Saat kamu masih single, namanya urusan keuangan menjadi urusan pribadi. Cukup atau tidak gajimu sebulan, bagaimana mengelola gaji atau mau dibawa ke mana tabunganmu jadi hak kamu. Tidak ada yang melarang atau pun melakukan intervensi.

Baca juga: Cermat Memilih Asuransi Sesuai Kebutuhanmu

Namun ketika kamu sudah berumah tangga, masalah keuangan jadi masalah pasanganmu juga. Kamu diharuskan kompromi memutuskan untuk apa tabungan yang dikumpulkan, dan bagaimana agar kehidupan pernikahanmu tidak lantas gonjang ganjing gara-gara salah mengatur keuangan. Bukan rahasia lagi, penyebab pertikaian di rumah tangga sering didominasi masalah keuangan.

Nah, untuk mencegah hal ini, baiknya sebagai pasangan muda kamu harus mulai menggunakan beberapa strategi di bawah ini:

  • Terbuka

Yup. Kamu dan pasanganmu harus terbuka. Terbuka soal penghasilan masing-masing, jumlah utang, jumlah kredit yang harus dicicil tiap bulan, dan lain sebagainya.

Transparan dalam masalah ini super penting karena kamu dan pasangan bisa menentukan strategi selanjutnya. Bila ternyata jumlah utang kalian besar, misalnya utang yang belum lunas untuk membiayai acara resepsi pernikahan, kamu dan pasangan bisa menjadikannya sebagai prioritas untuk diselesaikan.

Selain itu keterbukaan juga akan mengurangi konflik di kemudian hari. Misalnya setelah setahun menikah ternyata kamu memiliki tunggakan kartu kredit yang besar dan selama ini disembunyikan. Jangan heran ketika pasanganmu tahu, dia merasa dibohongi. Ini bisa jadi duri dalam rumah tanggamu.

Jadi jujurlah. Ingat kamu bukan lagi jomblo, tetapi sudah terikat pernikahan, jadi apapun yang terjadi harus dihadapi bersama.

  • Mulai Membuat Anggaran Bersama

Buat sebagian besar pasangan baru, membuat anggaran bukanlah hal yang menyenangkan, malah cenderung ribet karena penuh dengan kompromi. Tetapi memiliki anggaran jadi salah satu resep keuangan rumah tangga berada di jalur yang tepat.

Buat anggaran rumah tangga yang sederhana namun lengkap seputar kebutuhan kamu dan pasangan setiap bulan. Misalnya biaya bensin, transportasi, jajan, kebutuhan rumah, tabungan, asuransi, dana darurat, pembayaran kartu kredit, dan lain-lain.

Kamu dan pasangan juga bisa mulai mencatat pengeluaran sehingga bisa mengetahui secara pasti apakah dana yang dianggarkan mencukupi pengeluaran, atau justru malah defisit.

Cara ini akan memberimu petunjuk apakah kondisi keuangan rumah tangga kamu sehat, atau justru besar pasak dari tiang.

  • Buat Rekening Bersama

Buat pasangan yang bekerja, terkadang mereka memiliki cara mengelola gaji dan memiliki kebutuhan yang sama sekali tidak ada hubungan dengan rumah tangga, misalnya mengirim uang untuk orang tua, belanja, ngopi bareng teman dan lain-lain.

Ada juga pasangan yang menganggap uang yang dihasilkan masing-masing tetap menjadi milik masing-masing, namun untuk kebutuhan rumah tangga bisa patungan.

Well, it’s ok. Karena setiap pasangan memiliki hak mengatur keuangan mereka dengan style yang mereka anggap nyaman. Begitu pun kamu dan pasangan.

Solusi yang paling mudah adalah membuka rekening bersama. Kamu dan pasangan tetap bisa menikmati hasil jerih payah tanpa ada pertanyaan yang kadang memicu pertengkaran. Sebagian dana bisa disalurkan ke rekening bersama untuk kebutuhan keluarga misalnya untuk uang muka membeli rumah, mobil, membayar premi asuransi anak, belanja bulanan dan lain-lain.

Baca juga: Kiat Mudah Atur Keuangan untuk Mahasiswa

Cara ini juga bisa mencegah kesenjangan bila salah satu dari pasangan memiliki penghasilan lebih besar.

  • Membagi Tanggung Jawab Pembayaran

Kamu dan pasangan bisa berbagi tugas, siapa yang membayar cicilan mobil atau rumah, dan siapa yang membayar listrik, air dan gas. Dengan begitu pengeluaran dipikul bersama dan saling bertanggung jawab untuk bagian yang sudah ditugaskan.

Cara ini juga sekaligus melatih kamu dan pasangan bekerja dalam tim, termasuk mengelola gajidan berbagi tugas membiayai pengeluaran keluarga. Setiap hal dibagi sama sehingga tidak ada yang merasa terbebani.

Jumlah tagihan yang harus dibayar masing-masing bisa juga tidak harus sama, karena belum tentu penghasilan kamu dan pasangan sama besarnya. Yang terpenting adalah pembagian tanggung jawab pembayaran sudah kalian komunikasikan dan sepakati bersama.

Selain itu kamu juga akan belajar untuk tidak egois dan mulai menerima kenyataan kalau tidak jomblo lagi dan punya pasangan seumur hidup yang perlu dipertimbangkan pendapatnya.

Meski nampaknya tidak mudah, namun kamu dan pasangan harus membiasakan diri karena keuangan yang stabil di dalam rumah tangga baru bisa dicapai dengan kerja sama kedua belah pihak.