Investasi surat utang atau obligasi kini semakin merakyat. Obligasi tidak lagi hanya bisa dijangkau oleh investor korporasi atau investor kakap saja, tapi juga bisa dijadikan investasi pemula atau investor ritel dengan modal minim. Salah satunya adalah obligasi tabungan ritel atau savings bond ritel (SBR) yang diterbitkan oleh pemerintah Republik Indonesia.

Pemerintah menawarkan seri terbaru Savings Bond Ritel SBR007 tanggal 11-25 Juli 2019 lalu. Dana hasil penerbitan surat utang ini akan dipergunakan untuk membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2019, terutama untuk mendukung peningkatan sumber daya manusia.

Kehadiran saving bonds ritel sangat menarik di tengah minimnya peluang investasi surat utang yang bisa dimasuki oleh investor ritel. Pilihan obligasi sebagai investasi untuk pemula memang sangat terbatas. Sebut saja obligasi negara ritel Indonesia (ORI), sukuk ritel (Sukri/ST), sukuk negara tabungan (ST), dan savings bond ritel (SBR).

Selain jenisnya yang terbatas, nilai penerbitan masing-masing obligasi ritel tersebut juga tidak sebanyak surat utang negara (SUN) konvensional. Periode penerbitan satu jenis obligasi ritel pun rata-rata hanya dilakukan satu kali dalam setahun. Artinya, jika tidak bisa membeli di pasar primer, investor yang ingin melengkapi portofolio investasinya dengan obligasi ritel harus membeli di pasar sekunder. Sayangnya, tak semua jenis obligasi ritel bisa diperdagangkan di pasar sekunder.

Masing-masing obligasi ritel yang diterbitkan oleh pemerintah memiliki karakteristik yang berbeda-beda, termasuk savings bond ritel. Untuk itu, kamu yang berniat membiakkan uang pada instrumen investasi ini harus benar-benar mencermati sejumlah ketentuan savings bond ritel yang tidak sama dengan jenis investasi lainnya.

Pembelian secara online

Kamu dapat membeli savings bond ritel dengan mudah secara online lewat mitra distribusi.  Misalnya saja mitra distribusi SBR007 terdiri dari 12 bank, tiga perusahaan efek, tiga perusahaan efek khusus dan dua perusahaan financial technology (fintech).

Untuk memesan saving bonds ritel, kamu bisa melakukan registrasi melalui sistem online di mitra distribusi. Lalu, kamu harus membuat single investor identification (SID) dan rekening surat berharga secara online jika belum memiliki.

Baca juga: Hindari Kerugian Trading Saham Khas Pemula dengan Jasa Manajer Investasi

Selanjutnya lakukan pemesanan dan pembayaran lewat berbagai saluran pembayaran. Setelah melakukan pembayaran, kamu akan mendapatkan nomor transaksi penerimaan negara (NTPN) dan notifikasi penyelesaian order lewat email yang terdaftar. Terakhir, kamu akan menerima bukti konfirmasi kepemilikan SBR via sistem elektronik mitra distribusi dan email.

Nilai investasi terjangkau

Besarnya modal investasi yang harus dikeluarkan kerap kali menjadi kendala bagi investor ritel yang ingin berinvestasi di surat utang. Namun kini savings bond ritel bisa dimiliki dengan dana investasi yang relatif terjangkau. sehingga cocok sebagai investasi untuk pemula.

Pada seri SBR007, nilai minimal pemesanan yang bisa dilakukan oleh investor adalah sebesar Rp1 juta. Sedangkan nilai maksimal pemesanan mencapai Rp3 miliar. Dengan nilai minimal investasi tersebut, savings bond ritel bisa dijangkau oleh semakin banyak orang, termasuk investor milenial.

Kupon lebih besar dari deposito

Salah satu keunggulan savings bond ritel adalah besaran kupon yang lebih besar dari bunga deposito. Pemerintah selalu menerbitkan savings bond ritel dengan kupon yang lebih besar dari suku bunga acuan Bank Indonesia. Pada seri terbaru SBR007, imbal hasil yang ditawarkan oleh pemerintah minimal sebesar 7,50% per tahun. Perlu kamu ketahui bahwa kupon savings bond ritel bersifat mengambang atau floating with floor. Artinya, besaran kupon akan disesuaikan dengan perubahan BI 7 day reverse repo rate.

