Buat milenial yang mulai belajar investasi saham, istilah “indeks saham” termasuk hal yang sering kamu dengar. Untuk mudahnya, indeks saham adalah ukuran statistik perubahan gerak harga sekumpulan saham. Pergerakan indeks ini mewakili pergerakan pasar seluruhnya.

Baca juga: Investasi di Bidang Seni, Kenapa Tidak?

Nilai indeks biasanya dipengaruhi oleh harga saham yang ada di dalam portofolio indeks tadi. Semakin besar nilainya, otomatis semakin besar bobot saham tersebut memengaruhi indeks. Nah, berikut ini beberapa hal tentang indeks saham dan ragam indeks saham di Indonesia yang perlu kamu tahu sebelum memulai investasi di saham.

Apa, sih, guna indeks saham?

Pada dasarnya indeks saham memberikan gambaran mengenai pergerakan saham di bursa saham secara keseluruhan maupun secara segmentasi. Manfaat kedua, indeks saham biasanya digunakan sebagai acuan untuk menilai kinerja suatu portofolio saham sebab kinerja portfolio sifatnya sangat relatif.

Ambil contoh, ada saham yang tingkat return-nya 5 persen per tahun. Kita butuh pembanding apakah angka tersebut menguntungkan atau malah sebetulnya merugi. Tanpa pembanding, angka 5 persen itu hanyalah angka biasa.

Yang memengaruhi indeks saham

Kamu pasti penasaran, apa yang memengaruhi indeks saham? Kenapa pergerakan saham itu cenderung tidak stabil alias berubah-ubah terus? Yang harus kamu tahu banyak faktor yang memengaruhi indeks saham, yaitu faktor eksternal dan internal.

Inflasi, nilai tukar mata uang dan juga suku bunga adalah contoh faktor eksternal yang bisa memengaruhi indeks. Selain itu gejolak politik dan kondisi negara juga masuk dalam faktor eksternal. Sementara untuk faktor internal, rencana ekspansi perusahaan, merger, kontrak baru, suntikan dana segar dan laporan keuangan merupakan hal-hal yang memengaruhi pergerakan saham.

Selain itu faktor yang memengaruhi indeks saham satu negara dengan negara lainnya pun berbeda. Jadi jangan berpikir tiap negara memiliki kesamaan pergerakan saham dengan negara lainnya.

Jenis indeks saham

Saat ini Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki 11 indeks harga saham. Jumlah jenis indeks saham ini menunjukkan bagaimana saham-saham yang ada di Indonesia terdiversifikasi.

Media massa, terutama koran kerap memberikan informasi semua indeks tersebut setiap hari agar para investor tetap mendapatkan informasi terbaru. Jadi, penting buat milenial yang baru belajar investasi saham untuk memantau informasi indeks ini di media massa.

Ke-11 indeks saham itu adalah:

IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menggunakan semua Perusahaan Tercatat (emiten) sebagai komponen perhitungan Indeks. Bursa Efek Indonesia punya hak prerogatif untuk mengeluarkan atau memasukkan emiten ke dalam IHSG.

Jika harga-harga saham di IHSG bergerak lebih tinggi dari kenaikan harga saham portofolio, investor biasanya berkesimpulan performa portofolio saham tersebut sedang memburuk.

Indeks Saham Liquidity 45 (LQ45)

Indeks saham ini memiliki 45 emiten yang punya likuiditas tinggi dan memiliki kualifikasi tertentu. Indeks ini juga dikenal dengan sebutan ‘saham lapis satu’ karena harganya cenderung stabil.

Indeks Saham KOMPAS100

Indeks saham ini merupakan 100 saham yang berasal dari emiten yang kebetulan mewakili 70-80 persen total kapitalisasi dari semua saham di BEI. Indeks KOMPAS100 juga dijadikan acuan melihat kecenderungan arah pergerakan indeks, selain IHSG.

Indeks Saham PEFINDO25

Lahir dari kerja sama antara BEI dan PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO), Indeks PEFINDO25 terdiri dari 25 emiten kecil dan menengah. Proses seleksi untuk masuk ke indeks saham ini tidak sembarangan, sehingga kredibilitasnya cukup tinggi. Salah satu kriterianya adalah total aset tidak boleh melebihi Rp5 triliun, telah tercatat di bursa kurang lebih enam bulan, dan memperoleh opini dari akuntan berupa wajar tanpa pengecualian.

Indeks Saham Bisnis-27

Indeks ini hanya beranggotakan saham pilihan dengan likuiditas tinggi. Menariknya, Indeks Bisnis-27 memiliki komite yang bertugas untuk memberikan opini serta sudut pandang mengenai tata pengelolaan perusahaan yang berkualitas. Komite ini beranggotakan sejumlah pakar dan akademisi di bidang pasar modal.

Setiap enam bulan akan dilakukan review atau penggantian emiten yang masuk dalam Saham Bisnis-27.  Biasanya review itu jatuh pada awal Februari and Agustus. Penilaian dilihat dari data harian transaksi, frekuensi transaksi, dan kapitalisasi pasar.

Indeks Harga Saham Individual (IHSI)

IHSI menggambarkan pergerakan harga saham setiap emiten yang tercatat di BEI. Dengan indeks ini, investor dapat memantau saham mana yang paling aktif atau sering diperjualbelikan di bursa efek.

Indeks Saham Sektoral

BEI mengklasifikasikan indeks saham berdasarkan 9 sektor yaitu sektor pertanian, industri dasar, barang konsumsi, infrastruktur, properti, pertambangan, keuangan, perdagangan, dan jasa. Indeks saham yang satu ini tempat berkumpulnya emiten dengan sektor yang sama.

Indeks Saham SRI-KEHATI

Indeks SRI-KEHATI ini sering digunakan untuk mencari informasi soal emiten yang peduli dengan lingkungan hidup. Indeks yang satu ini hasil besutan BEI dan Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI). Ada tiga seleksi 25 saham terbaik, termasuk aspek fundamental perusahaan, aspek finansial, dan pengaruh bisnis perusahaan tersebut terhadap lingkungan hidup.

Indeks Saham Papan Utama

Anggota indeks ini emiten kelas kakap, yang punya performa super bagus dan memenuhi syarat yang diminta BEI. Emiten yang masuk kategori ini biasanya memiliki aset minimal Rp100 miliar dengan pemegang saham 1.000 orang.

Indeks Saham Papan Pengembang

Yang membedakannya dengan indeks saham sebelumnya, Indeks Papan Pengembang berisi emiten yang memiliki prospek bagus, namun belum banyak menghasilkan keuntungan. Emiten ini juga biasanya memiliki aset senilai Rp5 miliar dan pemegang sahamnya setidaknya 500 orang.

Baca juga: Inilah Negara terbaik untuk Investasi

Jakarta Islamic Index (JII)

Indeks saham Jakarta Islamic Index (JII) ini adalah indeks saham paling bungsu di BEI. Indeks ini terdiri dari 30 saham yang bergerak di bidang industri berbasis prinsip syariah Islam, di mana sistemnya mengharamkan riba. Jakarta Islamic Index ini dinilai sangat bermanfaat untuk melihat pergerakan harga saham dan digunakan sebagai acuan penilaian terhadap portofolio saham syariah.

Dengan mengetahui indeks saham, kamu pasti akan lebih bersemangat lagi belajar investasi saham. Jadi tunggu apa lagi?