Perkembangan internet yang sangat pesat membuka peluang bagi para milenial untuk mendapatkan uang secara online. Berbagai usaha milenial pun bisa dijalankan tanpa modal. Salah satunya adalah affiliate marketing.

Secara umum, affiliate marketing merupakan model bisnis online berbasis komisi dengan cara menjual produk-produk dari merchant tertentu secara online melalui link afiliasi. Kegiatan pemasaran dilakukan melalui blog, media sosial atau forum-forum online.

Baca juga: Dari Hobi Blogging Jadi Bisnis yang Menjanjikan

Materi promosi yang dibuat akan terus bertahan selama tidak dihapus. Bahkan, seringkali hanya dengan menulis satu artikel saja, kamu bisa terus-menerus mendapatkan passive income dari link afiliasi yang ada di artikel tersebut. Jika tertarik menjalankan bisnis affiliate marketing, kamu harus memahami prinsip-prinsip dasar bisnis ini. Yuk, kita simak.

Affiliate Marketing nyaris tidak membutuhkan modal sama sekali

Untuk menjalankan bisnis affiliate marketing, kamu tidak memerlukan modal sama sekali. Di internet, ada banyak tawaran program afiliasi yang bisa diikuti tanpa harus membayar atau membeli produk terlebih dahulu.

Di level internasional, kita mengenal program afiliasi terkenal yang bisa diikuti secara gratis seperti Amazon, ClickBank, eBay dan AliExpress yang telah bertahun-tahun membayar para affiliate marketer dalam jumlah besar. Di dalam negeri juga cukup banyak program afiliasi yang bisa diikuti. Kamu tidak cuma bisa menjual produk e-commerce, tapi juga produk digital seperti e-book, games, software dan lain-lain.

Pendapatan berdasarkan komisi perjualan

Pendapatan affiliate marketing diperoleh dari komisi penjualan produk yang berasal dari link afiliasi. Perlu kamu tahu, setiap program afiliasi memberikan besaran komisi yang berbeda-beda. Sebagai contoh, program afiliasi Blibli memberikan komisi maksimal 20%, Lazada 10%, Zalora 12%, Amazon 10% dan AliExpress 8%.

Pada program afiliasi yang menjual produk digital seperti e-book, games, software atau yang lain, komisi yang diberikan jauh lebih besar. ClickBank, misalnya, memberikan komisi penjualan hingga 75%. Di Indonesia, juga ada Ratakan yang memberikan komisi hingga 75%.

Cookies berlaku hingga 90 hari

Salah satu kelebihan affiliate marketing adalah komisi penjualan dari link afiliasi akan dihitung berdasarkan cookies yang cukup panjang. Cookies adalah teknologi untuk menyimpan informasi seperti data tanggal dan waktu visitor melakukan klik link afiliasi.

Program afiliasi rata-rata memberlakukan cookies 30-90 hari. Artinya, jika ada calon pembeli yang klik link afiliasi kamu tapi tidak langsung membeli produk dan baru melakukan pembelian hingga 30-90 hari ke depan, hal tersebut akan diperhitungkan sebagai penjualan dari afiliasi kamu.

Sering kali, orang yang klik link afiliasi juga tidak membeli produk yang kamu rekomendasikan, tapi membeli produk lain yang ada di website penyedia afiliasi tersebut. Kamu tidak perlu khawatir, karena penjualan tersebut juga tercatat sebagai penjualan yang berasal dari link afiliasi kamu dan komisi tetap dibayarkan.

Proses bisnisnya praktis

Pada bisnis reseller atau dropship, kamu harus melakukan pemesanan dan pembayaran produk pada supplier jika ada orang yang membeli barang yang kamu jual. Sedangkan pada affiliate marketing, kamu tidak perlu melakukan apa-apa jika ada pembeli yang klik link afiliasi dan membeli produk.

Pembeli akan melakukan pemesanan dan pembayaran langsung pada website penyedia program afiliasi. Demikian juga pengiriman barang akan dilakukan supplier pada website tersebut. Komisi penjualan akan dihitung secara otomatis dan bisa ditarik jika sudah memenuhi saldo minimal yang ditentukan.

Baca juga: Investasi Menguntungkan Buat Penggila Teknologi

Dengan demikian, affiliate marketing sangat praktis dan tidak akan menguras waktu meskipun ada puluhan atau bahkan ratusan penjualan dalam sehari.  Para milenial yang masih berstatus pelajar atau mahasiswa pun bisa menjalankan usaha ini tanpa mengganggu aktivitas utamanya.

