Reksa dana saham merupakan sebuah kontrak investasi kolektif di mana dana dari banyak investor dikelola oleh seorang manajer investasi atau fund manager untuk dibelikan produk-produk saham di pasar modal. Keputusan untuk membeli atau menjual kembali produk investasi ini dipercayakan kepada manajer investasi.

Baca juga: Ini yang Harus Kamu Ketahui Sebelum Trading Saham

Jika ingin mencairkan reksa dana saham konvensional, kita memberi perintah kepada manajer investasi untuk menjual unit penyertaan reksa dana. Namun demikian, perlu waktu dua sampai tiga hari agar dana kita masuk rekening.

Tapi tahukah kalian? Kita bisa menjual reksa dana saham ini tanpa mengajukan permohonan pencairan. Caranya, kita harus terlebih dahulu memiliki reksa dana saham yang bernama exchange traded fund atau biasa disingkat ETF.

Di ETF ini kita sendiri yang mengelola reksa dana tersebut, seperti halnya trading saham.

Berikut beberapa gambaran mengenai ETF:

1. Pembelian

Sama dengan reksa dana konvensional, untuk membeli reksa dana ETF tidak perlu modal besar, cukup Rp100 ribu sudah bisa memiliki  ETF dengan membelinya di pasar sekunder yaitu di Bursa Efek melalui broker atau pialang saham  karena ETF ini diperdagangkan di bursa seperti halnya saham.

Berbeda dengan reksa dana konvensional, transaksi ke manajer investasi hanya dapat dilakukan dengan nilai yang besar. Proses pembelian reksa dana ETF ke manajer investasi disebut juga Unit Creation (Unit Kreasi) dan biasanya dilakukan pada saat IPO ETF tersebut.

Pembelian ETF dari manajer investasi tergantung pada kebijakan, besaran 1 unit kreasi umumnya berkisar pada minimal 10 juta lembar dikalikan NAB/Up ETF. Jika nilai aktiva bersih per unit atau harga pertama reksa dana selalu dimulai dari 1.000, harga pertama ETF bisa dimulai pada harga berapa pun.

2. Pengelolaan dana

ETF ini biasanya berisi saham-saham dalam suatu indeks dengan meniru komposisi saham yang ada di indeks tersebut. Misalnya ETF LQ45 berisi 45 saham yang ada di indeks LQ45 dengan jumlah masing-masing saham sesuai proporsi yang ada di indeks LQ45. Demikian juga ETF IDX30 atau ETF saham infrastruktur karena prinsip pengelolaan dana oleh ETF pada dasarnya sama dengan reksa dana indeks.

Karena mengacu ke sebuah indeks maka kinerja ETF diusahakan sama dengan indeks yang menjadi acuannya. Karena itu acuan kinerja ETF bukan imbal hasil optimal tapi seberapa jauh selisihnya dengan indeks acuan.

Pengelolaan ETF berada di tangan investor dengan kata lain ETF dikelola manajer investasi secara pasif sehingga biaya pengelolaan reksa dana ETF lebih kecil dibandingkan reksa dana konvensional.

Meski demikian belakangan ini muncul jenis ETF baru yang dikelola secara aktif. Berbeda dengan ETF yang ditargetkan untuk sama dengan indeks acuan, jenis ETF yang dikelola secara aktif ini memiliki target untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik dibandingkan indeks acuan.

3. Mekanisme transaksi

Jual beli ETF dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama, sama seperti reksa dana saham biasa dengan membeli dan menjual kembali ke manajer investasi.

Kedua, transaksi dilakukan antara sesama investor retail pada jumlah dan harga yang disepakati. Cara transaksinya sama seperti cara main saham di bursa melalui bid dan offer.

Mengenai harga pertama atau nilai aktiva bersih per unitnya di pasar, manajer investasi akan membuat harga pertama ETF sama dengan indeks acuan sehingga memudahkan pemantauan perbandingan dengan indeks acuan.

Karena sama seperti trading saham, maka tiap pembelian ETF minimal 100 unit ( 1 lot). Misalkan kamu membeli ETF berbasis indeks IDX 30 yang nilai indeksnya sekarang di 490, maka kamu harus mengeluarkan dana Rp49.000 untuk mendapatkan 1 lot.

4. Peluncuran melalui IPO

Peluncuran ETF dilakukan di Bursa Efek Indonesia(BEI) melalui sebuah initial public offering atau IPO, seperti halnya saham yang untuk pertama kali diperdagangkan di bursa. ETF ini tercatat di papan perdagangan di BEI dan punya kode ticker seperti halnya saham-saham yang diperdagangkan di BEI.

Baca juga: Perbedaan Antara Reksa Dana Saham dan Investasi Saham

Demikian penjelasan mengenai reksa dana saham yang bisa diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan kalian mengenai dunia investasi.