Seorang investor menginvestasikan dananya tentu dalam rangka mendapatkan imbal hasil atau return yang tebal dari nilai pokok investasi, termasuk investasi di reksa dana. Reksa dana menggunakan nilai aktiva bersih (NAB) sebagai pengukur hasil investasi.

Baca juga: Reksa Dana yang Seperti Pendapatan Tetap?

Sebagai bagian dari cara investasi reksa dana, kamu perlu memahami apa itu NAB dan cara menghitung nilai investasi memakai NAB. Simak penjelasannya berikut ini.

Menghitung NAB/UP

Dalam berinvestasi di reksa dana, investor perlu mengenal dan memahami istilah NAB/UP (nilai aktiva bersih per unit penyertaan) atau lebih sering disebut dengan NAB saja. NAB berasal dari istilah net asset value (NAV). Definisi NAB adalah jumlah dana yang dikelola oleh suatu reksa dana yang sudah mencakup kas, deposito, saham, dan obligasi.

Harga NAB per unit penyertaan ditentukan oleh nilai efek yang berada pada portofolio reksa dana. Harga NAB akan diperoleh setelah nilai total efek dalam portofolio dibagi dengan jumlah unit penyertaan yang dihitung bank kustodian. Rumusnya sebagai berikut: NAB/UP = Nilai pasar total portofolio di sebuah reksa dana/ Unit penyertaan

Misalkan reksa dana saham A yang diluncurkan sejak 24 bulan lalu sudah mendapatkan 5000 investor dengan total unit penyertaan yang dibeli investor mencapai 10 juta unit. Total nilai portofolio investasi reksa dana tersebut Rp25 miliar. Maka NAB/UP = 25.000.000.000/ 10.000.000 = 2500

Nilai portofolio efek dihitung setiap hari oleh Bank Kustodian pada saat penutupan bursa dan dipengaruhi oleh pergerakan pasar. Karena itu harga NAB berubah setiap hari. Perhitungan di atas dapat dilakukan untuk reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, dan reksa dana saham. Khusus untuk reksa dana pasar uang, harga NAB per unitnya tetap 1000. Untuk melihat harga NAB terkini, kamu bisa mengecek di situs yang khusus memantau investasi reksa dana seperti Infovesta atau Bareksa serta di media massa seperti Kontan.

Menghitung nilai investasi

Apakah makin tinggi atau mahal NAB, maka reksa dana akan semakin bagus dan berpotensi memberi keuntungan? Belum tentu. Begitu juga sebaliknya, harga NAB yang murah bukan berarti reksa dana tersebut “abal-abal”. Biasanya, harga NAB suatu reksa dana akan lebih murah pada saat baru diterbitkan.

Dengan mengetahui harga NAB, kamu bisa menghitung berapa Unit Penyertaan (UP) reksa dana dengan modal yang kamu setor saat pembelian. Misalnya kamu punya modal Rp1.000.000. Jika dibelikan reksa dana dengan harga NAB 1000, UP yang kamu miliki adalah 1.000.000/ 1000 = 1000 UP.

Sedangkan jika kamu ingin membeli reksa dana dengan harga NAB 20.000, UP yang kamu miliki adalah 1.000.000/ 20.000 = 50 UP.  Selain itu harga NAB dapat digunakan untuk menghitung nilai investasi yang kita miliki pada reksa dana tersebut. Kamu bisa menghitung hasil investasi reksa dana sebagai bagian dari cara investasi reksa dana.

Caranya tidak terlalu sulit karena bisa kita lakukan sendiri. Jika harga NAB terkini dikalikan dengan jumlah Unit Penyertaan (UP), kamu bisa mengetahui nilai investasi reksa dana yang kamu miliki. Rumus yang umum digunakan sebagai berikut: Hasil investasi (return)= (hasil-modal)/modal  x 100%

Baca juga: Kenali Karakter Saham Sebelum Berinvestasi

Contoh: Ramzi berinvestasi reksa dana saham sejak Januari dan setiap bulan rutin menyetorkan dana Rp100.000. Di bulan Oktober (bulan ke-10 dengan total deposit Rp1.000.000), hasil investasinya yang tergambar dari nilai pasar mencapai Rp1.120.000. Maka return selama 10 bulan (1.120.000 – 1.000.000)/ 1.000.000 x 100% = 12%

Dengan mengetahui cara menghitung nilai investasi reksa dana, kamu bisa memperkirakan keuntungan atau kerugian investasimu. Sebab, menilai kinerja investasi merupakan bagian dari cara investasi reksa dana agar hasil investasimu mencapai target. Selamat mencoba!