Siapa yang berinvestasi pastinya berharap untuk mendapatkan keuntungan. Namun ada kalanya sebuah investasi mendatangkan untung yang di luar dugaan alias jackpot yang membuat investornya kaya raya. Kepiawaian mengendus peluang usaha dan berani mengambil risiko menjadi kesamaan dari beragam investasi menguntungkan yang pernah ada.

Baca juga: Ragam Indeks Saham di Indonesia

Sejarah mencatat beberapa investasi menguntungkan yang dialami investornya. Penasaran? Yuk dicek.

  • Ray Crocs pemilik McDonald’s

Pemilik McDonald’s merupakan Ray Croc, seorang mantan sales yang pernah menjual blender untuk milkshake ke berbagai restoran termasuk McDonald’s. Pria ini punya penciuman tajam untuk membesarkan restoran cepat saji McDonald’s seperti sekarang ini. Restoran McDonald’s sendiri sebelumnya bukan milik Croc, justru milik McDonald’s bersaudara. Sedari awal restoran ini sudah menunjukkan kekhasannya yaitu bisa melayani pembeli dalam waktu kurang dari satu menit. Di situ Croc melihat ide bisnis.

Sayangnya McDonald’s bersaudara enggan untuk mengembangkan sayap bisnisnya karena merasa akan sulit mengontrol restoran bila terlalu banyak. Nah di situlah Croc mengambil inisiatif untuk bekerja sama dan akhirnya membeli McDonald’s.

Dengan investasi awal sebesar USD2,7 juta, pada tahun 1961 Croc membeli McDonald’s dan membuatnya menjadi restoran cepat saji yang mungkin sering kamu datangi. Meskipun proses pembelian restoran McDonald’s dari pemilik awal sempat kontroversial hingga saat ini, namun kini kekayaan Croc dengan hasil investasinya di McDonald’s sudah mencapai lebih dari USD500 juta!

  • Warren Buffet Penyelamat American Express

Siapa, sih, yang tidak kenal Warren Buffet? Pria ini dikenal paling tajam instingnya untuk berinvestasi dan biasanya mendapatkan keuntungan berlipat. Salah satu bukti kepiawaian kakek berusia 86 tahun ini adalah membeli saham bank Amerika Serikat American Express pada tahun 1964. Saat itu bank tersebut sedang gonjang ganjing karena skandal pinjaman yang diberikan pada perusahaan yang mengolah minyak sayur. Masalahnya perusahaan tersebut mencampur minyak dengan air.

Karena skandal ini saham bank turun hingga 50 persen. Pada saat itu Buffet masuk, membeli saham American Express senilai USD1,28 miliar. Dan sekarang, nilai saham Buffet sudah mencapai USD5 miliar! Nilai yang fantastis bukan? Sekadar info, saham American Express menjadi saham kesayangan Pak Buffet, lo!

  • Peter Thiel Investor Pertama Facebook

Peter Thiel adalah salah satu investor Facebook. Dia berinvestasi di Facebook sebesar USD500.000 pada tahun 2005 untuk 10 persen saham, bahkan sebelum Facebook se-ngetop sekarang. Berlatar belakang kuliah di fakultas hukum, Thiel menghabiskan waktunya bukan di pengadilan tetapi menjadi pedagang saham. Thiel yang juga pendiri Paypal saat itu dikenalkan pada Mark Zuckerberg, dan langsung bersedia berinvestasi.

Pada tahun 2012, Facebook melakukan Initial Public Offering (IPO) dan Thiel menjual saham yang dimilikinya di Facebook. Setelah berinvestasi sebesar USD500.000 pada mulanya, nilai investasi Thiel di Facebook meroket menjadi USD400 juta setelah dijual. Sungguh suatu investasi menguntungkan, ya?

  • Asa Cadler Pembangun Raksasa Coca Cola

Suka Coca Cola? Kalau iya, berarti kamu harus kenalan dengan Asa Cadler. Meskipun Asa Cadler bukan penemu minuman ringan ini, dia merupakan orang yang mempopulerkan Coca Cola dengan marketing yang tidak biasa pada masanya. Asa Cadler membeli hak paten Coca Cola dari penemunya John Pemberton tahun 1888 dengan harga USD2.300 (nilai sekarang USD57.875).

Semula dia hanya mampu menjual 9 gelas Coca Cola sehari dengan harga lima sen. Namun Asa cerdik membuat strategi pemasaran dengan sales yang berkeliling, dan juga kupon gratis. Bukan itu saja, Asa juga mempromosikan bahwa Coca Cola bisa menjadi obat sakit kepala dan kelelahan. ehingga orang mulai tertarik untuk mencobanya.

Baca juga: Sukses Berinvestasi Online dengan Tips Ini

Belakangan pemerintah memberlakukan pajak untuk barang berjenis obat dan Asa langsung banting stir dan mempromosikan Coca Cola sebagai bentuk minuman ringan. Asa kemudian menjual Coca Cola senilai USD25 juta (UDS332 juta nilai saat ini). Benar-benar untung yang luar biasa!

Pastinya menjadi seorang investor tidak mudah, tetapi keberanian para investor ini bisa menginspirasi kamu menemukan investasi menguntungkanyang akan membantumu mencapai tujuan keuanganmu.