Menyiapkan pernikahan di saat menempuh pendidikan S2 di Amerika Serikat membuat Putri Arinda (28) pusing tujuh keliling. Pasalnya, dia hendak menikah dengan adat Minang. Semua vendor pernikahan adat Minang yang rata-rata merupakan sanggar seni tradisional tidak memiliki website sehingga menyulitkan Putri memilih vendor.

Baca juga: Garda Pangan, Wirausaha Penyalur Makanan

Pengalaman ini kemudian memunculkan ide wirausaha dalam benak Putri untuk membuat sebuah portal penyedia informasi pernikahan yang membantu calon pengantin menyiapkan pernikahan dengan cara menyenangkan. Selain berdasarkan pengalamannya, Putri juga terinspirasi sebuah website penyedia informasi pernikahan bernama The Knot yang sangat lengkap.

Konten membumi

Setelah lulus S2 digital marketing dari New York University dan menikah, Putri segera mencari partner bisnis.

Putri pun menemukan sosok mitra yang ideal dan memilik visi sama dengannya dalam diri Friska Ruslim. Dengan rekam jejak sebagai karyawan generasi pertama Traveloka dan bankir di bank ternama, Putri merasa teman kuliahnya semasa di Sekolah Bisnis Manajemen Institut Teknologi Bandung ini memiliki keahlian serta pengalaman untuk membangun sebuah startup.

Kedua sahabat ini kemudian mendirikan TheBrideDept.com sejak tahun 2014 di Jakarta. Sebelum Putri dan Friska menjalankan wirausaha mereka, terlebih dahulu dilakukan survei pasar terhadap calon konsumen, yaitu pasangan yang sedang menyiapkan pernikahan.

Dari hasil survei mereka merancang rencana bisnis TheBrideDept.com, di antaranya merumuskan unsur pembeda TheBrideDept.com dibandingkan kompetitor yaitu memuat konten-konten yang lebih “membumi” dan mewakili calon konsumen.

“Waktu itu kami melihat portal sejenis isinya masih agak mengawang-awang. Mereka menyajikan inspirasi pernikahan yang bagus untuk dilihat, tapi belum tentu bisa diwujudkan calon pengantin,” ungkap Putri.

Optimalkan media sosial

Sebagai langkah awal, Putri meminta sejumlah influencer berbagi cerita mengenai pernikahan mereka mulai dari persiapan hingga acara di hari-H. Bagi influencer yang masih lajang, diminta berbagi cerita mengenai konsep pernikahan impian mereka. Kisah para influencer tersebut kemudian dijadikan konten yang menarik di akun Instagram @thebridedept.

“Karena dana kami terbatas, kami enggak bisa bikin iklan. Maka kami optimalkan promosi awal di media sosial dengan membuat konten-konten yang bagus,” ujar Putri.

Berkat strategi itu, TheBrideDept.com segera menarik perhatian para calon pengantin. Apalagi calon pengantin memang lebih banyak menggunakan Instagram untuk mencari referensi inspirasi pernikahan. Jumlah pengikut akun Instagram mereka kian bertambah, begitu juga dengan jumlah pengunjung ke website TheBrideDept.com.

Vendor pernikahan yang bergabung dalam vendor directory TheBrideDept.com pun makin banyak. Penyedia jasa pernikahan mulai dari make-up artist sampai gedung resepsi pernikahan dapat mencantumkan informasi layanan, portofolio, hingga informasi harga di vendor directory dengan membayar listing fee atau biaya keanggotaan mulai dari Rp600.000 per tahun.

Pada tahun pertama TheBrideDept.com, Putri dan Friska sudah bisa meraih break event point atau balik modal.

“Mungkin karena modalnya dari tabungan kami sendiri, kami jadi lebih perhitungan. Setiap biaya yang dikeluarkan harus bisa ditutup dengan pemasukan,” kata Putri.

Selain dari listing fee para vendor, pemasukan TheBrideDept.com juga diperoleh dari pemasangan iklan brand yang berhubungan dengan industri pernikahan di website dan media sosial mereka.

Kembangkan divisi merchandise

Selama dua tahun pertama bisnis berjalan, Putri dan Friska mengedepankan vendor directory sebagai fitur utama TheBrideDept.com. Akan tetapi setelah mengamati tren wirausaha dan perilaku konsumen di industri pernikahan, Putri dan Friska kemudian mengembangkan lini usaha ke pembuatan merchandise yang berhubungan dengan persiapan pernikahan.

Merchandise yang mereka buat antara lain buku wedding planner, buku tamu pernikahan, wedding scrap book, bride’s maid card, hingga kimono pengantin. Inspirasi pengembangan usaha ini berasal dari curhat konsumen yang masih sering bingung bagaimana cara memulai persiapan pernikahan.

“Dari situ kami mulai memproduksi buku wedding planner dan ternyata sangat sukses. Kami cetak 15.000 kopi dan sold out semua. Sejak itu kami juga memproduksi merchandise lainnya dan rata-rata juga disambut positif. Mungkin karena selama ini belum ada produsen yang secara profesional menggarap merchandise persiapan pernikahan,” tutur Putri.

Di samping menjawab kebutuhan konsumen, Putri dan Friska juga melakukan pengembangan usaha karena melihat di Indonesia calon pengantin belum terlalu terbiasa menyiapkan persiapan pernikahan secara online.

Behavior­-nya masih harus bertemu langsung dengan vendor untuk memilih mana yang pas. Apalagi rata-rata pernikahan di Indonesia yang membiayai adalah orang tua. Orang tua punya andil besar sehingga harus ikut bertemu langsung dengan vendor,” jelas Putri.

Untuk acara offline, selain menggelar wedding exhibition setiap tahun, TheBrideDept.com juga secara rutin menyelenggarakan berbagai workshop untuk calon pengantin. Temanya berkaitan dengan persiapan pernikahan dan memulai hidup berkeluarga, mulai dari persiapan mental, finansial, hingga langkah-langkah menyiapkan acara besar di hari-H. Pelatihan-pelatihan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari misi TheBrideDept.com mengedukasi para calon pengantin menyiapkan pernikahan dan membangun keluarga dengan baik.

Platform kami di media sosial cukup kuat, sehingga ada beban mental untuk mengedukasi calon pengantin dengan baik. Selain itu sekarang calon pengantin juga lebih aktif mencari informasi untuk menyiapkan pernikahan, jadi kami juga lebih banyak menampilkan konten-konten yang mengedukasi,” tukas Putri.

Per awal 2019, pengikut akun Instagram @thebridedept mencapai 273.000, Facebook 40.000, dan user terdaftar di website sebanyak 15.000, sedangkan page view website TheBrideDept.com rata-rata mencapai 300.000 per bulan. Untuk memperkuat platform media sosial yang sudah ada dan menjangkau konsumen lebih luas lagi, TheBrideDept.com akan meluncurkan kanal Youtube bulan Maret mendatang.

Sebagai rencana ke depan, Putri dan Friska berkeinginan meningkatkan divisi merchandising TheBrideDept.com. Tak hanya meningkatkan kualitas merchandisetetapi juga menambah jumlah unit dan varian merchandise yang diproduksi.

Baca juga: Wirausaha Fotografi Ala Midio

“Kami berharap TheBrideDept.com bisa menjadi penyedia kebutuhan persiapan pernikahan dari A-Z untuk para calon pengantin dan dapat jadi sumber referensi terpercaya yang memberikan informasi dan edukasi bagi mereka,” pungkas Putri.

Dari cerita Putri, tampak bahwa masih terbuka lebar peluang wirausaha industri pernikahan. Tertarik ikut terjun ke dalamnya?