Saham sebagai produk pasar modal memiliki risiko tinggi. Sebagai produk investasi untuk pemula, diperlukan pengetahuan fundamental maupun teknikal. Bagi investor pemula, masa awal masuk pasar modal, khususnya trading saham adalah masa coba-coba. Mengapa demikian? Ya, karena di masa ini pengetahuan dan pengalaman investor masih minim. Pada momen inilah peran manajer investasi dibutuhkan. 

Baca juga: Pahami Cara Menilai Harga Saham

Karena sekalipun sudah punya pengetahuan, praktik langsung trading saham tentunya berbeda dengan teori, bukan? Saat trading saham di akun live, faktor emosi seperti keserakahan ataupun ketakutan, memengaruhi keputusan trading. Ujung dari sikap emosional ini adalah kerugian di pihak investor karena mereka tidak tahu kapan masuk atau keluar pasar.

Jika sudah begini, lebih baik menyerahkan urusan mengelola dana investasi kepada ahlinya, yaitu manajer investasi. Manajer investasi merupakan pihak profesional resmi karena mendapat izin dari otoritas pasar modal dan mengelola dana investor dalam bentuk reksa dana. Dengan mempercayakan pengelolaan dana investasi pada manajer investasi, maka kamu akan terhindar dari hal berikut:

Membeli saham “gorengan” 

Tidak semua harga saham bergerak secara wajar, dalam arti ada saham yang pergerakan harganya direkayasa oleh pihak-pihak tertentu. Pergerakan harga yang wajar dipengaruhi oleh kinerja keuangan perusahaan atau aksi korporasi perusahaan tersebut seperti ekspansi usaha berupa pembukaan cabang atau pabrik baru.

Saat tidak ada berita seputar perusahaan, tapi tiba-tiba permintaan atau penawaran terhadap sahamnya meningkat drastis, kamu perlu mewaspadai itu saham “gorengan”. Biasanya, pihak penjual dan calon pembeli berasal dari satu tim yang ingin mengambil keuntungan dari kenaikan maupun kejatuhan harga saham.

Bila harganya jatuh drastis, mereka berharap investor lain yang memegang saham tersebut tergerak untuk menjual sehingga mereka bisa menguasai saham tersebut. Sebaliknya bila harga sahamnya mulai merangkak naik, pihak penggoreng saham berharap makin banyak investor ikut membeli sehingga harganya semakin naik.

Saat harga telah mencapai level yang ditargetkan, maka pihak penggoreng akan menjual semua saham yang dimiliki untuk mengambil keuntungan. Hal merugikan ini bisa dicegah jika investor menyerahkan urusan pembelian dan penjualan saham ke pihak profesional yang dapat mengenali saham gorengan.

Trading berdasarkan rumor

Keputusan trading yaitu membeli dan menjual saham seharusnya berdasarkan faktor fundamental dan teknikal. Namun terkadang investor pemula mengambil keputusan berdasarkan rumor yang beredar di kalangan investor; misalnya ada investor besar skala internasional akan mengakuisisi perusahaan A, sehingga saham perusahaan A langsung jadi buruan. Kenyataannya, hal itu hanya rumor yang dihembuskan pihak tertentu agar saham A naik untuk sementara kemudian turun lagi.

Ada pula investor yang ikut-ikutan temannya untuk membeli saham tertentu. Namun saat harganya turun, mereka merugi.

Kesalahan lain yang sering dilakukan investor pemula adalah timing yang tidak tepat dan kurang update dengan kondisi perusahaan incaran saat membeli saham. Tapi karena percaya saja dengan saran temannya, investor pemula membeli saham tersebut dan malah merugi. Dengan jasa manajer investasi, kesalahan-kesalahan pemula ini dapat dihindari.

Tersitanya waktu kerja

Investor pemula yang karyawan kantoran tidak mungkin terus menerus mengamati pergerakan harga saham secara penuh dari jam pembukaan hingga penutupan bursa yang berbarengan dengan jam kantor. Selain itu, waktu istirahat trading di bursa saham juga sama dengan jam istirahat perkantoran.

Begitu pula kondisi yang dihadapi investor yang berprofesi sebagai pedagang atau wiraswasta. Jika mereka menggunakan waktu kerja produktif untuk trading saham, mungkin saja akan mengganggu usahanya. Sedangkan manajer investasi memang harus intens memantau pasar modal sebagai bagian dari pekerjaannya. Karena itu investor pemula bisa fokus pada pekerjaan atau usaha mereka sambil tetap berinvestasi.

Baca juga: Langkah Sederhana Berinvestasi Saham

Membeli produk kualitas rendah

Beberapa investor tidak puas dengan kinerja reksa dana saham mereka. Mereka lantas memutuskan trading saham sendiri daripada menyerahkan dana untuk dikelola manajer investasi.

Namun karena terlalu mengharapkan untung besar, investor pemula seringkali memilih saham kapitalisasi kecil (small cap). Padahal saham-saham small cap volatilitasnya relatif tinggi sehingga potensi kerugiannya juga lebih tinggi. Tanpa pengetahuan fundamental dan teknikal yang memadai, langkah mengoleksi saham small cap malah bisa berujung rugi.

Beda halnya jika yang membeli saham small cap adalah manajer investasi karena mereka tahu memilih investasi terbaik, di antaranya saham-saham small cap yang memiliki fundamental bagus. Manajer investasi memiliki tim dengan keahlian analisis mendalam serta pengetahuan mengenai prospek bisnis terkini maupun masa depan dari perusahaan yang sahamnya dibeli menggunakan dana investor. Karena itu berinvestasi melalui manajer investasi dapat mengecilkan risiko kamu membeli produk pasar modal berkualitas rendah.

Tidak ada salahnya seorang investor pemula seperti kamu langsung mencoba trading saham. Tapi jika masih ragu dengan kemampuan trading-mu, kenapa tidak serahkan saja pengelolaan portofolio investasi pada profesional di bidangnya? Setelah kamu mantap memercayakan pengelolaan investasimu pada manajer investasi, jangan lupa memilih yang bereputasi baik dan terpercaya, ya. Selamat berinvestasi!