Investasi saham merupakan salah satu instrumen investasi yang mungkin sering kamu dengar, namun lebih banyak dianggap momok bagi banyak investor pemula yang takut merugi. Maklum investasi saham ini dikategorikan investasi berisiko tinggi, meskipun imbal hasil yang didapat lebih tinggi dari investasi biasa.

Baca juga: Investasi Terbaik Sepanjang Sejarah

Nah, daripada kamu duluan menghakimi hanya karena khawatir, baiknya kamu simak plus minus investasi saham berikut ini. Siapa tahu setelah itu kamu jadi tergoda mencobanya.

Keuntungan Investasi Saham

1. Ikut Mencicipi Dividen

Dividen merupakan keuntungan yang dihasilkan perusahaan dan kamu sebagai investor berhak mendapatkan dividen tersebut. Dividen dibagi berdasarkan lembaran saham yang kamu punya, jadi makin banyak kamu berinvestasi di perusahaan tersebut, makin banyaklah dividen yang kamu kantongi.

Namun pembagian dan jumlah dividen yang dibagikan ini haruslah direstui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terlebih dahulu, karena bisa jadi keuntungan akan digunakan untuk pengembangan perusahaan.

Selain itu, kamu harus tercatat sebagai pemilik saham pada tanggal cum date. Cum date adalah tanggal terakhir bagi investor yang ingin membeli saham tertentu dan berhak untuk mendapatkan dividen perusahaan yang telah diumumkan.

Misalnya perusahaan A mengumumkan cum date dividen tanggal 28 Februari 2019. Jika kamu membeli saham sebelum atau terakhir pada tanggal 28 Februari, kamu berhak memperoleh dividen. Tapi jika kamu membeli saham lewat dari tanggal itu kamu tidak bisa memperoleh dividen.

2. Dapat Jatah Capital Gain

Misalnya kamu membeli saham dengan harga Rp850 per lembar, setelah beberapa waktu nilai sahammu menjadi Rp1.000 per lembar. Selisih yang menjadi untung itu disebut capital gain. Capital gain ini muncul karena aktivitas perdagangan di bursa efek.

3, Investasi dengan Modal Kecil

Investasi saham memperbolehkan kamu merogoh kocek tidak terlalu dalam. Saat ini ada saham yang dijual Rp100.000/ lot.

Sebagai investor pemula, kamu bisa belajar investasi saham dengan menggunakan 5 persen dari dana investasi yang kamu miliki. Kalau sudah untung baru ditingkatkan pelan-pelan.

4. Ikut Laju Inflasi

Bila kamu memilih investasi di saham, maka kamu tidak perlu khawatir investasimu tergerus inflasi. Biasanya saham bergerak mengikuti laju inflasi. Terutama jika kamu memilih jenis saham yang tidak terpengaruh inflasi, misalnya saham properti.

5 .Bisa Dilakukan Di Mana Saja

Tentu saja. Di era sekarang segala sesuatunya serba online, termasuk dengan investasi saham. Kamu tidak perlu repot-repot datang ke Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk membeli saham atau mengawasi pergerakan saham milikmu di sana. Justru sekarang ada aplikasi investasi yang bisa di-download di telepon genggammu dan bisa melakukan transaksi di mana pun kamu berada, seperti VOLT dari PT Valbury Sekuritas Indonesia. Mudah bukan?

Kekurangan Investasi Saham

Setiap ada kekurangan, pastinya ada kerugian, kan? Mungkin ini jadi pertimbangan kamu yang akan memulai berinvestasi di saham.

  1. Tidak mendapatkan dividen

Tidak semua perusahaan memberikan dividen. Jika kamu ingin memperoleh dividen, sebaiknya mencari tahu dulu perusahaan mana yang membagikan dividen.

Seperti telah dijelaskan di atas, perusahaan yang membagikan dividen akan menunaikan kewajibannya pada pemegang saham jika perusahaan memperoleh laba. Namun bila perusahaan tempat kamu berinvestasi mengalami kerugian, otomatis kamu tidak akan mendapatkan dividen.

  1. Capital Loss

Kebalikan dari capital gain, kamu bisa mengalami capital loss di mana harga saham yang kamu beli sebelumnya jatuh lebih rendah. Hal ini sering dikarenakan aktivitas bisnis perusahaan yang merugi atau salah strategi.

Maka dari itu, kamu disarankan berinvestasi di saham yang bisa berkembang, sehingga bisa bebas dari capital loss.

  1. Perusahaan bangkrut

Perusahaan bangkrut merupakan mimpi buruk untuk investor karena akan kehilangan semua dana yang sudah diinvestasikan. Bila sebuah perusahaan gulung tikar, pemegang saham menjadi faktor terakhir yang mendapatkan ganti rugi, karena perusahaan akan memprioritaskan pembayaran utang dan gaji karyawannya terkebih dahulu.

  1. Saham Dihentikan Perdagangannya

Ini juga salah satu ketakutan investor saham yaitu saat saham miliknya terkena suspensi atau otoritas bursa menghentikan perdagangan saham tersebut. Akibatnya saham itu tidak dapat dijual dan dapat merugikan investor.

Apa alasan suatu saham terkena suspensi? Biasanya suspensi adalah bentuk sanksi dari BEI, karena perusahaan atau emiten melakukan pelanggaran. Pelanggaran bisa karena gagal membayar utang atau obligasi, kesalahan dalam laporan keuangan atau karena saham digoreng.

Suspensi menjadi sanksi berat sebelum akhirnya emiten dikeluarkan dari bursa.

  1. Butuh Ilmu

Yup, sudah tentu berinvestasi saham harus dilakukan dengan pengetahuan bagaimana menganalisa saham, alias bukan tebak-tebak buah manggis. Kamu juga harus belajar dari ahlinya bagaimana memprediksi apakah saham itu memiliki masa depan cerah atau akan idle alias tidak menghasilkan apa-apa.

Kalau kamu tertarik untuk lebih mendalami dunia investasi, termasuk belajar investasi saham, kamu bisa mengikuti seminar Gaya Hidup Cerdas Generasi Milenial yang diadakan PT Valbury Sekuritas Indonesia tanggal 27 April nanti. Untuk informasi lebih lanjut, klik valburysekuritas.co.id, ya.

Baca juga: Investor Pemula Jangan Abaikan Hal Ini!

Berinvestasi saham memang membutuhkan semangat dan keberanian, terutama dengan mengetahui kelebihan dan kekurangannya. Sebagai investor pemula, kamu juga harus bijaksana memilih investasi yang sesuai dengan keinginan kamu.