Kamu yang baru mulai bekerja tentu merasa senang sudah bisa membiayai kebutuhanmu sendiri. Namun terkadang pekerja pemula atau first jobber merasakan eforia. Karena merasa sudah punya penghasilan, mereka terjebak dengan perilaku konsumtif.

Baca juga: Tips Kelola Keuangan untuk Pasangan Muda

Salah satunya adalah memiliki kartu kredit untuk mendukung kebutuhan gaya hidup. Padahal, sejatinya kartu kredit berfungsi sebagai alat penunda pembayaran. Jika kamu tak bisa mengelola gaji dan melunasi utang kartu kredit saat jatuh tempo, ini dapat menjadi persoalan tersendiri.

Karena itu, ada baiknya first jobber mempertimbangkan sejumlah hal berikut sebelum memutuskan memiliki kartu kredit.

Penghasilan Minimum

Jumlah penghasilan adalah faktor utama yang dilihat penerbit kartu kredit pada calon pemegang kartu kredit. Hal ini akan menentukan batas atau limit kredit yang diberikan dan penilaian kelancaran pemegang kartu kredit dalam melunasi utang.

Umumnya jumlah penghasilan minimum yang ditentukan penerbit kartu kredit adalah Rp3 juta per bulan. Penerbit kartu kredit akan meminta fotokopi slip gaji sebagai bukti pendukung dalam formulir aplikasi. Bila penghasilanmu belum mencapai persyaratan minimum tersebut, tentu sebaiknya tunda dulu rencana memiliki kartu kredit.

Selain itu biasanya penerbit kartu kredit juga akan meminta alamat dan telepon kantor bagi karyawan yang mengajukan aplikasi kartu kredit. Terkadang mereka akan mengecek ke kantor yang bersangkutan sebagai verifikasi.

Oleh sebab itu mungkin akan lebih baik bila kamu sudah melewati masa percobaan sebagai karyawan saat mengajukan permohonan kartu kredit. Ketika kamu sudah berstatus karyawan tetap, pihak kantor pun akan lebih mudah memberikan rekomendasi pada penerbit kartu kredit.

Sesuaikan dengan Kebutuhan

Cermati lagi rencanamu memiliki kartu kredit. Apa motivasi yang mendorongmu ingin memiliki kartu kredit? Akan lebih baik jika kartu kredit digunakan menunjang kebutuhan di luar konsumsi, semisal menjadi pegangan manakala sewaktu-waktu kamu atau anggota keluargamu harus dirawat di rumah sakit.

Bila kamu tertarik memiliki kartu kredit karena berbagai promosinya, cek dulu kesehatan keuanganmu. Apakah kamu sudah bisa mengelola gaji dan dapat menyisihkan dana untuk kebutuhan gaya hidup tanpa mengorbankan pengeluaran rutin atau wajib lainnya? Jika ya, artinya lampu hijau buatmu memiliki kartu kredit.

Sebelum memilih kartu kredit, lakukan survei dan bandingkan semua fitur dan biaya-biaya yang dikenakan kartu kredit incaranmu. Jika kamu hobi traveling, kartu kredit yang bekerja sama dengan maskapai atau jaringan hotel tertentu akan memberikan keuntungan bagi lewat bonus poin atau diskonnya. Sebaliknya jika kamu lebih hobi makan di luar atau belanja, cari kartu kredit yang sering memberikan promosi cashback atau diskon resto dan pusat perbelanjaan.

Penerbit Kartu Kredit

Per Oktober 2018 ada 26 bank dan lembaga pembiayaan yang telah mengantongi izin dari Bank Indonesia sebagai penerbit kartu kredit. Merchant seperti toko atau resto biasanya banyak bekerja sama dengan bank-bank besar dengan jaringan luas di seluruh Indonesia. Karena itu kartu kredit yang diterbitkan bank-bank tersebut lebih sering memberikan promosi atau diskon.

Namun jika kamu bukan nasabah bank tersebut, cermati sarana pembayaran tagihan kartu kredit dari bank bersangkutan. Seringkali pembayaran melalui bank lain akan dikenakan biaya tambahan. Meski biayanya tidak besar, hal ini akan jadi pengeluaran ekstra untukmu.

Fitur Keamanan

Dulu untuk mengesahkan transaksi, setelah merchant menggesek kartu kreditmu mereka akan meminta tanda tangan pemegang kartu kredit. Akan tetapi ternyata kartu kredit lebih mudah dibobol hanya dengan verifikasi tanda tangan. Oleh karena itu sejak awal 2015, Bank Indonesia sudah mewajibkan penerbit kartu kredit menggunakan PIN enam digit sebagai sistem pengamanan.

Dengan PIN, saat kartu kreditmu hilang atau dicuri, penjahat akan lebih sulit menggunakannya untuk bertransaksi. Sistem PIN juga dapat lebih mengantisipasi penipuan kartu kredit dengan cara skimming atau meretas data pelanggan lewat mesin EDC. Itu sebabnya kamu perlu memastikan kartu kredit pilihanmu sudah dilengkapi dengan fitur keamanan sistem PIN.

Bunga Kartu Kredit

Seringkali karena sudah terlalu ingin memperoleh kartu kredit, first jobber lupa atau acuh mempelajari seluk beluk bunga kartu kredit. Padahal ini yang kerap menjebloskan pemilik kartu kredit dalam lilitan utang.

Bank akan mengenakan bunga kartu kredit saat kamu melakukan pembayaran melewati jatuh tempo, hanya membayar tagihan minimum atau kurang dari minimum, menarik dana tunai, atau tidak membayar sama sekali. Jika utang kartu kreditmu tidak segera dilunasi dan kamu malah menambah tagihan baru, lama-lama utangmu akan terus membengkak karena dikenakan bunga.

Baca juga: Tren Cashless, Kamu Sudah Coba?

Selain itu menurut para perencana keuangan, rasio utang yang sehat adalah maksimal 30% dari penghasilanmu sebulan. Jangan sampai utang kartu kredit melonjak melebihi rasio tersebut dan membebani keuanganmu.

Jadi, tidak ada salahnya mengingat sejumlah pertimbangan di atas sambil mengelola gaji dan melihat apakah sudah tepat saatnya bagi kamu memiliki kartu kredit. Setuju?