Dengan dropship, cuan dari bisnis e-commerce bukan hanya bisa dinikmati oleh para pedagang besar. Asal punya kemauan, kamu yang masih berstatus pelajar dan tidak memiliki modal besar juga bisa ikut mencicipi manisnya bisnis online ini. Caranya adalah dengan menjalankan bisnis dropship dari marketplace ke marketplace.

Kamu tidak perlu takut karena bisnis ini tidak melanggar aturan di perusahaan marketplace. Sebab, sejumlah marketplace besar di Indonesia seperti Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak memang menyediakan fitur dropship bagi para pembelinya.

Artinya bisnis dropship antar marketplace ini legal. Yang tidak diperbolehkan adalah spam atau meng-upload produk dagangan yang sama secara bertubi-tubi. Jadi jika dilakukan dengan benar, dropship antar marketplace aman untuk dilakukan siapa saja.

Apa itu dropship?

Dropship merupakan bisnis jual beli online di mana kita sebagai penjual sebenarnya tidak memiliki barang tapi hanya menjual produk dari pemasok atau supplier. Tentu saja harga jual produk seorang dropshiper lebih mahal dari harga produk dari supplier. Selisih harga jual itulah yang kelak akan menjadi keuntungan dari seorang dropshiper.

Baca: Affiliate Marketing, Usaha Milenial Tanpa Modal yang Menjanjikan

Dalam bisnis online ini, seorang dropshiper tidak perlu melakukan stok barang sehingga tidak ada risiko modal tertahan. Mereka juga tidak perlu repot melakukan pengemasan dan pengiriman barang. Pekerjaan tersebut akan dilakukan semuanya oleh supplier barang kita.

Namun enaknya menjadi dropshiper, pengiriman barang akan dilakukan atas nama toko kita. Sedangkan harga bisa dinaikkan sesuka hati sejauh masih laku di pasaran.

Bisnis dropship ini bisa dilakukan dengan mengambil barang dari supplierdari satu marketplace dan dijual ke marketplace lain. Sebagai contoh, kita mengambil barang dari supplier yang menjual produknya di Tokopedia, selanjutnya barang tersebut kita jual di Shopee atau Bukalapak dengan harga yang lebih mahal. Begitu juga sebaliknya, kita bisa mengambil barang dari supplier di Shopee atau Bukalapak untuk dijual di Tokopedia.

Bisnis tanpa modal

Bisnis dropship bisa disebut sebagai bisnis yang nyaris tidak memerlukan modal. Oleh karena itu, bisnis ini sangat cocok untuk dijalankan oleh pelajar, mahasiswa, atau ibu rumah tangga yang tidak banyak memiliki modal dan waktu luang untuk mengurus bisnisnya sendiri.

Menjalankan bisnis dropship nyaris tidak membutuhkan modal karena tidak perlu memiliki barang atau stok barang. Dropshiper baru akan membeli barang untuk dikirimkan ke pembeli jika memang sudah ada yang membayar harga barang termasuk ongkos kirimnya.

Seringkali orang tidak bisa membedakan antara dropship dengan reseller. Padahal dua hal tersebut merupakan bisnis yang berbeda. Reseller dan dropshiper sama-sama menjual kembali produk dari supplier.

Namun untuk menjadi reseller, kamu harus membeli produk terlebih dahulu ke supplier dan menjualnya lagi dengan harga yang sudah di-mark up.

Baca: Dana Kuliah Mahal? Ini 5 Solusi Mengatasinya

Artinya seorang reseller harus mengeluarkan modal untuk stok barang. Dengan demikian, ada potensi stok menumpuk dan modal tertahan karena barang belum terjual. Sedangkan dropshiper tidak perlu mengeluarkan modal untuk stok barang sehingga risiko kerugiannya sangat minim.

Cara dropship antar marketplace

Cara kerja dropship dari marketplace ke marketplace sebenarnya cukup sederhana. Singkatnya, seorang dropshiper hanya memindahkan produk dagangan yang dijual oleh supplier di sebuah marketplace dan di-upload lagi di toko kita yang berada di marketplace lain.

Tapi tentu saja, materi produknya sudah dimodifikasi baik judul produk, foto dan deskripsinya. Tujuannya agar berbeda dengan produk lain yang dijual di marketplace tersebut sehingga tidak dianggap sebagai spam.

Baca: Yuk, Pelajari 5 Pendapatan Pasif Ini Untuk Masa Depanmu

Secara umum ada beberapa langkah yang harus dilakukan. Pertama, menentukan produk apa yang akan dijual. Lakukanlah riset kecil-kecilan untuk menemukan kategori dan produk yang laris dan banyak dicari oleh konsumen.

