Selama dua bulan berturut-turut, Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan BI 7 day reverse repo rate menjadi 5,5% pada Agustus 2019. Penurunan suku bunga semestinya juga dinikmati oleh nasabah Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Namun biasanya tak semua bank melakukan penyesuaian kredit cicilan KPR sejalan dengan turunnya suku bunga acuan BI. Di sisi lain, penurunan bunga juga tidak bisa dinikmati oleh mereka yang sudah terlanjur membeli rumah dengan KPR bunga flathingga akhir periode.

Jika ingin menikmati bunga cicilan KPR lebih rendah, kamu harus pindah KPR ke bank lain yang bisa memberikan bunga lebih kompetitif. Tapi sebelum memutuskan untuk mengalihkan cicilan KPR ke bank lain, ada baiknya kamu mencoba mengajukan penurunan bunga KPR terlebih dahulu ke bank yang sekarang.

Baca juga: Cicilan DP KPR, Apakah Menguntungkan?

Jika permohonanmu disetujui dan bank tersebut bisa menurunkan bunga KPR sesuai ekspektasi, otomatis kamu tak perlu berpikir untuk memindahkan KPR ke bank lain. Sebaliknya jika pengajuan penurunan bunga KPR ditolak, pemindahan KPR ke bank lain jadi pilihan yang rasional.

Secara umum, take over KPR adalah memindahkan pinjaman KPR yang belum jatuh tempo dari bank yang saat ini ke bank lain. Bank yang mengambil alih KPR akan melunasi seluruh cicilan ke bank yang lama. Dalam hal ini, hanya bank pemberi KPR yang berubah. Sedangkan nama pemilik rumahnya akan tetap sama.

Take over KPR berbeda dengan over kredit KPR. Dalam over kredit KPR, rumah yang masih dalam masa cicilan KPR perbankan akan dijual ke orang lain sehingga nama pemilik rumahnya akan berubah.

Pada dasarnya, take over KPR ke bank lain yang dilakukan secara benar bisa menurunkan cicilan yang harus dibayarkan setiap bulan. Jika diakumulasi hingga akhir periode KPR, penghematan uang yang bisa kamu lakukan tentu akan sangat besar. Agar pemindahan KPR ke bank lain bisa memberikan keuntungan, kamu perlu memperhatikan beberapa pertimbangan berikut ini:

Pastikan bank lain memberikan bunga cicilan KPR lebih rendah

Sebelum melakukan take over KPR, sebaiknya kamu menggali informasi sebanyak-banyaknya tentang KPR di bank lain. Bandingkan tawaran KPR dari beberapa bank sekaligus agar mendapatkan bunga yang terbaik. Ingat, tujuan utama kamu melakukan take over KPR ke bank lain adalah melakukan penghematan.

Biasanya bank konvensional memberikan promosi bunga flat yang lebih rendah selama beberapa tahun di awal periode KPR. Selanjutnya bank akan memberlakukan bunga mengambang atau floating yang lebih besar pada tahun-tahun berikutnya. Pastikan besaran bunga secara keseluruhan hingga akhir periode KPR lebih rendah dari bank saat ini.

Perhatikan biaya penalti di bank asal

Dalam proses take over cicilan KPR, kamu akan dikenai denda atau penalti yang harus dibayarkan ke bank saat ini. Denda atau penalti merupakan konsekuensi pelunasan kredit sebelum jatuh tempo.

Besaran biaya penalti masing-masing bank akan berbeda. Biasanya bank akan memberikan penalti dengan kisaran 0,5% hingga 3% dari sisa utang KPR saat ini.

Cermati biaya KPR baru di bank lain

Take over sejatinya sama saja dengan pengajuan KPR baru di bank lain. Dengan demikian, kamu akan dikenai biaya KPR lagi di bank yang baru. Untuk itu, siapkan dana yang cukup untuk membayar biaya KPR tersebut di bank yang kamu pilih.

Baca juga: Siapkan Biaya-biaya Ini Sebelum Mengajukan KPR

Biaya yang harus dibayarkan di antaranya adalah biaya provisi, biaya administrasi, biaya notaris, biaya penilaian atau appraisal dan biaya asuransi. Rata-rata biaya cicilan KPR yang harus dibayarkan sebesar 7% dari plafon pinjaman yang diberikan oleh bank.

