Bukan rahasia lagi kalau meminjam dana via pinjaman online sekarang lebih mudah dibanding pergi ke bank. Terima kasih dengan adanya teknologi perbankan yang canggih. Kamu cukup download aplikasi lembaga kredit online di telepon pintar, mengisi informasi diri, ber-selfie ria dengan KTP, dan dana cair dalam 24 jam.

Selain lembaga kredit online yang memiliki aplikasi, ada juga perusahaan pinjaman yang mengandalkan SMS atau WA. Untuk yang tipe seperti ini mereka proaktif menghujani calon klien dengan tawaran peminjaman. Strategi yang terstruktur, sistematis, dan masif  tersebut sering menggiurkan calon klien yang sedang butuh dana segar.

Baca juga: Pro-Kontra Pinjaman Online

Alhasil, jangan heran kalau pinjaman online jadi solusi mereka yang membutuhkan uang tetapi ogah ribet. Sayangnya, banyak yang meminjam uang bukan untuk hal yang bersifat produktif, melainkan untuk memenuhi gaya hidup. Akibatnya bisa ditebak, hidup tidak tenang karena dikejar utang.

Seandainya kamu berutang di lembaga kredit online yang legal dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK),  mungkin kondisi tidak terlalu buruk. Tetapi bagaimana kalau kamu berutang pada lembaga peminjaman abal-abal yang menggunakan segala cara termasuk kekerasan untuk melakukan penipuan online?

Tenang, jangan panik. Berikut beberapa solusi untuk bisa melepaskan diri dari jeratan kredit online.

Negosiasi ulang pinjaman online

Yup, negosiasi ulang utangmu akan lebih terhormat dari melarikan diri. Bagaimana pun juga kamu harus bertanggung jawab dengan membayar pinjaman tersebut. Kamu bisa bernegosiasi dengan lembaga kredit online dan meminta tambahan tempo pembayaran.

Kamu juga bisa bernegosiasi untuk mengevaluasi bunga pinjaman yang kamu anggap memberatkan atau melunasi pokok utang demi menghindari bunga. Ini menunjukkan itikad baik bahwa kamu memang ingin membayar utang tersebut.  Biasanya pihak pemberi pinjaman yang tepercaya akan memberikan solusi, karena mereka juga berharap dana bisa kembali.

Cari pinjaman dengan bunga lunak

Meskipun terkesan gali lubang tutup lubang, cara ini lumayan efektif. Maklum pinjaman online biasanya berbunga cukup besar jadi harus segera diselesaikan sebelum mencekik leher. Pinjaman berbunga rendah bisa menjadi solusi sambil kamu berusaha mendapatkan dana segar.

Pastikan pinjaman lunak tersebut memiliki tempo pembayaran yang panjang dan tidak memberatkan, sehingga kamu punya waktu melunasinya. Akan lebih baik kalau kamu mendapatkan pinjaman sementara dari keluarga atau orang terdekat. Pinjaman tersebut pasti tidak akan berbunga tinggi karena berasaskan kekeluargaan. Yang penting kamu jujur pada mereka sewaktu melakukan peminjaman dan konsisten membayar saat masalahmu selesai.

Prioritaskan pinjaman yang berbunga paling tinggi

Pilah mana pinjaman yang harus dibayar terlebih dahulu. Pilihan tepat biasanya yang berbunga paling tinggi, baru kemudian bergeser ke bunga yang lebih rendah. Selama kamu sabar dan konsisten, lambat laun pinjaman kamu akan lunas. Direkomendasikan pula melunasi pokok utang untuk  menghindari bunga yang menggelembungkan utangmu. Untuk yang terakhir ini kamu bisa berkonsultasi dengan pihak yang memberi pinjaman.

Mulai hidup hemat

Mulailah hidup hemat dalam rangka melunasi kredit onlinemu. Tinggalkan gaya hidup jor-joran hingga utangmu selesai semua. Tetap menikmati hidup mewah dengan utang tinggi bukan pilihan yang baik karena dana yang kamu hamburkan seharusnya bisa dipakai membayar utang. Lebih super lagi kalau gaya hidup sederhana menjadi pilihan setelah ini sehingga kamu tidak perlu tergoda untuk hidup konsumtif sampai harus harus meminjam uang.

Baca juga: Hati-hati Jeratan Fintech Lending Bodong!

Debitur memaksa? Laporkan

Seandainya niat baikmu untuk membayar pinjaman online tidak ditanggapi dengan baik oleh debitur, atau lebih buruknya debitur memaksa dengan segala cara termasuknya mengancam dan kekerasan, maka saatnya kamu melaporkan mereka.

Kamu bisa melaporkan lembaga peminjaman online ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), bahkan polisi. Jika lembaga kredit online tersebut terdaftar di OJK, kamu juga bisa melapor ke OJK. Keempat lembaga ini membuka pengaduan untuk lembaga pinjaman online yang sewenang-wenang pada nasabahnya.

Khusus OJK, lembaga ini bahkan bersedia menjadi fasilitator untuk mencari solusi pelunasan utang antara lembaga peminjam online dan si peminjam. Proses penyelesaian sengketa bisa dari negosiasi bahkan ke pengadilan.

Tidak ada seorang pun yang ingin terlibat utang yang mencekik leher, tetapi terkadang banyak orang yang terjerumus secara tidak sadar. Kemajuan teknologi perbankan seperti adanya pinjaman online harusnya kita hadapi dengan bijak, karena makin banyak penipuan online.

Sehingga bila kamu ingin meminjam uang secara online, pastikan mengecek terlebih dahulu lembaga peminjamannya apakah terdaftar di OJK, sehingga bila ada masalah di kemudian hari bisa dicari solusi yang baik.