Reksa dana campuran adalah reksa dana yang mempunyai kebijakan untuk berinvestasi pada instrumen saham, obligasi dan pasar uang. Ketiga instrumen tersebut harus dimiliki oleh reksa dana campuran pada saat yang bersamaan, artinya tidak boleh memiliki hanya dua dari ketiga instrumen tersebut. Mengenai komposisi dari tiga instrumen tersebut diatur bahwa porsi dari salah satu instrumen itu tidak boleh melebihi 79%.

Baca juga: Yuk Belajar Investasi Lewat Reksa dana

Pada praktiknya, alokasi investasi reksa dana campuran sangat beragam. Ada yang porsi investasi sahamnya lebih besar, ada yang memiliki porsi obligasi yang lebih besar, dan ada juga yang komposisinya berimbang.

Misalnya, 79% dialokasikan ke saham, 10% di obligasi dan 11% di pasar uang. Komposisi investasinya bisa juga saham hanya dapat porsi sebesar 5%, obligasi 16, dan pasar uang 79%; atau berimbang: saham 33%, obligasi 34%, dan pasar uang 33%.

Reksa dana campuran yang mempunyai komposisi investasi saham lebih besar dibandingkan dengan yang lainnya, secara otomatis juga mempunyai tingkat risiko yang lebih tinggi namun bisa memberikan return yang lebih tinggi, misalnya 11% hingga 15% per tahun.

Reksa dana campuran merupakan jenis reksa dana yang cocok untuk tujuan keuangan jangka menengah, antara 3-5 tahun.

Menurut Wawan Hendrayana, Head of Investment Research PT Infovesta Utama, reksa dana campuran umumnya isi portofolionya berupa saham dan obligasi. Hal ini dengan tujuan agar kinerja yang didapat berpotensi di atas kinerja obligasi walau dengan menanggung risiko tambahan dari saham.

“Dengan tingkat risiko yang lebih terukur dan kinerja return yang lebih terbatas dibanding reksa dana saham, maka reksa dana campuran dapat digunakan untuk tujuan keuangan jangka menengah 3 – 5 tahun,”ujarnya.

Berikut ini adalah keuntungan-keuntungan yang kita dapat jika memiliki reksa dana campuran:

1. Insentif pajak

Adanya pengenaan pajak yang lebih ringan atas instrumen obligasi pada wadah reksa dana dibandingkan jika kita (misal) melakukan pembelian obligasi secara langsung. Bila kita membeli obligasi secara langsung, maka pajak sebesar 15% dikenakan pada bunga atau kupon obligasi. Namun jika obligasi dalam wadah reksa dana, hanya dikenakan pajak 5% pada kuponnya.

2. Diversifikasi investasi

Prinsip investasi adalah tidak menaruh dana di satu aset tertentu agar risiko lebih tersebar. Dengan dana terjangkau kita sudah bisa melakukan diversifikasi investasi di reksa dana campuran. Terlebih, dana investasi kita dikelola Manajer Investasi yang merupakan profesional di bidang investasi.

3. Persiapan uang muka rumah

Investasi di reksa dana campuran bisa digunakan sebagai sarana untuk mempercepat kita mengumpulkan dana untuk uang muka rumah.

Wawan menjelaskan, sejak awal tahun 2019 hingga saat ini (year to date) secara rata-rata return reksa dana campuran sekitar 6% per tahun. Bila investor bisa secara berkala investasi Rp1 juta per bulan di reksa dana campuran maka dalam 3 tahun nominal yang terkumpul ditambah hasil investasi sekitar Rp 40Juta atau cukup untuk down payment (DP) rumah senilai Rp300 juta.

Baca juga: Panduan reksa dana alternatif untuk investor pemula

4. Dana pendidikan anak

Reksa dana campuran bisa digunakan untuk persiapan dana pendidikan anak. Berikut ini ilustrasi mendapatkan dana pendidikan yang dibutuhkan dengan berinvestasi di reksa dana campuran.

Anton ingin menyediakan dana kuliah untuk anaknya yang sekarang berusia 8 tahun. Untuk kuliah saat ini, seorang calon mahasiswa harus menyediakan dana Rp100 juta. Anton masih punya waktu 10 tahun untuk menyiapkan dana kuliah anaknya.

Dengan asumsi inflasi 7 persen per tahun, maka pada akhir tahun ke-10, biaya pendidikan setelah kenaikan inflasi adalah Rp196,7 juta. Berdasarkan data historis kinerja reksa dana, bisa disimpulkan rata-rata imbal hasil untuk reksa dana pasar uang 5 – 6%, reksa dana pendapatan tetap 7 – 10%, dan reksa dana campuran 11 – 16%.

Dengan berasumsi return reksa dana campuran 15% per tahun dan melakukan investasi berkala Rp700.000 per bulan, maka dalam jangka waktu 10 tahun, Anton akan mendapatkan hasil investasi sebesar Rp192 juta.

Jika berinvestasi di reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap, dibutuhkan dana lebih besar dari Rp 700.000 per bulannya.

Baca juga: Kenali ragam manfaat reksadana pasar uang!

5. Persiapan masa pensiun

Beberapa produk reksa dana campuran bisa mencetak return hingga 15% dalam satu tahun karena komposisi sahamnya yang mayoritas dibandingkan obligasi. Dengan asumsi return yang stabil di angka 15% tiap tahunnya maka reksa dana campuran bisa digunakan sebagai persiapan pensiun. Jika kamu menyetor dana awal investasi Rp500.000 dan melakukan top up per bulan dengan jumlah sama sementara return investasi per tahun sebesar 15%, maka dalam jangka waktu 25 tahun atau 300 bulan akan mendapatkan hasil investasi sebesar Rp1,64 miliar.

Wawan mengatakan, secara historis untuk jangka panjang tetap reksa dana saham yang paling optimal, namun tidak semua investor nyaman dengan volatilitasnya atau membutuhkan returnyang sangat tinggi sehingga reksa dana campuran yang relatif lebih aman bisa menjadi alternatif untuk dana pensiun.

Bagaimana, tertarik menambah reksa dana campuran dalam portofolio investasimu?