Pengusaha muda Nicholas Kurniawan lahir dari keluarga dengan ekonomi yang sangat terbatas. Bahkan saat masih duduk di bangku SMP, keluarganya mengalami masalah ekonomi yang sangat serius. Tak heran, Nicholas sudah dipaksa mandiri sejak kecil.

Saat duduk di bangku SMA, Nicholas mulai menjual ikan hias lewat forum jual-beli Kaskus. Tidak disangka dagangannya laris manis dan menghasilkan keuntungan yang besar. Dari hasil usahanya dia dapat membiayai kuliahnya di Prasetiya Mulya Business School.

Berawal dari nol dan sekadar jualan ikan hias secara online untuk pasar Indonesia, kini dalam 10 tahun dia telah berhasil menjadi eksportir ikan hias muda dengan brand Venus Aquatics.

Baca juga: Christian Pieschel Ubah Hobi Bersepeda Jadi Bisnis Sukses

Nicholas juga menyabet berbagai penghargaan dari dalam dan luar negeri. Salah satunya adalah juara nasional Wirausaha Muda Mandiri 2013. Dia juga kerap diundang menjadi pembicara di berbagai universitas dalam negeri hingga mancanegara.

Berikut ini petikan wawancara yang dilakukan oleh Satu Tumbuh Seribu dengan Nicholas Kurniawan.

Apa motivasi kamu dalam membangun bisnis?

Pekerjaan, bisnis dan usaha saya harus menjadi ibadah dan berkat bagi banyak orang. Usaha saya harus membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya, menggerakkan ekonomi bangsa, memberkati karyawan hingga pelanggan saya.

Dalam arti dalam berdagang dengan saya, semua supplier maupun pembeli harus mendapatkan keuntungan yang baik.

Bisnis apa yang pernah kamu jalankan sebelum menjadi eksportir ikan hias Venus Aquatics?

Saya jual mainan dan makanan sejak kelas 1 SD. Waktu SMP dan SMA, saya pernah jadi agen asuransi dan MLM juga. Semasa SMA saya pernah jualan kaos bola, bahkan waktu kuliah pernah buat warung roti bakar bersama teman-teman.

Apakah bisnis itu sukses?

Sudah saya hentikan semua karena ingin fokus di bisnis ikan. Karena saya tahu dalam bisnis ini saya mempunyai berbagai competitive advantage juga geographical advantage dibanding negara lain sehingga bisnis saya bisa jadi nomor satu di dunia dan memberi dampak positif yang besar bagi banyak bangsa.

Bagaimana kamu mengawali bisnis ikan hias?

Saya suka dan mencintai ikan hias sejak duduk di bangku kelas 1 SD, tapi untuk urusan bisnis baru saya mulai ketika kelas 2 SMA saat usia saya masih 17 tahun.

Diawali dari ikan terapi garra rufa yang waktu itu sangat populer. Awalnya saya diberikan ikan gratis lalu saya jual di Kaskus ternyata laku. Tetapi sama seperti bisnis lainnya, dalam industri ikan hias juga dikenal yang namanya tren pasar. Dalam setiap waktu ada ikan yang populer, ada jenis ikan yang naik daun.

Baca juga: Kisah Sukses Laksita Pradnya Pramita Berbisnis Kaus Kaki Unik

Hal tersebut yang terus saya ikuti, pelajari bahkan ciptakan trennya. Saya terus konsisten di satu jenis usaha, yaitu ikan hias. Namun saya tidak kaku terhadap jenis-jenis ikan yang saya jual. Kini saya berfokus menjual ikan-ikan hias langka, yang mempunyai keunikan warna dan bentuk badan.

Hal yang tadinya dianggap “sampah” dan dibuang orang karena tidak bernilai saya kemas dan pasarkan, kini menjadi “emas” yang diinginkan semua orang.

Bagaimana kamu melihat prospek bisnis ikan hias di Indonesia?

Indonesia adalah tanah surga, tanah yang sangat diberkati oleh Tuhan, terutama dari sisi sumber daya alamnya.

