Ribut dengan teman sekantor, gaji yang tidak nak-naik atau bos yang menyebalkan sering menjadi alasan anak muda untuk mengundurkan diri dari tempat kerja alias resignMaklum, lingkungan dan suasana tempat kerja yang kondusif sangat penting untuk bisa bekerja dengan baik. Kalau atmosfernya tidak menyenangkan, bagaimana bisa berprestasi?

Baca juga: Investasi Buntung Ala Money Game

Tunggu dulu, sebelum kamu buru-buru mengepak barang dan menyerahkan surat pengunduran diri pada HRD, bagusnya cek dulu apakah kondisi keuangan cukup siap sementara kamu menganggur dan mencari pekerjaan lain. Jangan sampai nanti kamu terjerat utang karena mencari pekerjaan baru juga butuh waktu.

Seperti apa kiat sukses untuk resign tanpa mengkhawatirkan kondisi keuangan? Berikut beberapa hal yang harus dicek:

Cek Tabungan

Yes, kamu harus tahu apakah jumlah tabunganmu saat ini cukup untuk membiayai kehidupanmu saat nanti menganggur. Pastikan dananya cukup minimal tiga bulan saat kamu menganggur. Lebih super lagi kalau dana cadangan cukup untuk 6 bulan! Ingat, mencari kerja itu gampang-gampang sulit, siapa tahu kamu harus menunggu lama. Kalau uangmu tidak cukup bagaimana? Masa minta pada orang tua? Gengsi dong.

Selain tabungan, kamu juga harus mengecek investasi yang pernah kamu lakukan selama ini, deposito, atau mungkin juga dana yang kamu pinjamkan ke temanmu. Semua harus sudah jelas jumlahnya sebelum kamu memutuskan resign.

Makin banyak jumlah dana yang tersedia, maka kamu bisa mengundurkan diri dari pekerjaanmu dengan hati tenang.

Buat Daftar Pengeluaran yang Baru

Daftar pengeluaran baru ini penting untuk memastikan berapa dana yang akan kamu keluarkan setelah menganggur nanti. Kalau kamu masih punya cicilan KPR atau mobil, bisa dimasukkan dalam daftar pengeluaran yang harus ada setiap bulannya.

Pastinya daftar pengeluaran harus dibuat super hati-hati, alias berdasarkan kebutuhan bukan karena kamu menginginkannya.

Potong Anggaran Tidak Perlu

Sebenarnya kata “berhemat” lebih tepat, sih. Disarankan kamu memotong sejumlah pengeluaran yang tidak perlu. Misalnya budget transportasi yang biasanya besar bisa dialokasikan lebih kecil karena kamu tidak perlu ke kantor setiap hari. Kamu juga bisa mengurangi ongkos “hepi-hepi” misalnya belanja atau ngopi rutin karena tidak bijaksana mengeluarkan uang ekstra saat sedang mencari pekerjaan.

Selain itu bagi yang sudah punya kartu kredit, untuk sementara kamu baiknya menyetop penggunaan kartu kredit. Ini bisa jadi salah satu kiat sukses bagimu menstabilkan kondisi keuangan di saat jobless.

Investasi Jangka Pendek

Meskipun dana dibutuhkan untuk hal yang lebih penting saat ini, kamu tetap harus berinvestasi. Investasi jangka pendek menjadi solusi untuk mereka yang keuangannya pas-pasan. Bisa juga kamu memilih investasi emas atau pasar modal.

Jangan sampai kondisi jobless membuatmu berhenti jadi investor pemula karena investasi penting dan bukan hal yang sulit saat ini.

Miliki Asuransi

Sangat penting untuk memiliki asuransi saat kamu jobless. Asuransi kesehatan salah satu asuransi yang harus kamu persiapkan karena bisa membantu seandainya kamu mendadak sakit.

Saat ini ada asuransi BPJS Mandiri yang preminya bisa dibayar setiap bulan dengan jumlah yang tidak memberatkan. Kamu bisa membayar asuransi kesehatan selama setahun di muka, agar nantinya tidak bingung saat keuangan menipis.

Baca juga: Pelajaran Keuangan Tersembunyi Dari Film

Resign dari pekerjaan merupakan keputusan yang cukup berat, sehingga kamu harus memiliki persiapan yang matang. Pada saat seseorang mengundurkan diri, yang paling terpukul adalah keuangannya. Jadi dengan persiapan keuangan yang bijaksana dalam kiat sukses di atas, kamu bisa bertahan dengan keuangan yang stabil hingga mendapatkan pekerjaan baru.