Generasi sekarang dimanjakan oleh sistem cashless yang menjadi bagian dari teknologi perbankan. Tanpa harus repot membawa uang kontan, kamu bisa membeli makanan, membayar transportasi, berbelanja, dan lain-lain.

Pemanfaatan sistem cashless semakin menjadi-jadi karena banyaknya promosi, potongan harga, dan cashback. Akibatnya para penganut cashlessberlomba-lomba meningkatkan penggunaan dana karena menganggap bisa dapat untung yang lumayan.

Baca juga: Optimalkan Keuangan dengan Teknologi Perbankan

Tetapi tahukah kamu kalau sistem cashless sebenarnya rentan dengan konsumerisme dan membuat penganutnya lebih konsumtif? Kamu bisa gelap mata saat berbelanja dan akhirnya mau untung malah jadi buntung.

Nah, berikut beberapa cara mudah menjadi generasi cashless tanpa harus boros.

Hati-hati dengan diskon bersyarat

Jangan langsung gelap mata dengan kata “diskon” atau kata “promo”. Kamu justru harus hati-hati dan mengecek terlebih dahulu persyaratan diskon atau promosi tersebut, terutama bila mengharuskan kamu membeli dengan harga minimal.

Misalnya diskon hanya berlaku bila kamu membeli minimal Rp100.000, sementara sebenarnya barang yang perlu kamu beli hanya seharga Rp50.000. Kalau sudah begitu kamu jangan langsung tergoda menambah belanjaanmu hingga mencapai Rp100.000. Apalagi jika kamu tidak membutuhkan barang atau makanan tersebut.

Promo tipe ini masih terhitung tidak merugikan jika selisih dana yang kamu belanjakan tidak jauh dari jumlah yang disyaratkan untuk mendapatkan diskon tadi.

Solusi lain, kamu bisa “join” dengan beberapa teman untuk mencapai persyaratan jumlah minimum untuk diskon. Cara ini bisa jadi lebih menguntungkan karena kamu berpeluang membayar makin murah lagi. Misalnya, kamu ingin membeli segelas kopi seharga Rp20.000. Tetapi diskon 50 persen hanya berlaku dengan pembelian senilai Rp40.000. Kalau sudah begini, kenapa kamu tidak mengajak temanmu join? Kamu dan temanmu masing-masing hanya perlu membayar Rp10.000, meskipun kopi yang kalian beli harganya Rp40.000.

Punya alokasi dana dengan jumlah tertentu

Kamu harus mampu memisahkan gaji yang didapat setiap bulan ke beberapa tempat, termasuk ke dompet digitalmu. Namun jangan semua dana diguyur ke dompet digital, untuk mencegah kamu menghabiskannya secara tidak sengaja.

Misalnya setiap bulan kamu mengisi dompet digital senilai Rp500 ribu. Maka pastikan dana itu cukup untuk kebutuhan satu bulan yang sifatnya harus dilakukan dengan sistem cashless.

Dana lain bisa tetap kamu simpan di bank untuk membayar kebutuhan termasuk ditabung. Meskipun dana tersebut disimpan di bank, kamu tetap bisa cashless dengan mendaftarkan rekeningmu untuk fasilitas mobile banking yang juga menjadi salah satu model teknologi perbankan. Cara ini tentu saja membutuhkan kedisiplinan dan komitmen, sehingga kamu tidak menghabiskan dana lebih besar dari yang seharusnya.

Bayar lunas, jangan berutang

Beberapa dompet digital sudah mulai berinovasi dengan memberikan fasilitas “bayar belakangan” untuk generasi cashlessMeskipun sangat menggiurkan, bagusnya tawaran ini dihindari karena bisa-bisa kamu terjerat dalam utang, yang seharusnya bisa dihindari. Belum lagi bunganya lumayan besar, lo.

Jadi kamu harus tetap membayar lunas apa pun yang kamu beli. Kalau dompet digitalmu kosong, ya, tunggu hingga bulan berikutnya saat sudah diisi lagi. Andaipun kamu menggunakan kartu kredit, pastikan membayar tagihan secara tepat waktu dan menghindari tagihan minimal.

Beli yang dibutuhkan, bukan yang diinginkan

Kebiasaan sistem cashless menyebabkan kesempatan berbelanja secara onlineterbuka lebar. Kamu akan rajin men-download aplikasi berbelanja, terutama yang kompetibel dengan dompet digitalmu sehingga memudahkan transaksi.

Nah, kalau kamu cenderung “gila belanja”, maka sudah waktunya instrospeksi diri dengan menerapkan konsep “membeli apa yang dibutuhkan bukan diinginkan”.

Sebagai permulaan, kamu bisa menghindari membuka aplikasi toko online, setidaknya untuk beberapa waktu. Tidak tahan? Mungkin bisa cuci mata di toko online dan memasukkan barang incaran ke wishlist alias tidak langsung membeli. Setelah itu berpikir ulang: apakah barang itu memang penting?

Saringan dalam diri biasanya bisa mengurangi ambisi untuk berbelanja secara serampangan yang buntut-buntutnya membuat kamu defisit.

Menjadi generasi cashless memang menyenangkan karena aman dari mengantongi uang banyak yang menimbulkan risiko keamanan. Tetapi sistem teknologi perbankan yang satu ini sering menyebabkan orang lupa bahwa dia sudah menghabiskan banyak uang. Bijaksana menjadi cashless saat ini lebih penting dari sekadar memanfaatkan tawaran promo dan cashback.

Baca juga: Kecanggihan Teknologi Perbankan Masa Kini

Jadi tunggu apa lagi, selamat bersistem cashless ria dengan bijaksana!