Mungkin kamu pernah dengar curhatan orang tua atau tante dan om yang semua mengeluh betapa sulit dan lamanya bila mengurus sesuatu di bank. Selain memakan waktu, nasabah juga harus memastikan dokumen yang dibawa lengkap. Kalau tidak? Sang nasabah terpaksa bolak balik hingga menghabiskan waktu.

Untungnya kecanggihan teknologi perbankan  memudahkan semuanya. Berurusan dengan bank saat ini jadi lebih simpel, cepat, dan bahkan bisa dilakukan secara remote alias jarak jauh.

Baca juga: First Jobber, Punya Kartu Kredit?

Berikut lima kecanggihan teknologi perbankan yang membuat wajah perbankan menjadi lebih bersahabat untuk nasabah yang melek teknologi seperti kamu.

1. ATM

Hampir semua orang yang memiliki rekening di bank memiliki kartu automatic teller machineatau ATM. Kartu ATM pertama kali diperkenalkan tahun 1980-an. Saat itu, nasabah masih belum terlalu percaya dengan kepraktisan mesin ATM.

Di awal peluncurannya kartu ATM hanya terbatas untuk menarik dana yang dimiliki nasabah di bank. Tetapi fungsi kartu ATM kini lebih luas dan bahkan sulit dibayangkan sebelumnya. Sekarang kartu ATM juga bisa digunakan untuk sarana pembayaran karena memiliki fasilitas Visa atau Mastercard. Jadi lebih praktis.

Selain itu mesin ATM di bank juga makin canggih. Nasabah bisa melakukan penyetoran tunai, membayar aneka tagihan, mencetak buku tabungan, mengisi saldo uang elektronik , mentransfer antarbank atau sesama bank, atau menarik uang tunai dari kartu kredit.

Semakin canggih fungsi ATM, maka semakin jarang nasabah harus berkunjung ke bank karena segala sesuatu bisa diselesaikan dengan mesin. Supaya kartu ATM-mu aman, kamu diminta membuat password yang terdiri dari minimal 6 angka. Selain kartu ATM-mu juga difasilitasi sejumlah teknologi pengamanan untuk meminimalkan penipuan.

2. Internet Banking

Kecanggihan teknologi perbankan lainnya adalah internet banking, yang merupakan layanan transaksi perbankan dengan fasilitas internet.

Nasabah dapat menggunakan perangkat laptop, komputer atau smartphone yang terhubung ke jaringan internet sebagai penghubung antara perangkat nasabah dengan sistem bank.

Untuk mengunakan internet banking, nasabah harus memiliki user id, password, token atau One Time Password (OTP), dan jaringan internet. User id, password, dan token dapat diperoleh dengan mendaftarkan ke bank.

Dengan internet banking, nasabah bisa terhubung dengan bank selama 24 jam selama seminggu, di mana pun mereka berada. Transaksi juga bisa dilakukan secara real time selama ada jaringan internet.

3. Mobile Banking

Kecanggihan teknologi perbankan berikutnya adalah mobile banking. Teknologi ini memungkinkan kamu melakukan semua aktivitas dan transaksi perbankan dengan smartphone dalam genggaman. Dibandingkan dengan internet banking, teknologi yang satu ini lumayan populer digunakan oleh nasabah. Maklum, rata-rata masyarakat Indonesia memiliki telepon genggam.

Untuk bisa mengaktifkan mobile banking, nasabah harus mendaftarkan nomor telepon mereka ke bank terlebih dahulu, men-download aplikasi mobile banking serta membuat User id dan password. Jadi seandainya telepon hilang, layanan mobile banking-mu tetap bisa aman.

Saat ini mobile banking bisa melakukan semua transaksi keuangan. Mulai dari transfer, pembayaran tagihan rutin, membeli token listrik prabayar, mengisi dompet elektronik (e-kecawallet), membayar asuransi, pajak, hingga langganan TV kabel.

4. Buka rekening bank secara online

Dulu, kalau membuka rekening di bank, nasabah harus siap dengan sejumlah keribetan, termasuk menyiapkan fotokopi sejumlah dokumen dan datang lebih awal untuk menghindari antrean. Nah, sekarang kecanggihan teknologi perbankan memudahkan nasabah bank untuk membuka rekening secara digital dengan memakai piyama, alias tidak perlu harus ke bank. Saat ini ada fitur pembukaan rekening online di bank melalui aplikasi di telepon genggammu.

Nasabah tidak perlu khawatir soal keamanan cara ini karena Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) telah mengeluarkan Peraturan OJK (POJK) No. 12/POJK.03/2018 tentang  Penyelenggaraan Layanan Perbankan Digital oleh Bank Umum.

POJK mengatur mengenai beberapa layanan digital banking termasuk membuka rekening secara online. Pihak bank pun terus menyempurnakan fitur-fitur layanan digital banking untuk kenyamanan nasabahnya. Fitur membuka rekening di bank tersebut biasanya meminta nasabah meng-upload foto satu persatu dokumen yang dibutuhkan yakni Kartu Tanda Penduduk (KTP), NPWP, tanda tangan, dan foto wajah.

Setelah itu akan ada panggilan video dari pihak bank untuk verifikasi data nasabah. Bila semua oke, nasabah tinggal memberikan setoran awal lewat ATM terdekat.

Baca juga: Pinjaman Di Tolak Bank? Pakai Ini!

5. Sistem keamanan perbankan

Meskipun teknologi perbankan makin memudahkan nasabah, ada pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan pemerintah maupun bank itu sendiri. Apalagi kalau bukan memperkuat sistem keamanan perbankan.

Banyaknya kebocoran data nasabah, virus malwareskimming, dan pencurian dana dari rekening atau kartu kredit adalah beberapa masalah besar yang masih marak terjadi dalam kejahatan perbankan.

OJK ikut memeriksa sistem keamanan digital perbankan setiap tahun. Pemeriksaan ini sekaligus meneliti celah mungkin bisa ditembus peretas dan bisa merugikan masyarakat. Namun upaya ini tidaklah cukup karena peretas juga semakin canggih dalam melakukan aksinya.

Pihak bank cukup mewaspadai fenomena ini sehingga pengamanan perbankan juga dilakukan secara serius dan mengikuti perkembangan teknologi terkini. Misalnya saja ada bank yang sudah menggunakan teknologi biometrik seperti scan sidik jari dan retina untuk autentikasi nasabah layanan digital banking.

Canggih, bukan? Jadi, jangan ragu manfaatkan teknologi perbankan untuk mendukung kelancaran aktivitas keuanganmu.