Pastikan kamu memiliki rekam jejak kredit yang bagus

Sebelum menyetujui pengajuan take over kredit, bank akan melakukan pengecekan atau BI checking atas status kredit kamu. Petugas bank akan menelusuri riwayat pinjaman-pinjaman kamu di bank sebelumnya. Dari sana akan diketahui, apakah kamu pernah menunggak cicilan atau tidak. Bank tentu tidak akan menyetujui take over KPR jika kamu memiliki riwayat pinjaman yang buruk.

Untuk mengetahui status pinjamanmu, kamu bisa mengisi formulir permintaan BI checking di website Bank Indonesia. Selanjutnya hasil BI checking cetak bisa kamu ambil di kantor Bank Indonesia terdekat. Untuk pengambilannya, kamu harus menunjukkan kartu tanda penduduk atau KTP.

Potensi dapat dana tambahan

Salah satu keuntungan dari take over KPR adalah kamu bisa mendapatkan dana tambahan dari pinjaman yang baru di bank berbeda. Bank dapat memberikan pinjaman KPR yang lebih tinggi dari plafon pinjaman sebelumnya asalkan nilai jaminannya mendukung.

Hal tersebut akan ditentukan oleh bank baru yang melakukan penilaian ulang terhadap rumah yang kamu beli. Bank tentu akan menilai harga propertimu dengan mempertimbangkan kenaikan harga yang terjadi.

Baca juga: Milenial Beli Rumah Lewat Lelang Bank? Bisa, kok!

Dana tambahan yang kamu peroleh dari take over KPR bisa kamu manfaatkan untuk biaya renovasi rumah, biaya pendidikan anak atau tambahan modal usaha. Tapi kamu juga harus bijak dengan melihat kemampuan dalam membayar cicilan KPR ke depan. Jika dirasa berat, sebaiknya tidak perlu mengambil dana tambahan dari take over KPR sehingga cicilan yang harus dibayarkan lebih ringan.

Syarat take over KPR

Secara umum, ketentuan dan syarat pengajuan take over KPR sama dengan pengajuan KPR baru. Namun biasanya take over baru bisa dilakukan setelah KPR berjalan minimal satu tahun. Pertimbangannya adalah sertifikat rumah yang akan di-take over biasanya baru terbit sekitar setahun setelah proses KPR.

Untuk take over KPR, dokumen yang harus kamu persiapkan di antaranya adalah KTP suami istri, NPWP, kartu keluarga, akta nikah, surat keterangan kerja, slip gaji satu bulan terakhir dan rekening bank tiga bulan terakhir.

Selain itu, kamu juga harus mempersiapkan dokumen rumah yakni fotokopi sertifikat rumah, fotokopi IMB, fotokopi akad pembiayaan dan outstanding atau sisa pokok pinjaman. Karena masih dalam proses KPR di bank saat ini, beberapa dokumen rumah tentu masih dipegang oleh pihak bank. Jadi kamu harus mendatangi kantor bank saat ini untuk mendapatkan dokumen-dokumen tersebut.

Pengajuan cicilan KPR baru di bank lain

Jika sudah memilih bank yang bisa memberikan bunga lebih ringan, kamu bisa ajukan pindah KPR ke bank tersebut. Selanjutnya, pihak bank akan mendatangi rumah kamu untuk melakukan penilaian atau appraisal ulang. Penilaian rumah akan memperhatikan kenaikan harga rumah atau capital gain serta kondisi bangunan rumah. Jika rumah sudah direnovasi atau ada penambahan luas bangunan, nilai rumahnya tentu bertambah.

Petugas bank akan memberitahukan nilai properti kamu saat ini. Nah selisih nilai rumah akan diberikan secara tunai oleh pihak bank yang bisa kamu manfaatkan untuk kebutuhan lain jika diperlukan.

Jika KPR baru sudah disetujui, kamu akan mendapatkan tenor kredit dan cicilan yang harus dibayarkan per bulan. Setelah itu, cicilan KPR kamu akan dilanjutkan di bank yang baru dengan bunga yang lebih rendah. Semoga penjelasan di atas membantu kamu yang ingin memperoleh cicilan KPR lebih rendah, ya. Selamat mencoba!