Bisnis makanan atau kuliner merupakan salah satu usaha milenial yang banyak diminati. Tapi menjalankan usaha baru tidaklah mudah. Apalagi jika usahanya di bidang makanan yang persaingannya ketat. Agar peluang keberhasilan usaha kuliner makin besar, kamu perlu memperhatikan sejumlah hal berikut:

1. Penentuan lokasi usaha

Pilihlah lokasi strategis yang banyak dikunjungi atau dilalui banyak orang. Misalnya dekat sekolah, kawasan perkantoran, tempat wisata, pasar atau mal.

Jika sudah menemukan lokasi strategis kamu juga harus memperhitungkan modal yang akan dikeluarkan. Jangan sampai modal terkuras hanya untuk menyewa atau membeli tempat usaha, karena kamu perlu menyiapkan modal untuk keperluan lain yang menunjang usaha makananmu.

2. Modal yang cukup

Biasanya sebuah usaha kuliner baru memerlukan waktu antara delapan hingga sembilan bulan untuk balik modal atau break even point. Saat mulai buka mungkin kedaimu banyak pelanggan, namun saat libur sekolah atau bulan Ramadan tidak seramai hari biasa. Oleh karena itu kamu juga perlu mengalokasikan modal untuk pengembangan usaha, seperti mengadakan sistem pemesanan online sehingga bisa menerima orderan secara online.

3. Menu andalan

Sebelum memulai usaha, pastikan tidak ada usaha sejenis di dekat lokasi usaha untuk mengurangi tingkat persaingan.

Misal kamu akan membuka outlet burger, maka pastikan tidak ada outlet burger lain di situ. Lakukan survei terlebih dahulu tentang menu yang beredar di pasar. Lalu, pilihlah menu yang belum banyak dijual di sana. Walaupun sudah ada usaha milenial kedai burger juga di dekat lokasi usahamu, dengan menawarkan menu khas yang jadi andalan kamu dapat menarik pelanggan setia.

4. Pemasok bahan baku

Pastikan kamu mendapat pemasok tetap bahan baku yang dapat  diandalkan. Jika pemasok bisa lancar menyuplai bahan baku produksi setiap hari maka proses produksi dijamin lancar juga.

Cari juga pemasok yang bisa memberi bahan baku dengan harga relatif murah. Usahakan memiliki lebih dari satu pemasok sebagai alternatif bila pemasok yang satu tidak bisa menyediakan permintaan.

5. Gunakan media sosial

Salah satu cara paling efektif untuk mempromosikan bisnis makananmu adalah dengan memanfaatkan media sosial. Pelanggan potensial ada di media sosial seperti Facebook dan Instagram.

Mulailah memposting konten yang relevan untuk memberikan detail dan perkembangan baru mengenai kedai atau usaha makanan kamu. Rutin memposting konten dan berinteraksi dengan audiensmu akan meningkatkan engagement yang berkontribusi positif untuk perkembangan usahamu.

6. Buat situs web yang berkualitas

Selain media sosial, buatlah situs web untuk bisnis makananmu. Saat ini biaya membuat situs web juga sudah cukup terjangkau. Pastikan situs web usahamu ramah pengguna. Semua informasi penting mengenai bisnismu harus dapat ditemukan di situs web tersebut. Misalnya lokasi dan jam operasional, menu, harga menu, cara memesan, dan detail lainnya harus tersaji di sana.

Memiliki situs web resmi memberikan banyak manfaat bagi pengembangan bisnis kulinermu. Misalnya saja situs web membuat bisnismu lebih mudah ditemukan melalui pencarian Google sehingga meningkatkan peluangmu meluaskan pasar. 

7. Lakukan promosi agresif

Promosi agresif bisnis makananmu secara online atau offline sangat penting untuk mendapatkan pengakuan target konsumenmu. Mereka akan segera mengetahui ada kedai atau bisnis kuliner baru. Promosi yang efektif tidak selalu membutuhkan biaya besar, misalnya kamu bisa mengoptimalkan strategi promosi lewat media sosial yang gratis.

Baca juga: Tenun Lombok Antarkan Firdaus Abdulloh Jadi Pengusaha Sukses

8. Utamakan pelanggan

Ungkapan “pelanggan adalah raja” adalah benar adanya. Perlakukan mereka dengan istimewa dan selalu utamakan kepuasan pelanggan, niscaya bisnismu akan lebih berpeluang meraih sukses. 

Bisnis kuliner memang tidak ada matinya dan cocok untuk usaha milenial. Selamat mencoba!