Perang dagang antara dua raksas­a ekonomi Amerika Serikat dan Cina tak pelak mulai membuat dunia ekonomi resah. Kondisi ketidakpastian menghantui roda perekonomian dunia. Belum selesai perang dagang antara kedua negara itu, Jepang dan Korea Selatan ikut saling memboikot sehingga tak pelak ikut menambah kepanikan para investor.

Baca juga: Langkah Simpel Menghitung Hasil Investasti Reksa Dana

Perang dagang secara mudahnya adalah penetapan tarif atau bea masuk terhadap barang dari suatu negara, yang kemudian dibalas negara lain. Misalnya negara A menerapkan bea masuk sebesar 50 persen untuk kopi. Nah, Negara B yang merupakan penghasil kopi dan selalu mengekspor kopi ke Negara A tidak senang. Negara B kemudian menerapkan biaya masuk 50 persen untuk komoditas beras yang menjadi produk unggulan dari Negara A sebagai balas dendam.

Perang dagang ini melemahkan perekonomian global, termasuk Indonesia. Berkurangnya permintaan ekspor komoditas dari Indonesia dan turunnya investasi asing merupakan dua hal utama yang menyebabkan pelemahan ekonomi tersebut.  

Namun sebagai investor pemula, kamu jangan ikut panik. Justru saatnya belajar mencari investasi alternatif karena tidak semua jenis investasi mengalami kelesuan. Berikut ini beberapa jenis investasi menguntungkan yang bisa kamu lakukan di saat kondisi ekonomi sedang tidak menentu:

Emas

Emas bisa menjadi pilihan memarkir investasimu. Sejak zaman dahulu, emas memang pilihan yang paling aman untuk investasi meski pun imbal hasilnya tidak sekinclong investasi lain seperti reksa dana atau obligasi.

Perang dagang juga menyebabkan nilai mata uang dolar naik sehingga harga emas mengalami penurunan. Jadi momen ini bisa kamu manfaatkan untuk membeli emas, terutama bila kamu berniat melakukan investasi jangka panjang.

Obligasi

Obligasi atau surat utang negara masih menjadi investasi yang bisa kamu pilih karena pembayarannya dijamin oleh negara. Kamu tidak perlu khawatir obligasimu gagal bayar, karena negara pasti memiliki komitmen untuk membayarnya.

Minat investor milenial berinvestasi di surat utang memang makin meningkat, terutama karena pemerintah memudahkan proses investasi obligasi dengan nilai yang terjangkau generasi muda.

Hanya dengan Rp1 juta saja, obligasi bisa dikantongi tanpa harus bermodalkan puluhan juta. Teknologi online pun mendukung akses ke investasi yang satu ini.

Baca juga: Savings Bond Ritel, Investasi Tepat untuk Pemula

Reksa Dana Pasar Uang

Reksa dana pasar uang juga dianggap investasi menguntungkan dan paling aman di tengah perang dagang.

Reksa dana ini memarkirkan 100 persen investasi pada instrumen pasar uang antara lain obligasi yang jatuh tempo kurang dari setahun, deposito, dan surat berharga.

Kelebihannya reksa dana ini memberikan imbal hasil dengan risiko minim. Keuntungan lain? Mudah dicairkan dan termasuk kebal dengan gonjang ganjing perekonomian. Tetapi harus dicamkan kalau imbal hasil yang akan kamu dapatkan juga tidaklah terlalu besar dibanding jenis reksa dana lain.

Selain itu jenis investasi yang satu ini juga tidak memberikan denda meskipun kamu cuma sehari berinvestasi.

Saham

Investasi saham di tengah perang dagang masih masuk akal. Tetapi kamu harus membekali diri dengan pengetahuan untuk meminimalkan risikonya. 

Sejumlah analis menyarankan investor saham untuk mengoleksi “saham-saham defensif” saat situasi ekonomi tidak menentu. Saham defensif adalah saham suatu perusahaan yang kinerjanya cenderung tidak terpengaruh oleh gejolak perekonomian dunia maupun nasional.

Umumnya, perusahaan yang sahamnya tergolong defensif bergerak di bidang kebutuhan primer dan sekunder. Konsumen akan selalu membutuhkan barang-barang tersebut meskipun perekonomian sedang lesu. Saham defensif di antaranya berasal dari sektor bahan makanan, retail, perbankan, dan perawatan kesehatan.

Selain itu, saat pasar tengah terkoreksi, ada peluang bagi investor untuk membeli saham dengan fundamental keuangan sehat dan stabil yang sedang turun harganya. Jika kondisi pasar kembali stabil dan harga saham tersebut naik, investor berpotensi memperoleh capital gain atau keuntungan dari selisih penjualannya. 

Baca juga: Investasi Online Sistem Bunga Bagi Hasil 

Jadi, perang dagang antara beberapa negara tidak perlu membuatmu surut dalam melakukan investasi. Dengan mencermati perkembangan situasi ekonomi dan memperdalam wawasan investasimu, bukan tidak mungkin kamu menemukan investasi menguntungkan di tengah situasi tersebut.