Tingginya harga properti yang cenderung naik setiap tahun kerap membuat ciut nyali milenial yang ingin memiliki rumah sendiri. Tapi mimpi milenial beli rumah bukannya tidak mungkin terwujud. Ada sejumlah alternatif cara memiliki rumah, di antaranya dengan membeli rumah lelang via situs lelang bank.

Baca juga: Kelola Keuangan untuk Pasangan Muda

Rumah lelang bank adalah properti sitaan dari nasabah yang tidak bisa lagi melanjutkan pembayaran utang ke bank. Biasanya harga rumah lelang lebih rendah dari harga rumah dipasaran, supaya bank segera memperoleh dana segar untuk mengatasi kredit macet tersebut. Selain itu, umumnya rumah lelang juga berada di area pemukiman yang sudah ramai dan dekat dengan fasilitas umum. Menarik bukan?

Namun sebelum membeli rumah lelang bank, ada sejumlah hal yang perlu kamu perhatikan, di antaranya:

1. Cek ketersediaan rumah lelang

Untuk melihat ketersediaan rumah yang bakal jadi pilihanmu, kamu bisa mengeceknya lewat website lelang.go.id milik Kementerian Keuangan atau website lelang masing-masing bank seperti rumahmurahbtn.co.id, lelangagunan.bni.co.id, lelang.bankmandiri.co.id, atau infolelang.bri.co.id. Dalam website tersebut kamu bisa melihat daftarrumah lelangsesuai lokasi beserta harga dan detail lainnya seperti luas tanah serta bangunan.

Agar dapat mengikuti lelang, kamu harus mendaftar di website tersebut. Setelah memiliki akun, barulah kamu bisa mengajukan penawaran untuk membeli rumah lelang.

2. Menyiapkan uang jaminan

Agar dapat mengajukan penawaran membeli rumah lelang,kamu juga perlu menyiapkan uang jaminan sebesar 20-50% dari harga lelang rumah yang kamu incar. Jika kamu tidak memenangkan lelangnya, uang jaminan itu akan dikembalikan.

3. Cek kondisi rumah 

Rumah yang ditawarkan melalui lelang bank, banyak yang berada dalam kondisi rusak atau tidak terawat. Namun calon pembeli diperbolehkan mengecek terlebih dahulu langsung ke lokasi rumah. Dengan mengecek kondisi rumah yang ditawarkan, kamu bisa memperkirakan alokasi dana yang diperlukan untuk merenovasi rumah.

Selain kondisi fisik, cek juga kondisi lingkungan sekitar rumah. Apakah rumah terletak di daerah banjir atau lingkungan sekitarnya kurang aman? Lebih baik cek setiap kemungkinan yang ada agar kamu tidak kecewa atau dirugikan setelah berhasil memenangkan rumah lelang dan mewujudkan impian milenial beli rumah.

4. Cek legalitas dokumennya

Umumnya properti yang dilelang bank telah memiliki dokumen yang legal. Namun tidak ada salahnya kamu mengecek kembali legalitas dokumen rumah lelang incaran kamu. Selain itu, cek juga apakah pemilik lama masih menempati rumah karena terkadang sambil menunggu proses pelelangan selesai, masih ada pemilik yang tinggal di rumahnya.

5. Menyiapkan pelunasan

Setelah kamu memenangkan rumah lelang, kamu wajib melunasi rumah yang kamu beli dalam kurun waktu yang ditetapkan pihak bank, biasanya antara satu minggu hingga satu bulan. Ada bank yang juga menyediakan fasilitas KPR bagi pembeli rumah lelang dan prosesnya bisa mulai diurus saat pihak pembeli mengajukan penawaran lelang. Sehingga saat pembeli memenangkan lelang, pelunasan sudah ditangani oleh KPR dari bank bersangkutan.

Jika kamu tidak dapat melunasi rumah dalam jangka waktu yang ditentukan, otomatis kamu dibatalkan sebagai pembeli. Namun perjanjian setelah lelang selesai juga tidak dapat dibatalkan sepihak.

Bila kamu membatalkan perjanjian, kamu akan masuk blacklist pihak bank, uang jaminan hangus, dan tidak dapat mengikuti lelang selama beberapa bulan ke depan. Bahkan, ada penjual yang meminta ganti rugi jika pembeli membatalkan perjanjian setelah memenangkan lelang. Jadi, pertimbangkan matang-matang sebelum mengikuti lelang rumah yang kamu incar.

Baca juga: Mana yang Jadi Prioritas, Investasi atau Bayar Utang?

6. Waspada penipuan

Jangan mudah percaya dengan pihak-pihak yang mengklaim dapat memudahkan kamu memenangkan lelang atau menawarkan properti lelang dengan harga yang jauh lebih murah di bawah harga pasar. Biasanya penipuan seperti ini akan meminta kamu mentrasfer uang jaminan atau down payment ke rekening pribadi. Kamu bisa mengecek langsung ke bank bersangkutan atau Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan bila mencurigai modus penipuan rumah lelang.

Sekali lagi, cita-cita milenial beli rumah bisa saja terwujud dengan membeli rumah lewat lelang bank. Yang penting, jangan lupa mengecek dengan teliti segala persyaratan dan kondisi rumah impianmu agar tak menyesal di kemudian hari.