Kedua, memilih supplier. Setelah menentukan produk yang akan dijual, carilah supplier produk tersebut di marketplace. Pilihlah supplier yang memiliki reputasi bagus dan cepat dalam mengirimkan barang. Hal tersebut bisa dilihat dari review, rating, atau bintang yang diberikan oleh para pembeli. Pastikan juga toko supplier memiliki stok produk yang banyak dengan harga yang bersaing.

Rata-rata penjual di marketplace mengizinkan pembelian untuk dropship. Tapi ada sebagian kecil yang tidak mengizinkan dropship. Jadi sebaiknya baca dengan teliti profil dan informasi toko supplier. Jika diperlukan bisa juga meminta izin terlebih dahulu dengan mengirimkan pesan ke supplier.

Ketiga, upload produk ke marketplace lain. Setelah mendapatkan supplierproduk yang akan dijual lagi, ambil judul, foto dan deskripsi produk. Lakukanlah modifikasi pada materi produk tersebut dan upload di toko kita yang ada di marketplace lain.

Upload produk bisa dilakukan manual atau menggunakan tools tertentu untuk mempercepat pekerjaan. Harga produk bisa dinaikkan sewajarnya misalnya 20% atau 30% dari harga jual di toko supplier.

Keempat, lakukan pengaturan lokasi toko dan jasa ekspedisi yang dipergunakan. Karena barang akan dikirimkan dari alamat supplier, maka alamat toko kita juga harus dibuat sama dengan alamat supplier. Tidak harus alamat lengkap cukup alamat kotanya saja.

Tujuannya agar penghitungan ongkos kirim sama persis dengan ongkos kirim dari supplier. Untuk itu, jasa ekspedisi yang digunakan juga harus sama dengan jasa ekspedisi dari supplier.

Kelima, promosikan toko kita dan tunggu ada pembeli. Promosi toko dan produk kita bisa dilakukan dengan membagikan link toko atau produk di media sosial seperti Facebook, Twitter, atau Instagram. Kita juga bisa memanfaatkan fitur iklan berbayar di marketplace tersebut.

Keenam, lakukan pembelian produk di toko supplier dengan status dropship. Jika sudah ada orang yang membeli produk di toko kita, lakukan pembelian produk tersebut di toko supplier. Isilah nama dan alamat pengiriman sesuai dengan data pembeli produk kita.

Lalu saat akan melakukan pembayaran, jangan lupa untuk mencentang pilihan dropship dan isi nama toko kita serta nomor teleponnya. Dengan demikian, supplier akan mengirimkan barang ke pembeli atas nama toko kita sebagai pengirimnya.

Setelah supplier mengirimkan barang, ambil nomor resi pengiriman barangnya untuk dimasukkan ke data pengiriman barang di toko kita. Dengan demikian, status transaksi di toko kita akan berubah menjadi barang sedang dikirimkan.

Ketujuh, cairkan saldo di marketplace. Jika barang sudah diterima oleh pembeli dan transaksi dinyatakan selesai, uang pembayaran dari pembeli akan masuk ke akun marketplace yang kita miliki. Selanjutnya, kita bisa melakukan pencairan dana kapan saja ke rekening bank yang telah didaftarkan.

Potensi keuntungan

Dalam bisnis dropship, kita bisa menentukan sendiri berapa keuntungan yang akan diperoleh, misalnya 10%, 20% atau bahkan 100%. Tapi sebaiknya tetapkan keuntungan dari bisnis dropship sewajarnya saja sekitar 10% hingga 30% agar harga produk kita tetap kompetitif.

Jika ingin mendapatkan keuntungan yang lebih besar, kita bisa menambah jumlah produk yang dijual di toko kita. Biasanya supplier besar di marketplace memiliki produk dagangan hingga ribuan produk. Semakin banyak produk yang kita jual, semakin besar pula potensi omzet dan keuntungan yang diperoleh.

Sedangkan dari sisi risiko, bisnis dropship memiliki risiko rugi yang sangat kecil.  Kerugian bisa terjadi jika ada pembeli yang mengembalikan barang karena barang yang diterima rusak akibat pengiriman atau memang ada cacat produk.

Kita sebenarnya bisa melakukan return barang ke supplier, namun kadangkala ada yang tidak mau menerima return atau pengembalian dana dari produk yang sudah dibeli. Jika demikian, maka kerugian itu akan ditanggung oleh dropshiper.

Bisnis dropship antar marketplace bisa menjadi alternatif sumber pendapatan bagi pelajar. Dengan bisnis yang nyaris tanpa modal ini, keuntungan yang bisa diperoleh lumayan besar dengan risiko yang kecil. Tertarik untuk mencoba?