Sesuai dengan namanya, dana darurat adalah dana siap sedia yang dapat sewaktu-waktu kamu pakai untuk keperluan darurat seperti saat kehilangan pekerjaan, terjadi musibah, atau untuk biaya perawatan sakit keras. Idealnya, jumlah dana darurat ini sebesar 12 kali pengeluaran bulanan. Karena jumlahnya yang cukup besar, maka kita mungkin berpikiran untuk menginvestasikannya agar dana ini berkembang.

Baca juga: Cara Mengelola Dana Darurat 

Saat mempertimbangkan penempatan dana darurat, pastikan kamu akan dapat mengakses uang dengan cepat, mudah, dan tanpa penalti penarikan saat membutuhkannya. Atau dalam istilah keuangan, investasi dana darurat ini harus bersifat cair atau likuid. Selain itu, nilai investasi dana darurat harus diupayakan jangan berkurang.

Karena itu, bentuk investasi yang tidak likuid seperti saham dan obligasi harus dihindari. Selain itu nilai investasi di kedua instrumen keuangan ini berisiko karena bisa menurun saat harga saham dan obligasi berjatuhan di tengah sentimen pasar yang negatif.

Sebagian besar profesional keuangan tidak merekomendasikan menginvestasikan dana darurat kamu di pasar saham karena harga saham mudah berubah. Kamu tentu tidak ingin investasi dana darurat ini menimbulkan kerugian, bukan?

Lalu, apa saja tempat aman dan likuid untuk dana darurat? Berikut rekomendasinya.

Tabungan

Pakar keuangan merekomendasikan menyimpan pengeluaran senilai tiga hingga enam bulan dalam dana darurat di sebuah rekening yang memiliki kartu debit. Dengan demikian, saat membutuhkannya kamu bisa cepat dan mudah menarik dana. Masalahnya, bunga tabungan lebih kecil dibandingkan tingkat inflasi setiap tahun. Idealnya, dana daruratmu setidaknya bisa menghasilkan 2% hingga 3% per tahun untuk mengimbangi inflasi.

Deposito

Pertimbangkan sertifikat deposito untuk mendapatkan potensi bunga yang lebih besar lagi. Namun menyimpan dana darurat dalam deposito ada denda yang harus dibayar untuk mencairkannya sebelum jatuh tempo. Deposito yang membayar bunga tertinggi memiliki jangka waktu paling lama, biasanya lima tahun (60 bulan). Beberapa bank menawarkan deposito tanpa penalti yang memungkinkan kamu  menarik uang tanpa mengorbankan bunga yang kamu peroleh. Tingkat bunganya mungkin lebih rendah daripada deposito biasa, tetapi deposito tanpa penalti akan menjaga dana likuid sambil tetap memperoleh keuntungan.

Reksa Dana Pasar Uang

Reksa Dana pasar uang merupakan produk investasi yang 80% berisi deposito. Sehingga bisa dikatakan, menempatkan dana darurat di reksa dana pasar uang, merupakan salah satu cara yang teraman. Walau waktu pencairannya tidak bisa rampung dalam satu hari, namun reksa dana pasar uang patut menjadi pilihan dalam menempatkan dana darurat, karena memberikan imbal hasil cukup besar yang bisa mengalahkan inflasi, yaitu sekitar 7% per tahun. Kamu pun bisa menikmati dana daruratmu berkembang di reksa dana pasar uang ini.

Baca juga: Cara Cerdas Mengelola Keuangan

Tabungan Dolar

Nilai kurs dolar yang terus meningkat terhadap rupiah bisa membuat dana daruratmu meningkat nilainya jika ditempatkan di tabungan dolar. Banyak bank lokal maupun asing yang memiliki produk tabungan dolar ini.

Untuk pencairannya tidak memerlukan waktu lama, uang pun bisa langsung diambil dalam bentuk rupiah. Namun untuk bunga tabungan, tabungan dolar ini akan mengikuti bunga dari bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, karena isi tabungan, dolar AS, dicetak oleh The Fed. Sebagai informasi, bunga acuan di AS lebih rendah dari bunga acuan Bank Indonesia.

Dengan penjelasan berbagai ragam investasi dana darurat ini, semoga kamu bisa memilih yang paling sesuai dengan kebutuhanmu.