Di antara ragam reksa dana yang ditawarkan manajer investasi ke investor, ada reksa dana pendapatan tetap. Reksa dana ini mayoritas komposisi investasinya (lebih dari 80%) berisi obligasi atau surat utang dengan jangka waktu di atas 1 tahun.

Baca juga: Serba Serbi Reksa Dana Saham yang Bisa Diperdagangkan

Agar kamu sebagai investor pemula lebih memahami reksa dana yang satu ini, simak penjelasannya, yuk.

Pendapatan dari surat utang

Seperti penjelasan di atas, reksa dana pendapatan tetap mayoritas portofolio investasinya merupakan surat utang atau obligasi. Surat utang adalah surat berharga yang berupa surat pengakuan utang yang dijamin pembayaran bunga dan pokoknya oleh pihak penerbit sesuai masa berlakunya (tenor).

Seperti halnya utang yang memiliki bunga, maka pembeli atau pemilik surat utang ini mendapat pembayaran bunga secara berkala dari penerbit surat utang yang besarannya tetap. Dari sinilah nama ‘reksa dana pendapatan tetap’ berasal.

Dalam konteks reksa dana, pemilik surat utang bukanlah individu atau perusahaan, namun pemiliknya adalah produk reksa dana sehingga pembayaran bunga surat utang akan masuk ke dalam penghitungan nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana pendapatan tetap. Jadi, bukan berarti pemilik reksa dana akan memperoleh pendapatan setiap bulan. Pemilik reksa dana akan mendapatkan keuntungan jika nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana bertumbuh dan lebih tinggi saat dijual kembali.

Sesuai peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), komposisi reksa dana pendapatan adalah 80% berisi surat utang dengan sisa 20% berisi produk pasar uang, yaitu deposito. Dengan demikian, jika manajer investasi ingin 90% hingga 100% portofolio investasi merupakan obligasi tentu diperbolehkan, tapi tidak boleh di bawah syarat minimal 80%. Karena itu, NAB reksa dana pendapatan tetap dipengaruhi bunga yang dibayarkan penerbit obligasi. Selain itu, penurunan dan kenaikan harga surat utang juga memiliki dampak pada nilai aktiva bersihnya.

Portofolio bisa dijual

Terkadang manajer investasi atau fund manager ingin mengganti surat utang di keranjang investasi reksa dana dengan surat utang lain. Jika surat utang underperform, dalam artian harga surat utang mengalami penurunan di pasar dan tidak membaik dalam jangka waktu lama, manajer investasi merasa perlu menggantinya dengan surat utang lain yang masih murah namun memiliki prospek kenaikan harga di masa depan.

Namun, jika kamu memiliki reksa dana pendapatan tetap semua hal tersebut akan diurus oleh manajer investasi.

Volatilitas sedang

Volatilitas NAB reksa dana pendapatan tetap masuk dalam kategori sedang, tidak seperti reksa dana saham yang risikonya lebih tinggi karena mengikuti pasar saham yang rentan bergejolak.  NAB reksa dana pendapatan tetap cenderung lebih stabil. Karena itu produk ini cocok untuk investor pemula yang memiliki profil risiko moderat dan memilki tujuan jangka menengah (di antara 1 – 3 tahun).

Baca juga: Ingin Mulai Trading Saham? Ini Cara Menghitung Harga Sahamnya!

Return lebih tinggi dari deposito

Dari segi return, reksa dana pendapatan tetap bisa memberi return 7%-10% per tahun. Jika dibandingkan bunga deposito 6%, tentu lebih menarik bagi investor untuk menaruh dananya di reksadana pendapatan tetap.

Namun, kamu juga harus ingat jika surat utang yang jadi komponen utama reksa dana ini bisa menurun harganya yang akan membuat return reksa dana pendapatan tetap lebih rendah dari deposito.

Setelah kamu sebagai investor pemula memahami kelebihan dan kekurangan beragam instrumen investasi termasuk reksa dana pendapatan tetap, tentu pilihan terakhir kembali di tanganmu.