Saat memilih investasi, tentu kamu akan super hati-hati. Kamu pasti ingin investasi yang kamu pilih menjadi investasi menguntungkan dan tidak menurun nilainya karena tergerus inflasi.

Inflasi? Apa itu inflasi? Buat kamu yang belum tahu dengan istilah yang satu ini, inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Contohnya jika dulu kamu cukup mengeluarkan uang Rp20.000 untuk membeli segelas frappucino di kedai kopi, karena inflasi maka sekarang segelas frappucino yang sama harganya sudah menjadi Rp40.000. Umumnya inflasi disebabkan oleh ketidakseimbangan arus barang dan uang dalam perekonomian suatu negara.

Baca juga: Investasi Streetwear Fashion? Kenapa Tidak?

Inflasi sendiri merupakan sebuah gejala ekonomi yang tidak bisa dihilangkan hingga tuntas. Pemerintah hanya dapat berusaha mengendalikan tingkat inflasi serendah mungkin. Berdasarkan data Bank Indonesia, dalam kurun waktu lima tahun terakhir sejak 2014, tingkat inflasi Indonesia berada di bawah 10% yang dikategorikan sebagai inflasi ringan.

Sebagai investor, kamu akan diuntungkan bila berinvestasi pada produk yang imbal hasilnya lebih tinggi dibandingkan tingkat inflasi. Sejumlah investasi ini bisa kamu coba jika ingin “mengalahkan” inflasi.

1. Emas

Emas bukan hal yang baru karena investasi ini sudah dilakukan nenek moyang kita sejak zaman baheula. Emas merupakan alternatif investasi yang cukup aman dari inflasi. Harga emas biasanya justru ikut naik mengikuti tingkat inflasi.

Sekarang berinvestasi emas pun makin mudah dan bisa dilakukan dengan modal minim. Misalnya saja berbagai platform investasi kini banyak menawarkan program “nabung emas”. Kamu bisa membeli emas dengan menabung sejumlah dana yang cukup terjangkau tiap bulan.

2. Deposito

Deposito termasuk investasi yang cocok untuk investor pemula karena rendah risikonya. Yang perlu diingat, bunga deposito dikenakan pajak 20%. Untuk meraih keuntungan optimal, pilih deposito yang bunganya lebih tinggi dari inflasi setelah dikurangi pajak.

Agar “gesit” menghadapi perubahan tingkat inflasi, sebaiknya pilih deposito berjangka waktu pendek semisal 1 bulan atau 3 bulan. Jika tingkat inflasi melambung melebihi bunga deposito, kamu bisa segera mencairkannya tanpa terkena penalti. Begitu juga saat suku bunga naik, deposito jangka pendek bisa memberikan potensi keuntungan lebih besar karena dapat lebih cepat diperbaharui mengikuti suku bunga yang baru.

3. Saham

Meskipun sering dianggap investasi yang berisiko tinggi, namun saham bisa jadi investasi menguntungkan kalau kamu bijaksana memilih saham-saham yang memberikan keuntungan. Secara historis, pendapatan perusahaan yang tercatat di bursa saham atau emiten umumnya ikut bergerak mengikuti laju inflasi. Harga-harga saham akan naik seiring dengan naiknya harga barang dan jasa. Dalam kondisi inflasi tinggi, para investor kawakan merekomendasikan membeli saham perusahaan dari sektor-sektor yang diuntungkan inflasi seperti energi, makanan, layanan kesehatan, dan teknologi.

4. Properti

Yup, kebutuhan akan properti tidak akan pernah berhenti, dan harganya juga jarang mengalami penurunan. Makin lama harga properti semakin tinggi, dan properti juga tidak akan tergerus inflasi. Meskipun demikian bila kamu ingin fokus pada investasi yang satu ini, kamu wajib punya jaringan yang cukup, sehingga menjualnya tidak sulit.

Baca juga: Langkah Sederhana berinvestasi Saham

5. Reksa Dana Pasar Uang

Reksa dana menjadi instrumen investasi idola kaum milenial. Selain harganya terjangkau, transaksi reksa dana pun bisa dilakukan melalui aplikasi di telepon pintar. Kamu juga tidak perlu harus ahli karena ada manajer investasi yang mengurus investasimu.

Sama seperti deposito, reksa dana pasar uang risikonya relatif kecil. Minimal 80% investasi reksa dana ini dialokasikan pada deposito dan surat utang pemerintah yang jatuh temponya kurang dari 1 tahun.

Rata-rata imbal hasil reksa dana pasar uang pun lebih tinggi dibandingkan deposito dan tidak dikenakan pajak. Karena itu reksa dana pasar uang cocok digunakan untuk menjaga ketersediaan atau likuiditas dana dalam jangka pendek yang berpotensi memberikan keuntungan di tengah inflasi.

Sekarang kamu tinggal memilih investasi menguntungkan mana yang paling cocok. Pelajari instrumen investasi pilihanmu dan segeralah berinvestasi.