Aplikasi bayar atau dikenal dengan istilah dompet digital tumbuh subur belakangan ini. Salah satu bentuk teknologi perbankan ini menawarkan kemudahan pembayaran untuk berbelanja, pembelian tiket bioskop, tagihan rutin, seperti listrik, tv kabel, kartu kredit, hingga iuran BPJS. Berikut plus minus dompet digital yang perlu kamu ketahui.

Baca juga: Mengelola Gaji Anti Boros

Hal ini didukung infrastruktur digital yang kuat dari pembuat aplikasi ini dan luasnya jaringan kerjasama dengan berbagai merchant, ditambah modal yang kuat dari investor pemegang saham perusahaan aplikasi ini. Namun, di balik kemudahan aplikasi bayar atau dompet digital, ada juga kekurangannya. Kelebihan dan kekurangan dari dompet digital ini adalah sebagai berikut:

Mudah, aman dan nyaman

Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira mengatakan kelebihan dari dompet digital adalah membuat akses transaksi semakin cepat dan bisa berlangsung 24 jam. Saat ini semakin banyak merchant yang bekerja sama dengan dompet digital dan semakin banyak promo yang bisa mendorong konsumsi rumah tangga.

Dengan dompet digital, konsumen semakin dipermudah dalam hal pembayaran. Cukup punya smartphone, koneksi internet, mengunduh aplikasi, dan deposit dana dari rekening bank, sudah bisa menggunakan aplikasi dompet digital. Konsumen tidak perlu pergi ke luar rumah untuk belanja karena bisa belanja online, tidak perlu pergi ke bank untuk membayar berbagai tagihan.

Cara pembayaran seperti ini juga dinilai lebih aman karena konsumen terhindar dari aksi pencurian maupun perampokan. Selain itu, jika dibandingkan dengan cashless payment lainnya seperti uang elektronik atau e-money, tingkat keamanan dompet digital lebih tinggi karena untuk masuk atau login ke aplikasi, diwajibkan memasukkan password.

Membantu pencatatan pengeluaran

Bagi kalian yang malas mencatat atau kesulitan menelusuri pengeluaran karena waktu transaksi sudah lama berlalu, dompet digital bisa membantu karena berkat kemajuan teknologi perbankan, riwayat transaksi di dompet digital tersimpan rapi dan aman. Informasi transaksi yang tercatat juga lebih detail dan diatur sedemikian rupa sehingga nampak rapi dan jelas.

Bebas masalah uang kembalian

Sama dengan uang elektronik, dengan dompet digital masalah uang kembalian tidak ada. Berbeda dengan penggunaan uang fisik yang kerap terkendala dengan uang kembalian karena kasir kehabisan yang receh, sehingga ujung-ujungnya diganti dengan permen atau tawaran menyumbang ke badan amal.

 Ternyata, kekurangan-kekurangan juga menyertai aplikasi dompet digital ini, antara lain:

Aplikasi bayar lebih bikin boros

Rasa memiliki atau sense of belonging uang di dompet digital cenderung lebih rendah daripada rasa memiliki uang di dompet fisik. Uang yang tertera di aplikasi dompet digital dianggap sebagai angka digital saja karena bentuknya yang bukan fisik. Sementara uang fisik yang bisa diraba, berbentuk lembaran kertas, bisa dilihat secara fisik saat berpindah tangan sehingga meningkatkan awareness saat kamu kehilangan uang di dompetmu.

Hal ini tak lepas karena kebiasaan manusia yang menganggap uang tunai sebagai alat pertukaran fisik. Saat membayar menggunakan aplikasi, kamu tidak akan merasa telah mengeluarkan sejumlah uang karena ketidakhadiran uang tunai. Jadi, terdapat permasalahan psikologis sehingga orang lebih gampang mengeluarkan uang saat menggunakan uang digital.

Bhima menyebutkan terlalu banyak program promo juga membuat konsumen lebih sering berbelanja dengan dompet digital. Ia menyarankan konsumen agar membuat skala prioritas, barang apa yang harus dibeli, dan mana yang tidak perlu, walau barang yang tidak perlu dibeli tersebut ditawarkan dengan harga lebih rendah di program promo.

Baca juga: Bangun Keuangan Sehat dengan Teknologi Perbankan

Layanannya masih terbatas

Meskipun menawarkan banyak kemudahan, jangkauan layanan dompet digital masih terbatas. Dompet digital ini hanya bisa digunakan untuk merchant yang sudah bekerja sama dengan penerbit dompet digital. Memang, beberapa pedagang kaki lima (PKL) telah bekerja sama dengan perusahaan penerbit dompet digital sehingga kita bisa membayar dengan dompet digital namun jumlahnya masih terbatas sekali.

Bergantung pada jaringan listrik dan internet

Saat peristiwa padamnya listrik di Jabodetabek pada 4 Agustus 2019 lalu, tidak hanya berdampak pada terhentinya aktivitas dunia usaha namun juga jaringan komunikasi dan internet ikut terputus. Tentu saja dompet digital yang mengandalkan jaringan data internet juga tidak bisa digunakan untuk transaksi. Berbeda dengan uang fisik yang tetap bisa digunakan saat listrik padam atau jaringan internet terputus. 

Inefisiensi

Saat ini tiap penerbit dompet digital menyediakan masing-masing mesin EDC (Electronic Data Capture) di tiap kasir pusat perbelanjaan. Menurut Bhima, seharusnya satu mesin EDC bisa melayani banyak dompet digital. Banyaknya mesin EDC ini menyebabkan biaya transaksi lebih mahal. 

Uang tak bisa dicairkan

Uang kamu yang sudah didepositkan dalam dompet digital tidak bisa dicairkan di tempat kita berbelanja seperti di kasir. Apabila bisa dicairkan maka hanya terbatas lewat ATM dan hanya bisa ditransfer ke sesama pemilik aplikasi tersebut. Selain itu ada batas maksimum saldo sehingga ada ambang batas transaksi yang diterapkan. Biasanya maksimum isi dompet digital ialah sebesar Rp10.000.000.

Dengan memahami plus minus dompet digital  ini semoga kamu dapat lebih memanfaatkan teknologi perbankan untuk keuangan yang sehat.