Dari semua instrumen investasi, mungkin kamu sering mendengar instrumen investasi saham. Yup, ini termasuk jenis investasi yang menjadi incaran, bukan saja mereka yang sudah mumpuni di bidang investasi, tetapi juga untuk investor pemula seperti kamu.

Baca juga: Ragam Pilihan Investasi Bermodal Minim

Investasi saham memang menarik karena memiliki banyak kelebihan, misalnya dari segi harga cukup terjangkau alias tidak mahal-mahal betul. Investasi saham juga mengikuti pergerakan inflasi yang berarti kamu tidak perlu khawatir investasimu tergerus. Kelebihan yang lain dari investasi saham adalah transaksinya cukup mudah di zaman serba online seperti sekarang ini.

Akan tetapi, sebelum kamu memutuskan menginvestasikan uangmu ke saham, mungkin ada baiknya kamu mengetahui karakter saham yang kamu incar. Ini penting, lo, agar kamu bisa mendapatkan untung yang maksimal. Penasaran? Check this out.

Kapitalisasi

Kapitalisasi saham menunjukkan nilai dari sebuah perusahaan. Biasanya dihitung dari harga saham dikalikan dengan jumlah saham yang beredar di pasar. Namun, kapitalisasi perusahaan tidak menggambarkan nilai aset perusahaan. Jadi jangan sampai keliru.

Ada tiga jenis saham dilihat dari kapitalisasinya yaitu saham berkapitalisasi besar, berkapitalisasi sedang, dan saham yang berkapitalisasi kecil.

Saham berkapitalisasi besar sering disebut sebagai saham blue chip, yang merupakan saham dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp40 triliun. Perusahaan yang punya saham blue chip ini biasanya memiliki fundamental yang bagus dengan kinerja yang kuat, mendapatkan untung besar dan rajin memberikan dividen.

Sementara itu, saham berkapitalisasi sedang sering disebut saham lapis kedua. Perusahaan yang memiliki saham ini biasanya masih dalam kategori berkembang dan punya fundamental yang cukup bagus. Kapitalisasi pasar saham jenis ini kisarannya Rp1 triliun- Rp40 triliun.

Sementara saham dengan kapitalisasi kecil adalah saham yang sering disebut saham lapis ketiga. Saham-saham ini jarang dilirik oleh investor karena berbagai faktor. Bisa saja karena emitennya kurang menarik antara lain karena perusahaannya kecil, aset, dan keuntungannya minim. Faktor lain bisa juga karena emiten yang diisukan akan bangkrut.

Nilai kapitalisasi saham ini biasanya di bawah Rp1 triliun. Saham jenis ini paling banyak ditemukan ditemukan di bursa.

Mana yang terbaik? Pastinya saham yang memiliki kapitalisasi besar. Sebagai investor pemula, kamu bisa memilih saham jenis ini untuk mendapatkan keuntungan. Tapi saham lapis kedua juga patut dilirik. Siapa tahu kinerja perusahaan yang sahamnya kamu beli makin oke. Bisa-bisa saham itu naik kelas menjadi blue chip dan kamu jadi untung besar.

Likuiditas

Karakter saham lainnya yang harus kamu ketahui adalah likuiditas. Likuiditas saham adalah jumlah transaksi suatu saham di pasar modal dalam periode tertentu. Semakin tinggi frekuensi transaksi saham tersebut, likuiditasnya pun makin tinggi.

Likuiditas saham dibagi menjadi tiga, yaitu saham berlikuiditas tinggi, saham musiman, dan saham tidur.

Saham dengan likuiditas tinggi artinya saham tersebut cukup laku dan peminatnya cukup banyak. Terjadi transaksi yang terus menerus sehingga saham itu aktif “bergerak”, sedangkan saham musiman artinya saham yang baru “bergerak” jika ada kejadian tertentu yang memengaruhi kondisi bisnis.

Bagaimana dengan saham tidur? Saham tidur adalah saham yang harganya tidak bergerak dalam periode tertentu dan memiliki frekuensi transaksi perdagangan yang kecil. Saham tidur juga jadi bahan gorengan para spekulan, karena informasi yang dikeluarkan berupa isu atau rumor.

Volatilitas

Volatilitas juga menjadi karakter saham yang wajib kamu ketahui sebagai investor pemula. Volatilitas adalah besarnya range fluktuasi harga saham dalam periode tertentu. Sering juga disebut market mood, karena harga bisa melonjak tajam atau terjun bebas.

Berdasarkan volatilitas, karakter saham dibagi dua: saham dengan volatilitas tinggi dan saham dengan volatilitas rendah.

Saham dengan volatilitas tinggi biasanya digemari investor yang suka mengambil risiko. Saham dengan karakter ini memiliki jarak fluktuasi harga yang lebar dan cenderung tidak stabil karena naik dan turun.

Sementara itu, saham dengan volatilitas rendah adalah saham yang bergerak lambat karena posisi penjual dan pembeli tidak saling mendominasi. Karakter saham dengan volatilitas rendah cocok buat kamu yang berada dalam status investor pemula karena kamu bisa menjauhi risiko meskipun untungnya lebih minim.

Baca juga: Reksadana Alternatif untuk Pemula

Dengan mengetahui karakter saham, kamu dapat lebih cermat dalam berinvestasi saham dan bisa cerdas menghindari saham tidur atau saham yang tidak laku. Sepakat?