Belakangan ini berbagai aplikasi smartphone mulai dari marketplace, dompet digital, aplikasi traveling, hingga transportasi online marak menyediakan fasilitas pay later. Dengan fasilitas inipengguna bisa memperoleh produk atau jasa yang ditawarkan dan membayarnya kemudian. Singkatnya, aplikasi yang menalangi dulu pembayarannya sehingga pengguna bisa langsung menikmati produk saat itu juga.

Baca juga: First Jobber Punya Kartu Kredit

Fasilitas pay later ternyata cukup direspon positif konsumen yang kebanyakan anak muda. Terutama karena persetujuan pinjaman yang prosesnya mudah dan cepat serta tidak membutuhkan kartu kredit.

Bagi kamu yang tertarik menggunakan fasilitas pay later, kenali dulu kelebihan dan kekurangannya berikut ini, supaya kamu dapat mengoptimalkan manfaatnya.

1. Proses mudah dan cepat

Dulu konsumen bisa mencicil pembelian barang konsumsi jika punya kartu kredit atau lewat perusahaan pembiayaan. Pengajuan kartu kredit memerlukan waktu setidaknya dua minggu hingga disetujui pihak bank penerbit. Begitu pula dengan kredit melalui perusahaan pembiayaan. Umumnya calon nasabah akan disurvei dulu, jika dinilai mampu membayar cicilan, baru disetujui pengajuan kreditnya.

Fasilitas pay later menyederhanakan prosedur tersebut. Pengguna tinggal mengajukan permohonan via aplikasi dan meng-upload dokumen yang dibutuhkan seperti KTP melalui smartphone mereka. Proses verifikasi dan persetujuan paling lama diberikan selama 1×24 jam. Pengguna pun tidak perlu memiliki kartu kredit untuk bisa mengakses fasilitas pay later.

2. Pilihan jangka waktu cicilan

Di fasilitas pay later, pengguna bisa memilih sendiri jangka waktu pembayaran pinjamannya. Jangka waktu cicilan pay later bervariasi mulai dari 30 hari hingga kelipatan 3 bulan. Limit kreditnya yang diberikan penyedia aplikasi juga sangat beragam, mulai dari Rp500 ribu hingga Rp50 juta.

Dengan opsi ini, pengguna lebih fleksibel menentukan jangka waktu cicilannya sesuai dengan kemampuan.

3. Biaya, bunga, dan denda

Di balik kemudahannya, kamu juga perlu mencermati biaya, bunga, serta denda yang dikenakan fasilitas pay later. Ada aplikasi yang membebankan biaya administrasi untuk setiap transaksi yang dilakukan dengan fasilitas pay later. Ada pula aplikasi yang memungut biaya berlangganan atau subscription fee per bulan bagi pengguna pay later. Aplikasi lainnya mengenakan instalment fee per bulan.

Untuk bunga, umumnya aplikasi tidak membebankan bunga jika pengguna membayar lunas pinjaman sebelum 30 hari. Namun bila pengguna memilih mencicil lebih dari satu bulan, bunga yang dibebankan bervariasi antara 2,14% – 4,78%.

Bagaimana jika cicilan terlambat dibayarkan? Ada aplikasi yang mengenakan denda sebesar 0,1 persen per hari dari sisa nilai tagihan, ada yang membebankan denda Rp2000 per hari, dan ada pula yang mewajibkan pengguna membayar denda sebesar 5% dari sisa tagihan bila terlambat membayar.

Baca juga: Langkah Tepat Agar Tak Terjerat Utang Kartu Kredit

4. Pihak ketiga

Biasanya aplikasi bekerja sama dengan pihak ketiga seperti P2P fintech lendingFintech lending inilah yang akan menyediakan dana talangan bagi pengguna. Dengan demikian, pihak ketiga itu juga dapat mengakses datamu, meskipun kamu tidak menjadi pengguna langsung fintech lending tersebut.

Dalam perjanjian pinjaman pay later juga telah disebutkan bahwa aplikasi dapat menunjuk pihak ketiga untuk menagih cicilan jika diperlukan. Jadi, terbuka kemungkinan kamu ditelepon atau didatangi debt collector bila tak kunjung membayar tagihan pay later.

Sama seperti fasilitas penundaan pembayaran lainnya, pay later akan memberikan keuntungan bila kamu menggunakannya dengan bijak. Jangan sampai karena tergoda kemudahan dan kepraktisan pay later, kamu terjebak gaya hidup konsumtif dan terlilit utang besar.

Setelah memahami kelebihan dan kekurangan pay later, semoga dapat jadi bahan pertimbangan bagimu dalam mengelola keuangan pribadi, khususnya sebelum memanfaatkan fasilitas penundaan pembayaran.