Untuk industri ikan hias sendiri, Indonesia mempunyai keuntungan geografis karena berada di garis khatulistiwa. Mayoritas ikan hias dunia ada di Indonesia, totalnya ada sekitar 800 dari 1.100-an spesies ikan hias di dunia bisa ditemukan di negara kita.

Selain itu, Indonesia juga mempunyai competitive advantage di mana banyak ikan dari berbagai negara di dunia dibawa ke Indonesia bisa diternakkan di Indonesia, namun tidak sebaliknya. Biaya produksi ikan hias di Indonesia relatif lebih murah dibanding negara lain, iklim serta cuaca di Indonesia sangat mendukung kegiatan ternak ikan hias dan para pekerja di Indonesia sendiri sangat berbakat dalam membudidaya dan merawat ikan hias. Hal tersebut akan sulit ditemui dan disaingi oleh negara lain.

Prospek bisnis ini ke depannya sangat cerah dan perlu dukungan lebih dari pemerintah karena masih sangat minim perhatian pemerintah. Bisnis ini masih dipandang sebelah mata oleh banyak pihak padahal telah memberikan kontribusi ekonomi yang besar dan nyata untuk bangsa ini.

Berapa modal yang dibutuhkan saat memulai bisnis ikan hias pertama kali? Dari mana modal tersebut diperoleh?

Saya mulai dari nol sama sekali dan terus menggulung recehan-recehan keuntungan yang saya dapatkan. Saya pakai untuk terus memperbesar modal usaha.

Pengusaha itu tidak boleh cengeng terhadap keadaan. Enggak punya modal ya cari, jual (mulai) dari satu, ada untung belikan ikan lagi, jadi modal lagi, terus putar-putar itu.

Apa saran kamu bagi milenial yang ingin mulai jadi pengusaha muda? Bagaimana tips mengatasi kendala modal?

Modal uang itu nomor sekian dalam bisnis. Nomor satu kejujuran. Kedua, komitmen. Ketiga, kerja keras. Keempat, mau belajar. Kelima, pantang menyerah.

Uang itu nomor sekian. Kalau nomor satu sampai lima kita tidak ada sebagai modal kita dalam berbisnis, saran saya jangan jadi pengusaha. Karena tanpa lima hal di atas, orang yang tidak punya nilai-nilai tersebut dalam hidup tapi maksa jadi pengusaha berakhirnya jadi penipu saja.

Selain itu, berikan pengertian baru pada pelajaran ekonomi yang kita dapat saat sekolah bahwa kegiatan bisnis adalah kegiatan dengan modal sekecil-kecilnya untuk mendapatkan untung sebesar-besarnya.

Bila kita hanya ingin dapat untung sebesar-besarnya dari customercustomer akan kecewa, tidak akan kembali kepada kita. Tanpa pelanggan setia, bisnis kita tidak akan pernah menjadi besar.

Yang menjadi pegangan saya, kita harus berdagang dengan modal sewajar-wajarnya bukan sekadar cari yang murah, dan customer atau pembeli kitalah yang harus untung sebesar-besarnya.

Dengan demikian, dan menjalankan prinsip tersebut, semua orang akan mau berbisnis dengan kita. Tidak perlu iklan mahal pun orang-orang akan cari untuk berbisnis dengan kita.

Pintar bukan jaminan kita akan sukses. Semua orang hanya mau berbisnis dengan orang yang jujur, komit, dan amanah. Bukan sekadar pintar namun culas dan mau menang sendiri.

Bagaimana cara kamu unggul dari kompetitor?

Pertama, berikan lebih daripada yang orang lain mampu berikan, dalam hal pelayanan, waktu untuk customer dan lainnya.

Kedua, jangan pernah ragu korbankan uang kita untuk customer, tapi jangan pernah korbankan customer untuk uang. Ingat cari uang jauh lebih gampang daripada cari customer yang baik. Kalau ada customer yang baik jaga mereka berapapun biayanya.

Ketiga, ambil untung sewajarnya. Bukan sebanyak-banyaknya, customer yang harus untung sebesar-besarnya. Keempat, dapatkan produk-produk yang kompetitor tidak bisa dapatkan.

