Ada beragam jenis reksa dana di pasar modal. Salah satunya adalah reksa dana pasar uang (RDPU). Dengan kinerja rata-rata RDPU tahun ini yang memberikan return 4%–5%, reksa dana ini cukup menarik sebagai sarana berinvestasi. Apalagi, RDPU mudah dicairkan dibandingkan dengan deposito dan tidak harus menunggu hingga jatuh tempo. Investor bisa menarik dana kapan saja.

Baca juga:  Potensi Reksadana Tematik

Keunggulan lain: reksa dana pasar uang tidak memungut biaya pembelian dan penjualan kembali. Dari segi risiko juga lebih rendah dibandingkan reksa dana pendapatan tetap, campuran, atau reksa dana saham.

Berikut ini berbagai manfaat reksa dana pasar uang:

Sebagai tujuan keuangan jangka pendek (< 1 tahun)

“Tahun ini rata-rata reksa dana pasar uang return per tahunnya sekitar 4,5-5% nett. Jadi ideal untuk parkir dana yang akan dipakai dalam waktu dekat,”ujar Wawan Hendrayana, analis dari Infovesta Utama, lembaga pemantau kinerja reksa dana.

Kestabilan yang dimiliki produk reksa dana ini membuatnya menjadi pilihan menarik untuk tujuan keuangan jangka pendek. Misalnya kamu ingin merenovasi rumah dalam jangka waktu 9 bulan dari sekarang. Kamu bisa mulai berinvestasi di reksa dana pasar uang dengan harapan di bulan kesembilan dananya akan berkembang karena adanya imbal hasil.

Dana darurat (emergency fund)

Bila sewaktu-waktu dana investasi harus dicairkan karena kebutuhan yang mendadak, maka pilihan yang paling tepat adalah reksa dana pasar uang. Mengapa reksa dana pasar uang cocok untuk kebutuhan mendadak? Karena pencairannya lebih cepat daripada jenis reksa dana lainnya.

Wawan menjelaskan pencairan/ redemption RDPU hanya membutuhkan satu hari atau istilahnya T+1. Bahkan beberapa agen penjual reksa dana seperti Tokopedia menyediakan fitur pencairan instan yang bisa langsung ditransfer ke rekening bank. Karena sifatnya yang aman dan likuiditas yang hampir setara tabungan, maka RDPU sangat ideal untuk menyimpan dana darurat yang umumnya berjumlah sekitar 6-12 kali lipat dari pengeluaran bulanan kita.

Baca juga: Mengenal Investasi Sukuk

Tempat “parkir” dana sementara

Karena aman dan likuid, RDPU dapat dijadikan tempat parkir dana sementara walau hanya beberapa hari. Sebagai gambaran, dengan kinerja rata-rata RDPU saat ini, untuk penempatan dana Rp10 juta, investor bisa mendapatkan imbal hasil Rp1000 – Rp1200 per hari (dengan asumsi returndalam satu bulan sebesar 0,3%-0,4%). Dibandingkan tabungan yang justru terkena biaya administrasi bank, RDPU jelas lebih menguntungkan.

Reksa dana pasar uang berguna sebagai safe haven saat pasar modal sedang bergejolak. Daripada memaksakan membeli saham saat kondisi pasar sedang tidak menentu, lebih baik memarkirkan modal investasi tersebut ke reksa dana pasar uang. Saat pasar saham sudah kondusif dengan sentimen negatif yang tinggal sedikit maka kamu bisa mulai berinvestasi lagi di pasar saham dengan kondisi dana investasimu sudah berkembang.

Dapat dikombinasikan dengan investasi yang lebih agresif

Karena sifatnya yang aman dan likuid, RDPU cocok sebagai alat diversifikasi ketika kita memiliki aset yang lebih berisiko seperti saham atau obligasi. Pasar uang dapat menjaga agar investasi kita tidak rugi terlalu dalam ketika pasar modal sedang terkoreksi.

Namun di sisi lain, untuk jangka panjang RDPU juga bisa memperberat laju investasi kita karena imbal hasilnya yang relatif rendah.

“Investor harus bijak dalam menentukan alokasi aset yang sesuai dengan tujuan dan jangka waktu investasinya,” imbuh Wawan.

Baca juga: Reksa dana Pendapatan Tetap, Investasi Jangka Menengah yang Menguntungkan

Tabungan pada saat masa pensiun

Sebagai persiapan pensiun, sewaktu muda kita bisa berinvestasi di instrumen investasi yang agresif namun berisiko tinggi, seperti reksa dana saham karena memberikan return yang tinggi dalam jangka panjang.

Setelah pensiun dan mendapatkan dana pensiun yang umumnya lump sumatau diberikan sekaligus, tentu saja instrumen yang cocok adalah yang potensi ruginya kecil dan tetap memberikan return.

“RDPU bisa membantu sebagai alternatif dari simpanan pada bank,” pungkas Wawan.

Bagaimana, tertarik untuk berinvestasi pada reksa dana pasar uang?