Banyak orang bertanya apa itu unit link. Unit link menjadi salah satu produk keuangan yang banyak diminati oleh masyarakat. Namun tak sedikit pemilik unit link yang kecewa di kemudian hari karena produk yang dimiliki tak memberikan keuntungan sesuai ekspektasi.

Kekecewaan mereka bukan tanpa alasan karena ketika unit link jatuh tempo, dana yang dicairkan hanya tumbuh tipis atau malah jauh berkurang dari total premi yang telah dibayarkan selama bertahun-tahun. Dana investasi yang diperoleh mungkin jauh lebih rendah dari ilustrasi keuntungan yang diterima oleh nasabah ketika pertama kali membeli unit link.

Hal tersebut bisa terjadi karena agen asuransi hanya mengejar target penjualan tanpa memberikan informasi penting unit link secara keseluruhan. Jadi wajar jika ada nasabah unit link yang merasa tertipu.

Agar tidak berujung kecewa, ada baiknya kamu mencermati apa itu unit link terlebih dahulu sebelum membeli. Berikut ini ulasannya.

Unit Link itu bukan produk investasi murni

Jika tujuan kamu ingin mendapatkan keuntungan maksimal dari pengembangan dana, maka unit link bukan pilihan yang tepat. Unit link sejatinya bukan produk investasi murni. Jadi keuntungan yang diperoleh juga tidak akan sebesar produk investasi murni seperti reksa dana.

Meskipun unit link dan reksa dana sama-sama dikelola oleh manajer investasi, namun unit link akan memberikan imbal hasil yang berbeda. Pada reksa dana, kamu sudah bisa memantau perkembangan investasi sejak hari pertama masuk ke reksa dana.

Baca juga: Ini Beda Antara Reksa Dana dan Unit Link

Sedangkan hasil investasi unit link umumnya baru mulai terlihat setelah pembayaran premi di tahun kedua. Alasannya, premi yang dibayarkan di tahun pertama lebih banyak dipotong untuk biaya asuransi.

Bukan produk tabungan atau deposito

Kamu mungkin mendapatkan tawaran unit link dari bank tempatmu menjadi nasabah. Oleh sebab itu banyak yang mengira bahwa unit link adalah produk perbankan seperti tabungan dan deposito. Padahal unit link bukan produk perbankan tapi produk dari perusahaan asuransi.

Bank bisa menjual unit link karena adanya kerja sama antara bank dengan perusahaan asuransi atau disebut bancassurance. Dengan bancassurance, nasabah bank dapat melakukan pembayaran premi dengan cara debet otomatis. Nasabah juga akan mendapatkan bantuan pelayanan asuransi dari perbankan di antaranya dalam pengurusan klaim asuransi.

Nasabah perbankan biasanya masuk ke unit link karena tergiur dengan tawaran unit link yang dijanjikan bisa memberikan imbal hasil yang lebih besar dari deposito. Selain itu, membayar premi unit link juga seperti menabung uang secara rutin tiap bulan.

Hal tersebut tidak sepenuhnya salah. Namun harus disadari bahwa unit link merupakan gabungan produk asuransi dan investasi yang berbeda dengan tabungan dan deposito. Jadi premi yang dibayarkan tidak bisa dihitung sepenuhnya seperti tabungan dan imbal hasil yang diberikan tidak tetap seperti deposito.

Tak semua premi masuk investasi

Hal yang sering kali dikeluhkan oleh pemilik unit link adalah nilai investasi di akhir periode yang hanya naik tipis atau malah lebih kecil dari total premi yang telah dibayarkan. Kekecewaan tersebut sebetulnya tidak akan terjadi jika nasabah sejak awal telah memahami ketentuan-ketentuan dari produk unit link yang dibeli.

Yang paling utama, pahami bahwa tidak semua premi yang dibayarkan tiap bulan masuk ke keranjang investasi. Karena unit link adalah gabungan produk asuransi dan investasi, maka premi yang dibayarkan akan dibagi ke dalam dua keranjang yakni asuransi dan investasi sesuai dengan perjanjian awal.

Baca juga: Cermat Memilih Manfaat Asuransi Sesuai Kebutuhanmu

Pada tahun pertama, premi yang dibayarkan biasanya lebih banyak dipergunakan untuk membayar biaya asuransi. Biasanya porsi dana untuk membayar biaya asuransi di tahun pertama mencapai 80% bahkan ada yang 100%. Dengan demikian, dana yang diinvestasikan di tahun pertama hanya sekitar 20% dari total premi yang dibayarkan atau malah lebih kecil. Namun porsi investasi dari premi akan terus naik hingga tahun kelima. Baru pada tahun keenam, 100% premi yang dibayarkan akan ditempatkan pada investasi. Aturan yang berlaku di tiap perusahaan asuransi berbeda-beda. Jadi pahami pembagian premi asuransi dan premi investasi sejak awal.