Dan keempat yang paling penting jaga kepercayaan pembeli. Setiap order yang masuk untuk kita haruslah kita jalankan dengan penuh amanah. Jangan sampai mengecewakan customer. Kita harus selalu berikan yang terbaik karena pembeli yang puas akan terus memberikan lebih banyak bisnis kepada kita. Seratus kali kita menguntungkan orang lain, belum tentu satu kali mereka mempromosikan kita.

Namun sekali kita merugikan orang lain, bisa jadi nama kita mereka rusak di seluruh dunia. Maka hati-hati selalu dalam memegang amanah dan kepercayaan pelanggan. Bila ada konflik selesaikan dengan tanggung jawab. Semua orang bahkan seorang Spiderman juga bisa melakukan kesalahan. Namun yang membedakan orang biasa dan seorang yang “super” adalah tanggung jawabnya dan bagaimana ia menyelesaikan segala persoalan yang ada.

Berapa omzet bisnis saat ini? Berapa karyawan yang dimiliki?

Omzet bisnis, sudah pasti di atas rata-rata pengusaha di Indonesia. Keuntungannya juga pasti di atas rata-rata pengusaha di Indonesia. Jumlah karyawan saat ini sembilan orang tidak termasuk karyawan outsource.

Apa target dan rencana pengembangan bisnis Venus Aquatics ke depan?

Saya ingin ternak berbagai ikan eksotis yang masih langka di Indonesia. Juga ingin menjual produk-produk turunan dari bisnis ikan hias ini seperti alat-alat aquarium, pakan ikan, suvenir ikan hias dan lainnya. Dalam 10 tahun ke depan, saya ingin menjadikan Venus Aquatics dan Indonesia sebagai pusat ekspor ikan hias dan produk turunannya, nomor satu di dunia dalam hal kualitas, kuantitas, dan pelayanannya.

Apa kunci sukses dalam berbisnis menurut kamu?

Bagi saya, kunci sukses bukan sekedar tekad, nekat, dan modal dengkul atau ada yang bilang bahkan pinjam dengkul orang lain. Namun untuk sukses itu perlu tiga syarat.

Pertama, kejujuran dan selalu jaga nama baik dengan memegang teguh komitmen dalam berbisnis. Kedua, pastikan customer kita untung sebesar-besarnya. Maka banyak orang akan datang sendiri mencari perusahaan kita.

Ketiga, yang terpenting motivasi kita dalam menjalankan bisnis harus benar. Orang yang berpikir bisnis hanya untuk dirinya sendiri sebesar-besar rezekinya hanyalah sebesar perutnya sendiri. Kalau hanya berpikir untuk keluarganya? Ya, sama rezekinya hanya sebesar perut keluarganya.

Maka dari itu saya dalam berbisnis berani berpikir dan bermimpi besar. Bisnis saya harus bisa menjadi berkat lebih dari sekadar untuk bangsa saya Indonesia. Melalui bisnis saya, saya harus bisa menjadi berkat bagi banyak bangsa, memberikan keuntungan dan lapangan kerja seluas-luasnya di seluruh dunia. Memberikan yang terbaik bagi pelanggan, customer, supplier dan semua rekan kerja saya.

Bagaimana pendapat kamu soal investasi? Apakah investasi penting untuk dilakukan sejak dini?

Penting sekali. Keuntungan bisnis harus diinvestasikan terus. Jangan foya-foya. Hidup sewajar-wajarnya. Walau uang banyak, cobalah hidup sederhana. Banyak orang untung tidak seberapa tapi kebanyakan gaya. Ingat pelajaran fisika SMA bahwa hasil = usaha/gaya. Untuk mendapat hasil yang besar, perbesar usaha/perkecil gaya. Jangan banyak gaya, perbanyak investasi.

Investasi apa yang kamu lakukan saat ini sebagai pengusaha muda?

Properti saja dan investasi pada pendidikan. Investasi terbaik adalah pada pendidikan. Investasi untuk terus tingkatkan diri kita sehingga kita punya kreativitas dan inovasi untuk terus maju dalam bisnis dan usaha kita.