Besaran kupon pada surat utang ini akan disesuaikan setiap tiga bulan sekali. Acuan besaran kuponnya adalah B1 7 day reverse repo rate plus spread 150 bps atau 1,50%. Singkatnya, kupon SBR007 minimal harus lebih tinggi 1,5% di atas suku bunga acuan Bank Indonesia.

Nah, pada pertengahan bulan Juli 2019, Bank Indonesia baru saja menurunkan suku bunga acuannya menjadi 5,75%. Jika ditambahkan dengan spread 1,5%, maka kupon savings bondterbaru akan mengikuti kupon minimal yang ditetapkan oleh pemerintah yakni 7,5% bukan 7%. Kuponnya cukup menarik, bukan?

Pajak lebih kecil dari deposito

Selain bisa mendapatkan imbal hasil yang lebih besar dari deposito, kamu juga bisa mendapatkan keuntungan dari selisih pajak savings bond ritel yang lebih kecil dibandingkan dengan pajak deposito. Hal ini membuat investasi pada saving bonds ritel lebih menarik dibandingkan deposito. Jika kamu berinvestasi di deposito, maka keuntungan bunga yang kamu peroleh akan dipotong pajak sebesar 20%, sedangkan potongan pajak pada imbal hasil yang diperoleh dari savings bondritel hanya sebesar 15%.

Pembayaran kupon setiap bulan

Pemilik saving bonds ritel memperoleh keuntungan dari pembayaran kupon setiap bulan hingga masa jatuh temponya. Misalnya, SBR007 memiliki tenor dua tahun atau jatuh tempo pada 10 Juli 2021. Kamu yang akan menanamkan uang di instrumen investasi ini akan mendapatkan pembayaran kupon pada tanggal 10 setiap bulan. Pembayaran kupon pertama kali akan diterima pada tanggal 10 September 2019.

Tidak bisa diperdagangkan di pasar sekunder

Sejumlah investor membeli surat utang dengan tujuan agar bisa mendapatkan keuntungan atau capital gain dari selisih harga jual dan harga beli di pasar sekunder. Capital gain bisa diperoleh dari jenis surat utang ritel ORI dan Sukri yang memang dapat diperdagangkan di pasar sekunder.

Sedangkan savings bond ritel tidak bisa diperdagangkan di pasar sekunder. Jadi kamu tidak punya peluang mendapatkan gain dari pasar sekunder. Keuntungan yang diperoleh dari savings bond ritel hanya berasal dari kupon yang diterima setiap bulan.

Fasilitas early redemption

Pada kondisi tertentu, kamu mungkin berniat mencairkan savings bond ritel sebelum jatuh tempo atau early redemption. Alasan investor mencairkan obligasi ritel lebih awal biasanya karena ingin memindahkan dana ke instrumen investasi lain atau karena adanya kebutuhan dana mendesak.

Baca juga: 5 Langkah Tepat untuk Diversifikasi Portofolio Investasimu

Savings bond ritel memberikan kesempatan pelunasan sebelum jatuh tempo atau early redemption. Nilai maksimal early redemption yang bisa dilakukan adalah 50% dari pembelian yang dilakukan.

Investasi aman

Investasi pada savings bond ritel bisa disebut tanpa risiko alias zero risk. Obligasi ritel ini dijamin oleh pemerintah sehingga risiko gagal bayar sangat rendah bahkan nyaris tidak ada sama sekali.

Bagi kamu yang cenderung konservatif dan tidak mau mengambil risiko investasi yang besar, maka savings bond ritel bisa menjadi pilihan investasi untuk pemula yang tepat. Kamu tidak perlu was-was dana yang diinvestasikan akan hilang karena gagal bayar.

Kontribusi bagi pembangunan nasional

Dana hasil penerbitan savings bond ritel akan dipergunakan oleh pemerintah untuk membiayai pembangun nasional. Jadi dengan membeli obligasi ritel tersebut, kamu tidak hanya bisa berinvestasi tapi sekaligus ikut berkontribusi bagi pembangunan nasional.

Setelah memahami karakteristiknya, tertarik untuk berinvestasi di savings bond ritel?