Tidak ada jaminan untung terus menerus

Saat menawarkan unit link, agen asuransi biasanya memberikan ilustrasi manfaat dan hasil investasi unit link yang akan diperoleh. Pada ilustrasi tersebut, perusahaan asuransi selalu berasumsi bahwa nilai investasi akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Ilustrasi hasil investasi biasanya dibuat tiga kategori yakni rendah sebesar 5%-6%, sedang sebesar 10%-14% dan tinggi sebesar 15%-20% per tahun.

Padahal lazimnya sebuah produk investasi, unit link sejatinya tidak bisa menjamin perolehan keuntungan secara terus menerus. Unit link tak hanya memiliki potensi untung, tapi juga potensi rugi.

Baca juga: Langkah Simpel Menghitung Hasil Investasi Reksa Dana

Perlu diketahui, sebagian dari premi yang dibayarkan oleh pemegang polis akan ditempatkan dan dikelola sebagai dana investasi. Pengelolaan dana investasi bisa dilakukan sendiri oleh perusahaan asuransi atau dikelola oleh perusahaan Manajer Investasi.

Penempatan dana umumnya dilakukan pada produk reksa dana. Kinerja investasi produk reksa dana sendiri bersifat fluktuatif mengikuti pergerakan nilai aset dasar produk tersebut. Alhasil, produk unit link yang menempatkan dana investasinya pada reksa dana secara otomatis akan memberikan imbal hasil yang fluktuatif pula.

Jenis unit link menentukan potensi imbal hasil

Saat membeli unit link, pemegang polis akan diminta memilih penempatan dana investasinya pada empat jenis unit link. Pertama, unit link pasar uang (cash fund unit link) di mana seluruh porsi investasi akan ditempatkan pada instrumen pasar uang, seperti deposito berjangka, SBI, dan surat utang jangka pendek. Jenis unit link ini memiliki risiko yang rendah, namun potensi imbal hasilnya juga terbatas.

Kedua, unit link pendapatan tetap (fixed income unit link) yang akan menempatkan sekurang-kurangnya 80% porsi investasi pada surat utang atau obligasi. Unit link jenis ini memiliki risiko lebih tinggi dari asuransi unit link pasar uang dengan potensi imbal hasil yang lebih tinggi pula.

Ketiga, unit link pendapatan campuran (managed unit link) yang menempatkan dana investasi pada instrumen saham, obligasi, dan pasar uang dengan komposisi tertentu. Risiko dan potensi imbal hasil dari produk asuransi unit link ini lebih besar dari unit link pendapatan tetap, tapi lebih rendah daripada unit link saham.

Keempat, unit link dana saham (equity unit link) yang menempatkan sekurang-kurangnya 80% porsi investasi pada saham. Unit link saham menawarkan imbal hasil yang paling besar namun memiliki risiko yang lebih besar pula.

Setiap jenis unit link memiliki tingkat risiko dan potensi imbal hasil yang berbeda-beda. Untuk pemilihan jenis unit link ini sebaiknya sesuaikan dengan profil risiko investasi kamu apakah konservatif, moderat atau agresif. Prinsipnya, high risk high return. Jika ingin mendapatkan keuntungan yang lebih besar, kamu juga harus berani mengambil risiko yang besar pula.

Ada manfaat perlindungan asuransi

Jangan lupa bahwa unit link adalah gabungan produk asuransi dan investasi. Jadi jangan hanya melihat unit link dari sudut pandang investasi, tapi lihat juga manfaat perlindungan asuransi jiwa yang diberikan.

Perlindungan asuransi jiwa tentu tidak akan diperoleh jika kamu mengambil produk investasi murni. Sebaliknya, jika mengambil produk asuransi murni kamu tidak akan mendapatkan keuntungan investasi. Dalam hal ini, unit link bisa jadi jawaban bagi mereka yang ingin mendapatkan perlindungan asuransi sekaligus investasi dalam satu produk.

Tapi jika tujuannya ingin mendapatkan imbal hasil yang optimal dari sebuah investasi sebaiknya mengambil produk investasi murni. Begitu pula, jika tujuanmu ingin mendapatkan nilai pertanggungan asuransi yang lebih besar sebaiknya mengambil produk asuransi murni.

Semoga setelah membaca artikel mengenai apa itu unit link, kamu bisa mengambil keputusan yang tepat apakah mau mengambil unit link atau produk yang lain.