Kamu penikmat fashion dan suka banget dengan streetwear? Kalau iya, jadi seorang hypebeast enggak cuma bikin kamu tampil keren, tapi juga bisa dibuat investasi alternatif, lho. Streetwear awalnya merupakan gaya berbusana komunitas surfing dan skateboard di Los Angeles pada dekade 1990-an. Streetwear dengan cepat meraih popularitas di seluruh dunia karena nyaman dipakai dan mengekspresikan kebebasan anak muda.

Baca juga: Langkah Sederhana Berivestasi Saham

Beberapa streetwear brand seperti Supreme kemudian menggunakan strategi memproduksi barang-barang berdesain eksklusif secara terbatas, misalnya bekerja sama dengan desainer atau selebritas kenamaan. Lantaran terbatas, maka harganya pun dibanderol tinggi.

Bagi penggemar fanatik streetwear, memiliki barang-barang terbatas ini memberikan gengsi tersendiri. Maka kemudian muncul istilah hypebeast untuk konsumen streetwear yang selalu memburu produk-produk hype yang diproduksi terbatas.

Di balik hobi ini, ada ide bisnis yang bisa kamu jalankan. Produk-produk streetwear terbatas yang diburu kolektor harganya bisa naik berkali lipat jika dijual kembali. Misalnya Nike Air Yeezy Red yang dirilis tahun 2014 seharga USD250 (sekitar Rp3,5 juta), saat ini harga jual kembalinya mencapai USD5.631 (setara Rp75,2 juta).

Keuntungan yang menggiurkan, bukan? Simak, yuk, kiat sukses mengubah fashion streetwear jadi investasi menguntungkan ini:

Cari produk yang terbatas dan eksklusif

Makin terbatas dan eksklusif sebuah produk streetwear, harganya akan makin tinggi. Namun, makin besar juga peluang untuk menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi lagi.

Kolaborasi antara desainer dan selebritas terkenal serta warna produk yang “langka” adalah beberapa faktor yang membuat sebuah produk streetwear banyak dicari dan melambungkan harganya. Oleh karena itu, kamu juga perlu menyiapkan modal awal yang cukup besar untuk membeli produk-produk hype ini.

Update dengan tren

Apa brand dan model produk yang harus dibeli dan akan jadi investasi menguntungkan? Untuk memperoleh pengetahuan itu, tentu saja kamu harus update dengan tren dan berita-berita seputar streetwear.

Kamu bisa mengikuti media sosial brand incaran kamu atau membaca berita dan ulasan produk-produk streetwear di beberapa media yang khusus membahasnya seperti Hypebeast dan High Snobiety. Selain itu, datangi event komunitas sneakers atau streetwear lainnya untuk menyelami tren dan selera konsumen terkini. Dari event komunitas, khususnya kamu akan lebih tahu brand lokal apa yang sedang hype dan dicari pasar.

Cek harga dan pasar di marketplace

Sebelum menjual kembali produk streetwear yang kamu miliki, kamu bisa mengecek harga dan peluang pasarnya di marketplace. GOAT, Grailed, dan StockX adalah beberapa marketplace global yang khusus menjadi situs jual beli produk-produk streetwear hype. Untuk pasar lokal, kamu bisa mengeceknya di marketplace seperti VTL Store, serta forum-forum internet atau media sosial komunitas streetwear lainnya.

Jaga kondisi produk

Kondisi barang streetwear juga sangat menentukan harga jual kembalinya. Produk yang masih mulus dan hanya dipakai 1-2 kali tentu harganya akan lebih tinggi dibandingkan dengan yang sudah lama dipakai. Jika kamu berencana untuk menjual kembali koleksimu, simpan kotak kemasan dan nota pembeliannya. Ini juga akan menjadi bukti keaslian produk yang biasanya ditanyakan konsumen.

Baca juga: Kiat Sukses Mengelola Uang 

Jual kembali dengan cepat

Produk hype akan bernilai tinggi ketika masih diperbincangkan atau dicari penggemarnya. Karena itu, terlalu lama menyimpan koleksimu juga akan memengaruhi potensi keuntungannya. Biasanya produk new release atau justru model klasik yang terus dicari orang yang dapat dengan cepat dijual kembali.

Menjalankan investasi menguntungkan yang disukai seperti ini pasti lebih menyenangkan, ya. Sambil bergaya, kamu pun bisa mulai belajar prinsip-prinsip berinvestasi.