Siapa sangka, terjebak dalam kesempitan menjadi pertanda awal Tyovan Ari Widagdo dalam meraih kesuksesan. Sekitar tahun 2012, pria kelahiran Wonosobo, Jawa Tengah itu “mempertaruhkan hidup dan mati” ketika bertemu investor asal Jepang untuk menjajaki peluang bisnis bersama.

Baca juga: Bantal Unik Tootle Ala Cindy Novita

“Bisa dibilang saya selalu keringat dingin ketika harus berbicara bahasa Inggris. Otak saya berusaha keras menemukan padanan kata yang sesuai, namun sayangnya sering kesulitan untuk menyinkronkan dengan mulut,” cerita Tyovan.

Penjajakan bisnis dengan investor Jepang berjalan mulus, namun Tyovan menyadari bahwa kemampuan dalam berbahasa Inggris harus terus diasah. Dia pun mengambil kursus di salah satu lembaga pengajaran bahasa asing terkemuka di Jakarta. Namun, karena sulit mengatur waktu dengan kegiatan kuliah dan upaya mengembangkan bisnis solusi digital, alhasil ia merasa “keteteran”.

Di satu titik, sebelum memutuskan keluar, Tyovan merasa bahwa kursus di sela-sela aktivitas harian kerap menyita waktu, tidak hanya untuk dirinya, namun juga orang kebanyakan. Menariknya, Tyovan melihat sebuah peluang bisnis saat sedang mencari solusi atas kebutuhannya tersebut.

Menurutnya, kebanyakan orang di kota besar bekerja atau kuliah hingga sore hari dan memiliki sedikit waktu untuk istirahat sebelum kemudian menghabiskan rata-rata dua jam perjalanan untuk pulang. “Jika ditambah dengan les, maka butuh waktu berapa lama lagi untuk menyelesaikan semuanya setiap hari? Inilah DNA dari solusi yang ditawarkan oleh Bahaso,” ujar Tyovan.

Bahaso adalah layanan kursus bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, via online yang memberikan kemudahan bagi penggunanya dalam membagi tahapan-tahapan belajar yang disesuaikan dengan jadwal rutinitas. Pengguna Bahaso bisa mendapat berbagai pembelajaran bahasa Inggris dari mulai metode membaca (reading), mendengarkan (listening), menulis (writing), dan berbicara (speaking), yang tingkat kesulitannya dapat disesuaikan.

Sertifikasi dari UI

Tidak ingin Bahaso tampil sebagai lembaga kursus bahasa asing via online sejenis, Tyovan pun memikirkan dengan serius kompetensi yang diusungnya. Dia secara resmi menggandeng para praktisi bahasa dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB), Universitas Indonesia, sebagai konsultan dalam mengembangkan konten pembelajaran.

“Jadi, ketika user Bahaso telah menjalankan semua tahapan kursus, mereka akan mendapat sertifikat resmi dari UI,” kata dia. Sertifikat yang dikeluarkan oleh Bahaso bisa dijadikan rujukan sebagai syarat administrasi untuk berbagai kepentingan, seperti penerimaan karyawan swasta misalnya.

Selain itu, untuk kebutuhan sertifikasi khusus, seperti IELTS, Bahaso turut menyediakan layanan belajar terkait yang disokong oleh para ahli bahasa dan linguistik dari FIB UI. Cukup dengan mendaftarkan diri di situs atau aplikasi Bahaso, pengguna dapat segera mengakses materi belajar yang disesuaikan kebutuhan berbeda satu sama lain. Biaya kursus yang digunakan juga cukup terjangkau mulai Rp100 ribu per bulan untuk kelas reguler. Adapun kelas-kelas khusus, seperti persiapan IELTS misalnya, harga yang ditawarkan cukup kompetitif dibanding berbagai pesaing sejenis.

Pembelajaran aktif

Kini, Bahaso telah diakses oleh ratusan ribu peserta didik, yang berasal dari berbagai kalangan, baik pelajar maupun pekerja. Kurikulumnya dirancang untuk mempertajam keaktifan pengguna dalam mempraktikkan bahasa Inggris secara bertahap dan menghindari hapalan yang bersifat text book.

“Program yang kami rancang di Bahaso memberikan penyesuaian terhadap kebutuhan pengguna. Selain itu kami tetap berupaya memastikan bahwa setiap pilihan pengajaran dapat memberi pemahaman aktif kepada pengguna,” jelas Tyovan.

“Aktif adalah kunci. Bahaso mendorong penggunanya untuk berinteraksi aktif dalam mempelajari bahasa asing, meski melalui online,” tambahnya. Layaknya kelas, Bahaso akan membagi beberapa forum pengajaran berisi masing-masing tidak lebih dari lima orang. Nantinya, pengguna bebas memilih jadwal yang diinginkan setiap pekannya, lalu menjalani sesi interaktif melalui platform multi-message, sehingga dapat dilakukan dari mana saja selama ada koneksi internet.

Selain via online, pengajaran bahasa asing juga ditawarkan dalam mode offline untuk kelas grup, yang khususnya ditujukan bagi kebutuhan perusahaan dan instansi pemerintah. “Memang bukan prioritas, namun kelas offline tetap kami hadirkan sebagai unit usaha hybrid, mengingat beberapa instansi masih membutuhkan model yang seperti ini, tentu dengan gaya pengajaran aktif yang menjadi ciri khas kami,” kelakar Tyovan.

Rencana layanan bahasa lainnya

Sama seperti perusahaan startup lainnya, Bahaso juga memiliki banyak kendala di awal pendiriannya. Lembaga kursus online yang merupakan perpanjangan dari tugas akhir skripsinya tentang peluang lembaga pelatihan vokasi di dunia maya itu, bahkan sempat diragukan kompetensinya.

Namun, berkat keuletan dan komitmen dalam menyajikan layanan pengajaran bahasa asing yang praktis dan canggih, Bahaso pun perlahan meraih kepercayaan besar dari publik. Bahkan, di tahun ketiga sejak dirilis pada 2015, Tyovan berhasil meraih pendanaan pra series dari PT Telkom Indonesia Tbk, yang digunakan untuk memperluas kompetensinya.

Kedepannya, tim Bahaso akan memasukkan layanan pengajaran bahasa asing lainnya, seperti Mandarin dan Prancis, yang rencananya segera diluncurkan pada Februari 2019. Selain itu, Tyovan juga tengah menjajaki kemungkinan untuk memasukkan bahasa daerah ke dalam materi ajarnya.

“Kami tidak menjamin pengguna Bahaso bisa berbicara 100 persen mirip dengan penutur asli bahasa asing. Tapi, kami berupaya membantu user untuk paham seluruh aspeknya, terutama dalam kosakata dan pemahaman terhadap penggunaan di berbagai situasi berbeda,” jelas Tyovan.

Baca juga: Bisnis Macam Rupa Amir Rizky

Saat ini, Bahaso dapat diakses melalui situs resminya atau dengan mengunduh aplikasi di Google Play Store dan Apple App Store. Kisah Tyovan bersama Bahaso sekali lagi membuktikan, kebutuhan dari pengalaman pribadi dapat menjadi sebuah peluang bisnis bila kita jeli menangkap dan mengolahnya.