Dalam meraih sukses saat berbisnis, tidak hanya diperlukan kejelian dalam menentukan segmentasi pasar, namun juga tentang bagaimana ketepatan untuk membidik target utamanya. Hal ini dipahami betul oleh pengusaha muda Merrie Elizabeth dan Ninda Ramandiani sewaktu mendirikan salon BloBar.

Baca juga: Gaung Dulcet Patisserie, Cake Artisan Di Indonesia

Keduanya tidak ingin bersaing di segmen yang sudah lazim, karena tahu hal itu akan membuat mereka bersaing begitu ketat dengan kans keberuntungan yang tipis. Sebaliknya, mereka masuk ke industri terkait dengan menawarkan spesialisasi pewarnaan rambut.

Strategi diferensiasi

Sekitar lima tahun lalu, sangat jarang ditemukan salon yang memiliki spesialisasi pada pewarnaan rambut. Kalaupun ada, harganya cenderung mahal, belum termasuk berbagai perawatannya yang menguras dompet. Inilah yang menjadi dasar bagi Merrie dalam membangun Quo Studio –dulu bernama BloBar– sebagai sebuah salon yang khusus melayani jasa pewarnaan rambut, beserta segala rupa perawatannya.

Niatan menjalankan wirausaha mulai dipikirkan oleh Merrie ketika masih berstatus karyawan swasta, sekaligus menyambi sebagai mahasiswa magister di Prasetya Mulya Business School. Dia kemudian mengajak adik kelasnya, yakni Ninda, untuk bekerja sama membangun bisnis. Mereka pun memilih ranah kecantikan sebagai inti bisnis karena melihat kaum hawa selalu punya kebutuhan bersolek, termasuk pewarnaan rambut.

Dengan pertimbangan dan perhitungan yang matang, keduanya akhirnya berani membesut BloBar pada Desember 2014. Bahkan, Merrie mantap untuk keluar dari pekerjaannya, dan fokus mengurusi salon yang dirintisnya itu.

“Siapa, sih, perempuan yang tidak ingin cantik? Di media sosial, banyak influencer tampil cantik, di YouTube banyak bermunculan tutorial kecantikan. Tidak heran jika kemudian menular ke masyarakat umum, yang juga sama-sama ingin tampil memukau,” ujar Merrie.

“Selama ini, orang melihat salon sebagai tempat melakukan segala rupa perawatan rambut. Dengan menitikberatkan pada satu segmen, yakni pewarnaan rambut, kami ingin melakukan diferensiasi yang membuat konsumen yakin bahwa kami memang ahli di bidang ini,” lanjutnya menjelaskan.

Promosi berbentuk tips

Mengawali operasional BloBar pada 2014, kedua pengusaha muda ini memilih kawasan kemang, Jakarta Selatan, sebagai tempat unit bisnis. Lokasi tersebut dinilai cocok untuk menawarkan produk yang berjiwa muda, mengingat pamornya sebagai pusat kehidupan urban yang hip.

BloBar menyasar konsumen dari kalangan perempuan milenial, yakni mereka yang termasuk pekerja muda berusia 18-35 tahun. Harga layanannya bervariasi, namun cukup terjangkau untuk perawatan profesional, yakni mulai dari Rp75.000 hingga Rp. 1,5 juta.

Modal awalnya didapat dari tabungan dan hasil berutang ke beberapa pihak, yang berkisar pada angka Rp100 juta. Dalam mengelola BloBar, keduanya berbagi peran, yakni Ninda pada operasional dan sumber daya manusia, sedangkan Merrie fokus pada keuangan dan pemasaran.

Meski begitu, keduanya saling mendukung satu sama lain, termasuk dalam hal promosi yang banyak dilakukan via media sosial. Merrie dan Ninda tidak ingin konten promosi yang diunggah terlihat seperti jualan dalam arti umum.

“Kami berdua selalu memikirkan dengan seksama setiap konten yang akan diunggah. Kami menerapkan strategi below the line, di mana calon konsumen tidak dibombardir dengan janji manis penjual, tapi bagaimana caranya membuat mereka yakin bahwa layanan kami patut diperhitungkan,” jelas Merrie.

