Kamu yang bekerja sebagai karyawan suatu saat nanti akan memasuki usia nonproduktif dan bersiap untuk pensiun. Meski masa pensiun sepertinya masih lama, tidak ada salahnya memikirkan persiapan pensiun sejak sekarang agar keuangan tetap aman dalam jangka panjang. Dengan demikian, kamu pun bisa menikmati pensiun dengan tenang.

Baca juga: Persiapkan Pensiunmu Sejak Dini!

Berikut adalah beberapa langkah di antaranya:

1. Putuskan bagaimana kamu akan menjalani masa pensiun

Apa yang akan kamu lakukan selama enam hingga 12 bulan pertama di masa pensiun, dan apa rencana kamu untuk mengisi waktu selanjutnya?

2. Tentukan (secara realistis) berapa banyak pengeluaranmu setiap bulan

Ingatlah untuk memasukkan pengeluaran berkala seperti liburan, pajak, dan keadaan darurat. Sudahkah kamu menganalisis biaya hidup setelah pensiun? Buatlah estimasi akurat tentang apa yang kamu belanjakan sekarang dan apa yang akan berubah setelah pensiun. Meremehkan pengeluaran adalah salah satu kesalahan persiapan pensiun terbesar yang dilakukan orang.

3. Mengantisipasi biaya perawatan kesehatan

Kamu tidak bisa berharap ada yang membayar biaya kesehatan seperti saat masih bekerja – uang untuk asuransi tambahan dan polis asuransi kesehatan  akan keluar dari kantong kamu sendiri.

4. Pertimbangkan membeli polis asuransi kesehatan jangka panjang

Apakah kamu harus membeli polis asuransi kesehatan jangka panjang tergantung pada situasi kamu. Namun asuransi kesehatan jangka panjang akan menjamin biaya kesehatan hingga kamu melewati usia pensiun.

5. Mengurangi utang saat persiapan pensiun

Jika kamu memiliki KPR, pertimbangkan untuk mempercepat pelunasannya sehingga sudah tidak ada beban utang sebelum kamu pensiun.

Untuk mengekang utang kartu kredit baru, cobalah membayar tunai untuk pembelian besar. Dengan membatasi utang baru dan mengurangi utang yang ada, kamu dapat mengurangi pos pembayaran bunga utang dalam pengeluaran setelah pensiun.

6. Tingkatkan cadangan uang tunai kamu

Pastikan dana tunai yang kamu miliki cukup untuk menutupi biaya hidup setidaknya enam bulan ke depan setelah pensiun.

7.  Evaluasi sumber pendapatan kamu

Kamu sudah punya estimasi pengeluaran bulanan setelah pensiun. Sekarang cari tahu dari mana uang untuk membiayai semua pengeluaran tersebut.

8. Merevisi strategi investasi

Saat melakukan persiapan pensiun, fokuslah pada akumulasi aset. Cermati sumber pendapatanmu setelah pensiun dan imbangi peningkatan biaya hidup. Aset harus fleksibel dan likuid sehingga kamu dapat memenuhi kebutuhan yang tidak dapat diantisipasi.

“Jangan mengambil risiko pada uang yang kamu butuhkan dalam dua atau tiga tahun ke depan,” kata CFP Terrence Herr, managing partner di Herr Capital Management di Chicago. Menjauh dari pasar saham, dan tanamkan uang kamu di pasar uang, uang tunai, atau investasi lain yang tidak terlalu berisiko. Asetmu harus terbebas dari volatilitas di pasar.

Baca juga: Susun Resolusi Keuangan Di Sini

9. Siap secara emosional

Mungkin yang paling penting dari semuanya adalah kesiapan emosional dari diri sendiri. Mereka yang terbiasa aktif akan merasa tertekan jika harus menghabiskan banyak waktu di rumah. Banyak penasihat keuangan mengingatkan bahwa bagi orang-orang yang pekerjaannya merupakan bagian besar dari identitas diri mereka, transisi ke masa pensiun bisa lebih sulit.

Menjadi sukarelawan, memiliki jaringan sosial yang kuat dan mengembangkan minat yang beragam dapat membantu menangkal perasaan kesepian atau pertanyaan tentang harga diri untuk beberapa pensiunan, berbagi pengetahuan mereka melalui pengajaran ke anak muda memberikan kepuasan.

Biasakan pula untuk menyaksikan asetmu malah semakin kecil, alih-alih tumbuh. Salah satu hal tersulit yang dihadapi pensiunan adalah anggapan bahwa rekening pensiun mereka, yang telah tumbuh saat mereka bekerja, akan turun nilainya selama masa pensiun ketika mereka melakukan penarikan dana.

Mumpung masih muda, kamu masih punya banyak waktu melakukan persiapan pensiun, termasuk dengan berinvestasi. Setuju?