Tahun 2019 telah tiba. Di awal tahun, kita sering sekali mendengar istilah “resolusi”. Jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), resolusi adalah putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang), pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal.

Baca juga: Barang Bekas Jadi Tambahan Penghasilan? Kenapa Tidak!

Secara garis besar, resolusi merupakan komitmen untuk suatu tujuan atau impian. Bagaimana dengan resolusi keuanganmu di tahun ini? Tentu kamu menginginkan kondisi keuangan yang lebih baik dari tahun lalu, bukan?

Bila kamu investor pemula dan belum memiliki resolusi keuangan, awal tahun ini adalah saat yang tepat menyusunnya. Berikut ini target-target yang bisa kamu pilih sebagai resolusi keuangan tahun 2019.

1. Rancang anggaran

Memulai tahun dengan merancang anggaran pemasukan dan pengeluaran merupakan hal yang baik karena kamu bisa memantau setiap pengeluaran dan mencocokkannya dengan rencana anggaran tersebut. Jika ternyata sebuah pos pengeluaran melebihi prediksi yang tertera di anggaran, kamu bisa menyesuaikan lagi di bulan berikutnya dengan memangkas pos pengeluaran lain.

Anggaran ini tidak harus berbentuk spreadsheet rumit dengan grafik dan bagan. Kamu bisa memulai dengan daftar pengeluaran dan pendapatan sederhana yang ditulis tangan. Bagian tersulit dari resolusi ini adalah berkomitmen melakukan apa yang tertulis di anggaran.

2. Belajar menabung

Jika tahun lalu kamu memboroskan uang dengan banyak berbelanja barang yang tak perlu, mulai tahun baru ini kamu harus belajar menahan keinginan berbelanja yang berlebihan.

Mungkin kamu tidak terbiasa dengan menabung, namun kamu harus terbiasa dengan kebiasaan berhemat. Momen datangnya tahun yang baru memberikan alasan sempurna untuk bekerja keras dan menjadi terbiasa dengan proses menabung.

Misalnya saja, kamu bisa mengganti kebiasaan makan di luar dengan membawa bekal makan siang ke kantor. Racik kopimu sendiri alih-alih membeli kopi di kedai kopi ternama. Meski terlihat sepele, tindakan sederhana seperti ini bisa cukup menambah pundi-pundi tabunganmu.

3. Belajar investasi

Setelah belajar menghemat, kamu bisa masuk ke tahap berikutnya yaitu mengembangkan dana yang kamu miliki dengan berinvestasi. Gunanya adalah sebagai persiapan jangka panjang untuk tujuan keuangan tertentu, seperti biaya pendidikan anak, hingga persiapan pensiun.

Diperlukan komitmen tinggi untuk memulai investasi karena merupakan proses yang berlangsung dalam jangka panjang. Menyisihkan uang untuk masa depan, apakah dipercayakan ke sebuah lembaga keuangan pengelola dana pensiun atau menginvestasikannya di reksa dana saham, dapat membuat kamu memulai perjalanan guna mewujudkan tujuan keuangan masa depan.

Saat ini juga sudah banyak investasi bermodal minim yang bisa dicoba investor pemula. Jadi, kamu tidak perlu ragu lagi mulai berinvestasi.

4. Bebas utang

Apa biasanya yang jadi beban kondisi keuangan? Ya, betul sekali, utang. Oleh karena itu membebaskan diri dari utang haruslah menjadi bagian dari resolusi keuangan. Apakah tujuan ini realistis dan dapat dicapai, benar-benar tergantung pada situasi keuangan dan besarnya utang kamu. Selain jumlah utang, jenis utang (kartu kredit, pinjaman mobil, KPR, dan lain-lain), tingkat pendapatan, serta tingkat bunga utang juga akan memengaruhi usaha kamu membebaskan diri dari utang.

Jika kamu memiliki utang kartu kredit, lunasi utang ini terlebih dahulu karena bunganya terhitung paling tinggi dibandingkan utang lain. Alternatif lain, lunasi utang yang lebih kecil terlebih dahulu sehingga kamu akan fokus pada utang yang lebih besar.

5. Mulai membangun dana darurat

Memulai dana darurat menjadi kiat sukses resolusi keuangan berikutnya. Tabungan yang berfungsi sebagai dana darurat sangat diperlukan bagi keluarga jika terjadi hal tak diinginkan seperti pemutusan hubungan kerja atau anggota keluarga sakit.

Kamu tidak pernah tahu apa yang mungkin terjadi besok dan memengaruhi kondisi keuanganmu. Dengan dana darurat, kamu dapat menghadapi hal yang tidak terduga dengan sedikit lebih percaya diri. Para ahli perencanaan keuangan menyarankan besarnya dana darurat sekitar 6-12 kali gaji/penghasilan atau bisa juga 6-12 kali pengeluaran bulanan keluarga.

6. Mencari pendapatan tambahan

Buat investor pemula seperti kamu, terkadang sulit menyisihkan pendapatan untuk dana investasi karena tingkat penghasilan yang belum terlalu tinggi dan habis untuk pengeluaran rutin. Dalam kondisi demikian, pekerjaan atau bisnis sampingan bisa jadi penyangga yang hebat terhadap tekanan ekonomi.

Tambahan penghasilan juga bisa membantu kamu mencapai tujuan keuangan lainnya seperti membayar utang atau memulai membangun dana darurat. Kamu bisa mencoba bisnis rumahan modal kecil untung besar atau cari uang di internet sebagai penghasilan tambahan.

7. Membeli rumah atau apartemen

Memutuskan untuk memiliki rumah atau apartemen sendiri merupakan kemajuan dalam perencanaan keuangan kamu dan cara yang bagus untuk memulai tahun. Dengan memiliki rumah sendiri maka akan menghemat pengeluaran dalam jangka panjang, dibandingkan menyewa rumah terus menerus. Nilai properti yang selalu naik tiap tahun juga menjadi keuntungan tambahan bila memiliki rumah atau apartemen sendiri.

Baca juga: Cara Jitu Mengembalikan Dana Darurat

Jika kamu sudah terbiasa merancang anggaran, menabung, dan berinvestasi seperti yang ada dalam resolusi di atas, maka langkah mencapai resolusi membeli rumah atau apartemen ini pun akan terasa lebih ringan.

Demikian tujuh resolusi keuangan yang bisa kamu lakukan sebagai investor pemula sejak awal tahun baru ini. Yang perlu diingat, rencana bagus tentu memerlukan komitmen tinggi untuk menjalankannya sehingga bisa berhasil. Selamat mencoba!