Promosi BloBar di media sosial akhirnya berbentuk  “beauty hack“, yakni tips, rekomendasi, dan solusi mengenai rambut berwarna. Tak jarang, keduanya juga menggandeng para influencer, terutama yang berkecimpung di dunia kecantikan, untuk membuat konten testimoni.

“Lambat laun terbentuk rasa percaya konsumen di awal, yang berujung pada kehadiran mereka di salon kami. Merasa puas, mereka kemudian menyebarkan kehadiran kami kepada orang lain, begitu seterusnya. Kami sangat bersyukur bahwa para konsumen datang dengan rasa optimis pada layanan yang kami berikan,” cerita Merrie.

Perubahan nama dan pengembangan

Keunikan konsep serta sikap pantang menyerah membuat bisnis yang mereka jalani cepat meraih sukses. Genap pada bulan ke-9 BloBar beroperasi, kedua pengusaha muda ini sudah berhasil balik modal dan kini mampu menembus omzet ratusan juta rupiah setiap bulan.

BloBar disukai oleh konsumen karena mampu menghadirkan tren pewarnaan rambut terkini, khususnya teknik ombre yang menghasilkan efek gradasi warna. Selain itu, tampilan interior salon juga dibuat dengan kesan yang chic dan Instagramable –istilah untuk menyebut tempat yang cocok dipotret sebagai latar belakang foto Instagram– sehingga tidak heran konsumen senang, dan mengabarkannya ke orang lain.

Memasuki tahun ketiga operasionalnya pada 2017, Merrie dan Ninda berpikir untuk menyegarkan konsep BloBar guna menyesuaikan tantangan yang terus berubah di dunia kecantikan.

Mereka pun memutuskan mengganti nama unit bisnisnya menjadi Quo Studio, yang bermakna lebih dari tempat mewarnai rambut, namun juga sebagai ajang bagi kemungkinan pengembangan kreativitas dalam menghasilkan tren tata rambut terdepan di kelasnya.

Keduanya tidak ragu untuk menambahkan layanan baru seperti perawatan kuku, ekstensi bulu mata, dan waxing yang sangat digemari oleh kaumhawa modern saat ini.

Nama Quo Studio juga memungkinkan mereka untuk mengembangkan bisnisnya lebih jauh, yakni dengan membuka salon khusus pria dan outlet cabang di Surabaya pada 2018.

Ketika ditanya, apa yang menjadi kendala selama ini dalam mengembangkan bisnisnya, Merrie dengan cepat menjawab: rasa malas.

Baca juga: Usaha Karta Ala Andrew Tanner

“Usaha kami hadir sebagai ceruk di tengah persaingan ketat bisnis kecantikan. Hal itu kadang membuat saya pribadi jumawa, dan berpikir bahwa tidak akan pernah ada yang bisa menyaingi. Saya lupa bahwa hal itu bisa memicu kebuntuan dalam berinovasi, yang jika tidak segera disadari dapat membuat konsumen merasa jenuh, dan seburuk-buruknya bisa membuat mereka berpaling ke (pesaing) lain,” ujarnya panjang lebar.

“Untuk itulah kami mengubah konsep bisnis secara keseluruhan di bawah nama Quo Studio, agar kami dan seluruh tim bisa bebas saling menyampaikan pendapat untuk menemukan hal-hal baru yang membuat bisnis ini menjadi terdepan, dan semakin banyak menarik loyalitas konsumen,” lanjut Merrie.

Atas dedikasi sebagai pemimpin Quo Studio, yang berjuang jatuh bangun sejak mengawalinya dari BloBar, Merrie berhasil masuk ke dalam daftar bergengsi Forbes 30 Under 30 pada 2016 lalu.

Sebagai pengusaha mudaMerrie dinilai berhasil menemukan peluang bisnis yang potensial dan berbeda, mencari mitra bisnis yang tepat, memiliki layanan dan produk yang berkualitas, memanfaatkan media sosial secara tepat guna, serta menjalin kedekatan dengan konsumen.