Banyak orang yang mengira dibutuhkan modal besar untuk memulai investasi. Namun sebenarnya pendapat ini tidak benar karena saat ini banyak investasi menguntungkan yang bisa dimulai dengan modal minim.

Baca juga: Investasi Menguntungkan Buat Penggila Teknologi 

Investasi di reksa dana, saham, emas, bisa dilakukan dengan modal di bawah Rp1 juta sehingga makin banyak masyarakat yang bisa membeli produk investasi ini. Simak, yuk, penjelasan mengenai sejumlah investasi bermodal minim yang bisa kamu coba di bawah ini.

Reksa dana

Ada banyak produk investasi di pasar keuangan yang hanya membutuhkan modal minim untuk investasi seperti reksa dana. Dengan modal Rp100.000 kita sudah bisa membeli produk reksa dana dan mempersiapkan masa depan keuangan kita. Keunggulan berinvestasi di reksa dana adalah produk ini berpotensi memberikan imbal hasil atau return yang melebihi bunga deposito.

Salah satu contohnya reksa dana pasar uang. Di reksa dana ini dana para investor dihimpun untuk kemudian diinvestasikan ke instrumen-instrumen pasar uang (yang masa jatuh temponya kurang dari satu tahun) sehingga memberikan hasil yang lebih besar dibandingkan dengan deposito di bank namun risikonya tetap minimal serta terukur.

Saham

Sejumlah broker saham menawarkan investasi di saham dengan modal minimal Rp100.000 melalui program “Yuk Nabung Saham”. Di program ini investor bisa memilih saham yang diinginkan dan tiap bulan dana dipotong untuk dibelikan saham ini secara berkala. Bila dilakukan secara berkala dan disiplin, dapat memberikan imbal hasil yang luar biasa namun dibarengi pula dengan risiko yang lebih tinggi.

Investasi logam mulia

Harga 1 gram logam mulia saat ini di kisaran Rp660.000. Untuk pekerja dengan gaji upah minimum provinsi, harga demikian masih bisa dijangkau. Namun untuk yang sudah berkeluarga tentu akan lebih sulit melakukan investasi berkala di emas ini. Alternatifnya adalah dengan ikut program Tabungan Emas yang ditawarkan beberapa institusi keuangan di mana dengan menyetor dana minim sudah bisa memiliki emas walaupun dengan ukuran mini.

Contohnya di Pegadaian. Dengan menyetor Rp7000, kamu sudah bisa memiliki emas seberat 0,01 gram. Tujuan tabungan emas adalah mengajak masyarakat Indonesia, khususnya golongan menengah ke bawah untuk berinvestasi emas tanpa perlu mengeluarkan modal besar.

Obligasi retail

Selain saham, ada pula investasi menguntungkan di pasar modal yang bisa dijangkau investor retail, seperti Obligasi Retail Indonesia (ORI). Setiap tahun penerbitan minat masyarakat membeli ORI selalu tinggi. Permintaannya berkali-kali lipat dari jumlah yang ditawarkan. Oleh karena itu pemerintah melayani keinginan masyarakat yang ingin memiliki ORI namun dengan harga terjangkau.

Mulai tahun lalu, saat penerbitan ORI015, investor bisa membeli obligasi ini dengan dana mulai Rp1 juta saja. Padahal sejak penerbitan seri pertama, nominal harga ORI adalah Rp5 juta.

P2P Lending

Menjadi investor di Peer to Peer (P2P) Lending juga merupakan investasi menguntungkan karena dengan modal minim yaitu mulai Rp100.000, investor bisa mendapat imbal hasil melebihi bunga deposito. Beberapa P2P Lending memberi imbal hasil 18%-20% per tahun kepada investornya. Dana yang dikumpulkan di P2P Lending ini selanjutnya disalurkan ke pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai pinjaman usaha.

Dari sejumlah investasi modal minim di atas, ada ciri-ciri yang bisa kita kenali, antara lain:

1. Akumulasi

Salah satu ciri investasi dengan modal minim adalah dilakukan secara berkala dengan cara seperti prinsip menabung; “Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Jangan berkecil hati dengan mereka yang bermodal besar karena ukuran keberhasilan investasi adalah kedisiplinan. Bisa saja dengan bermodal besar, investor membeli dalam jumlah besar, namun karena kurangnya perencanaan keuangan atau ada kebutuhan mendadak, di tengah jalan harus dicairkan sehingga imbal hasilnya tidak maksimal. Sebaliknya, investor dengan modal kecil namun berdisiplin tinggi dan tidak pernah dicairkan maka hasil investasi akan lebih berpeluang mencapai target

2. Manfaat dalam jangka panjang

Investasi yang kecil sekalipun, asal dilakukan secara berkala dan disiplin, dapat menghasilkan nilai yang luar biasa di kemudian harinya. Dengan berdisiplin, berinvestasi dalam jangka panjang hasilnya bisa maksimal. Seperti contohnya di reksa dana saham yang memberi imbal hasil rata-rata 10 persen per tahun.

Baca juga: Langkah Tepat Memilih Deposito yang Menguntungkan 

Jika kamu mulai berinvestasi reksa dana saham di usia 30 tahun, dengan asumsi menyisihkan Rp500.000 per bulan dalam 25 tahun dan reksa dana memberi imbal hasil 10 persen per tahun, maka di usia 55 tahun kamu bisa mendapatkan dana pensiun hingga Rp669 juta.