Bisa jadi sumber pendapatan pasif

Usaha milenial ini bisa menjadi sumber passive income dalam jangka panjang. Dengan hanya satu kali posting, kamu bisa mendapatkan pendapatan terus menerus dari link afiliasi yang tertanam di artikel tersebut. Selama artikel tersebut tidak dihapus, maka link afiliasi berpotensi diklik orang dan menghasilkan penjualan, sehingga komisi penjualan terus mengalir.

Program afiliasi tidak akan membatasi komisi penjualan yang diperoleh. Semakin banyak penjualan yang dibukukan, maka semakin besar pula keuntungan yang bisa dikantongi. Jadi, potensi pendapatan usaha milenial dari affiliate marketing tak terbatas.

Step by step menjalankan affiliate marketing

Jika tertarik menghasilkan uang dari affiliate marketing, berikut ini langkah-langkah yang harus kamu lakukan

1. Daftar program afiliasi

Sebelum menjalankan bisnis ini, kamu harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu pada penyedia program affiliate marketing. Jika kamu mahir berbahasa Inggris, kamu bisa membidik pasar global dengan mengikuti program afiliasi internasional seperti Amazon, ClickBank, eBay dan AliExpress. Produk-produk dari program afiliasi internasional juga bisa dipasarkan di Indonesia, asal kamu bisa memilih produk yang sesuai dengan minat dan selera pasar lokal.

Program afiliasi dari dalam negeri juga tak kalah menarik. Sejumlah tawaran afiliasi datang dari perusahaan e-commerce yang memiliki jutaan produk di antaranya adalah Blibli, Lazada, Blanja dan Zalora. Lalu, ada Ratakan yang menjual produk-produk digital.

Sebelum mendaftar, pelajari dulu ketentuan dari setiap program afiliasi serta komisi yang diberikan. Dalam memilih program afiliasi, pertimbangkan besaran komisi yang diberikan, lama cookies dan keberagaman produk yang bisa dijual. Kamu juga bisa mendaftar lebih dari satu program afiliasi.

2. Pelajari produk dan lakukan copywriting

Jika sudah mendaftar program afiliasi, pilihlah produk-produk yang akan dipromosikan. Pelajari detail informasi dan keunggulan-keunggulan produk-produk tersebut. Tidak hanya mengandalkan deskripsi dari produk yang tersedia, kamu juga perlu melakukan riset tambahan untuk memperkaya informasi.

Selanjutnya, kamu perlu melakukan copywriting untuk membuat materi promosi. Jangan dianggap terlalu sulit, ya. Sederhananya, kamu harus mengolah kata-kata mempromosikan suatu produk agar orang tertarik membeli. Jangan lupa, target utama dalam membuat materi promosi adalah komisi penjualan.

Baca juga: Bisnis Jastip, Bermodal Minim dan Mudah Dijalankan Ala Yohana

Copywriting dalam affiliate marketing tidak melulu menjelaskan suatu produk yang dipromosikan. Sejumlah pemain bisnis afiliasi menggunakan materi promosi yang terlihat lebih natural seperti artikel tips dan cara melakukan sesuatu. Namun dalam artikel tersebut tetap diselipkan informasi produk yang direkomendasikan dan link afiliasi.

Contohnya, kamu bisa membuat artikel “5 Laptop Andal Harga Kurang dari Rp5 Juta” untuk mempromosikan produk laptop, atau artikel “Cara Bikin Bakso Rumahan Rasa Restoran“ untuk mempromosikan produk food chopper.

3. Promosikan lewat blog, media sosial atau forum online

Setelah materi promosi produk afiliasi dibuat, yang harus kamu lakukan adalah mempromosikannya secara online lewat berbagai saluran seperti blog, media sosial atau forum. Materi promosi juga harus disesuaikan dengan media promosinya.

Misalnya, jika promosi dilakukan lewat blog, kamu bisa menggunakan artikel yang cukup panjang. Sedangkan materi promosi di media sosial harus dilakukan secara singkat, padat, dan menarik.

Selanjutnya, kamu tinggal menunggu promosi yang kamu lakukan bisa dikonversi menjadi penjualan. Lalu, komisi affiliate marketing pun akan mengalir deras. Prospek usaha milenial ini sangat menjanjikan bukan? Tertarik untuk mencoba?