Mengelola keuangan pribadi atau keluarga tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pengelolaan yang buruk bisa dikarenakan kurangnya pengetahuan mengenai manajemen anggaran atau tidak berdisiplin untuk menahan keinginan membelanjakan uang. Berikut adalah cara cerdas mengelola keuangan.

Baca juga: Berhenti Bekerja? Hitung Dulu Kekuatan Keuanganmu!

Buat anggaran bulanan

Pertama, membuat anggaran bulanan. Anggaran yang dimaksud di sini adalah pengeluaran-pengeluaran kamu selama sebulan, baik kebutuhan rumah tangga maupun pembayaran utang atau tagihan bulanan seperti listrik, air, pulsa telepon, dan internet. Sebaiknya anggaran untuk kebutuhan sehari-hari mencakup 50% – 70% dari pendapatan. Sisanya 30% dibagi rata antara pengeluaran pribadi, tabungan/investasi, dan amal.

Miliki dua rekening untuk mengelola keuangan

Setelah membuat anggaran, tentukan dua rekening bank yang kamu punya di mana rekening pertama berfungsi sebagai rekening pengeluaran dan rekening kedua sebagai rekening simpanan dana. Rekening pertama digunakan untuk melakukan transaksi sehari hari, misalnya untuk membayar tagihan, cicilan KPR, kendaraan, belanja dan lain-lain.

Rekening kedua digunakan untuk menyimpan dana darurat. Tahan diri kamu dari keinginan mengambil uang dari rekening kedua ini. Jika pun terpaksa harus mengambil uang dari rekening kedua, pastikan saat gajian, langsung diganti uang yang telah telanjur dipakai ini.

Pendapatan harus  lebih besar dari pengeluaran

Ada pepatah “besar pasak daripada tiang”, yang artinya pengeluaran lebih besar daripada pendapatan. Tentunya, jangan sampai ini terjadi pada keuangan kita karena akan berujung pada utang yang tak kunjung terbayarkan. Hal ini tidak sehat dan mempersulit keuangan kamu di masa depan karena tidak ada dana untuk ditabung, apalagi untuk investasi.

Hitung terlebih dahulu pendapatan kamu selama sebulan. Jika ternyata kebutuhan rutin rumah tangga melebihi pendapatan, hal ini merupakan pertanda bahwa kamu harus mempunyai penghasilan tambahan. Kamu bisa memanfaatkan keahlian atau hobi untuk mendapatkan penghasilan tambahan ini, seperti memasak, menjahit, bisnis online, les privat dan lain-lain.

Kelola utang dengan bijak

Utang merupakan hal biasa dalam arus kas keuangan rumah tangga. Namun demikian kita sebaiknya bersikap bijaksana dalam mengelola utang. Berutanglah hanya untuk kebutuhan penting bukan untuk keinginan yang bersifat konsumtif.

Berdasarkan prinsip perencanaan keuangan, total nilai utang dan cicilan tidak boleh lebih dari 30% pendapatan kita. Lunasi tagihan utang di awal bulan setelah menerima gaji sehingga tidak menjadi beban.

Siapkan dana darurat

Kamu juga perlu menganggarkan dana untuk keperluan tak terduga saat terjadi peristiwa yang tidak diinginkan seperti masalah kesehatan, kecelakaan, bencana alam, pemutusan hubungan kerja, dan lain-lain. Dana ini disebut dana darurat yaitu sejumlah dana yang diadakan/ disediakan di mana dana ini secara khusus digunakan untuk menghadapi berbagai kondisi tak terduga dalam kehidupan. Artinya, dana ini hanya akan kamu gunakan saat menghadapi hal-hal darurat yang tidak bisa diatasi dengan keuangan secara normal (sesuai anggaran tetap). Bila tidak terpakai di tahun sebelumnya, maka dapat digunakan untuk tahun selanjutnya.

Jumlah ideal dana darurat ini bervariasi. Bagi yang berstatus lajang dan tidak memiliki tanggungan, maka setidaknya harus memiliki dana darurat sebesar 6 kali jumlah pengeluaran bulanan. Untuk yang sudah menikah namun belum memiliki anak, maka harus memiliki dana darurat sebesar 9 kali jumlah pengeluaran bulanan rumah tangga. Sedangkan bagi yang telah menikah dan telah memiliki anak, maka setidaknya harus memiliki dana darurat sebesar 12 kali jumlah pengeluaran bulanan rumah tangga.

Sisihkan dana untuk investasi dan asuransi

Pendapatan juga harus disisihkan untuk persiapan masa depan, seperti persiapan masa pensiun. Karena itu uang kamu harus diinvestasikan agar nilainya tidak tergerus inflasi. Imbal hasil investasi di saham, reksa dana, dan obligasi bisa mengalahkan inflasi.

Sedangkan dengan memiliki asuransi maka kamu sudah melindungi diri dari kemungkinan kejadian yang tidak diinginkan. Risiko biaya dari kejadian yang tidak diinginkan ini dialihkan ke perusahaan asuransi melalui premi yang kamu bayarkan setiap bulan. Karena itu baik asuransi dan investasi, keduanya sama-sama penting.

Sisihkan di awal bulan

Dana investasi ini sebaiknya disisihkan di awal bulan, sementara sisa gaji setelah disisihkan untuk investasi, baru digunakan untuk kebutuhan rumah rutin. Pengaturan ini dibuat karena pengeluaran umunya akan mengikuti seberapa banyak uang yang dipegang atau uang yang tersisa. Atur pengalihan dana ke pos investasi dengan debit otomatis, seperti pada proses top up investasi berkala di reksa dana.

Baca juga: Tips Kelola Keuangan untuk Pasangan Muda

Evaluasi anggaran

Setelah kamu melaksanakan semua poin-poin di atas, maka langkah selanjutnya adalah melakukan evaluasi anggaran. Bandingkan pengeluaran dengan rencana anggaran bulanan yang telah dibuat di awal bulan. Apakah pengeluaran sesuai dengan yang dianggarkan atau lebih besar? Jika pengeluaran lebih besar, kamu harus mencoret pengeluaran apa saja yang sebenarnya tidak perlu. Misalnya, kebiasaan ngopi di kafe, yang dua kali seminggu jadi hanya sekali saja seminggu. Buatlah revisi pada anggaran untuk mengontrol batasan belanja pada bulan berikutnya.

Yang tak kalah penting, menerapkan langkah-langkah di atas juga harus disertai komitmen untuk mencapai tujuanmu. Selamat mencoba!