. Jangan sampai kamu merasa sudah banyak mengeluarkan uang saat membelinya, lalu menjualnya kembali dengan harga terlalu tinggi sehingga tidak laku.

Selain mengecek harga jual yang ditawarkan orang lain, cari tahu juga di kisaran harga berapa orang benar-benar mau membayar barang sejenis. Itulah proyeksi keuntungan yang bisa kamu dapatkan.

6. Berpikiran terbuka

Menurut para penjual barang bekas berpengalaman, bukan barang-barang bermerek atau branded saja yang laku dijual. Barang yang mungkin kita pikir sudah tidak ada gunanya, bisa jadi masih dicari dan bermanfaat bagi orang lain.

Begitu juga jangan langsung putus harapan jika barangmu tidak dalam kondisi sempurna. Jika benar-benar membutuhkannya, konsumen tetap akan membeli barang bekas meski ada sedikit cacat atau noda. Jadi tak perlu ragu menyematkan harga pada barang bekasmu dan tawarkan di marketplace yang menyediakan fitur penjualan barang bekas.

Baca juga: Trik Mengembalikan Dana Darurat

Nah, tunggu apa lagi? Segera pilah barang-barang bekasmu dan lakukan bisnis yang mudah ini.